Kasus Bertambah, 5 Sapi di Tawangmangu Suspek Penyakit Mulut dan Kuku

Kasus sapi suspek penyakit mulut dan kuku di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah bertambah, kini muncul lima sapi suspek PMK di Kecamatan Tawangmangu.

 Ilustrasi sapi. (Freepik)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi sapi. (Freepik)

Solopos.com, KARANGANYAR — Kasus sapi suspek penyakit mulut dan kuku atau PMK di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah bertambah.

Sebelumnya, ditemukan sapi suspek penyakit mulut dan kuku di Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Kali ini, sapi suspek PMK ditemukan di wilayah Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Sebanyak lima ekor sapi dilaporkan mengalami sakit dengan gejala suhu tubuh di atas 39 derajat celcius, mulut berlendir, dan tubuh lesu.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Dispertan PP) Karanganyar, Heri Sulistyo, mengatakan lima ekor sapi suspek PMK telah dikarantina.

Selama masa karantina, jelasnya, kesehatan sapi tersebut dipantau secara ketat dan dijauhkan dari sapi lain. “Kami beri vitamin dan dilakukan penyemprotan disinfektan,” kata dia kepada Solopos.com, Minggu (29/5/2022).

Baca Juga : Peternak Jumapolo Beli Sapi Via Online, Ternyata Suspek PMK, Duh

Peternak di Sepanjang Tawangmangu itu membeli sapi dari wilayah Pacitan, Jawa Timur. Ternyata, sapi tersebut sakit. Sapi sakit itu lantas menular ke sapi lain. Total lima ekor sapi suspek PMK di Sepanjang.

Jual Beli Lokalan

Temuan kasus sapi suspek PMK di Sepanjang, Kecamatan Tawangmangu ini bermula dari laporan sapi sakit. Gejalanya suhu di atas 39 derajat celcius, mulut berlendir, dan tubuh lesu.

Kemudian, petugas memeriksa kesehatan hewan tersebut. Petugas mengambil sampel darah dan lendir mulut untuk dikirim ke Laboratorium Balai Besar Veteriner Yogyakarta.

Pengiriman sampel darah dan lendir mulut dari sapi di Sepanjang Tawangmangu itu hampir bersamaan dengan temuan sapi suspek PMK di Jumapolo. Dua sapi suspek PMK ditemukan di Jumapolo.

Baca Juga : PMK Merebak, Bupati Karanganyar Belum Berencana Tutup Pasar Hewan

Sapi suspek di Jumapolo ini dibeli peternak melalui situs belanja online. Peternak asal Jumapolo tergiur harga murah di marketplace.

Hingga akhirnya pembeli gerak cepat (gercep) menebus sapi itu tanpa mengetahui riwayat kesehatannya. Peternak ini membeli satu ekor sapi secara online. Lalu dikirim dan teryata sakit. Sapi sakit itu menularkan penyakitnya ke sapi lain.

Dispertan PP Karanganyar menerbitkan instruksi larangan menjual dan membeli hewan ternak asal luar kota. Transaksi jual beli ternak hanya boleh di lingkup Kabupaten Karanganyar. “Pasar hewan boleh buka. Tapi jual beli lokalan saja,” katanya.

Selain itu, Dispertan PP Karanganyar juga membentuk posko gerak cepat penanganan penyakit mulut dan kuku. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium Kesehatan Hewan (Keswan). Hasil laboratorium diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga : Sapi yang Dibeli Online di Jumapolo Diduga Tularkan Penyakit PMK

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

+ PLUS Mengayuh Sejarah Becak yang Lahir di Jepang sejak Restorasi Meiji

Di banyak negara berkembang di Asia dan Afrika, bahkan negara maju seperti di Jepang, becak masih menjadi sarana transportasi. Restorasi Meiji menjadi momentum sejarah lahirnya becak sebagai sarana transportasi di Jepang.

Berita Terkini

Di Sukoharjo, Gubernur Ganjar Ajak Bolo Ternak Tekan Penularan PMK

Ganjar menyaksikan proses penyuntikan vaksin PMK terhadap sapi di kandang milik warga Sukoharjo.

Aman! Seluruh Bus Bumel yang Mengaspal di Wonogiri Laik Jalan

Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri memastikan Bus Bumel yang masih beroperasi di Kabupaten Wonogiri laik jalan.

Jan Ethes Cucu Presiden Jokowi Tengah Libur Sekolah, Banyak Bermain?

Cucu Presiden Jokowi, Jan Ethes Srinarendra, yang baru lulus dari Taman Kanak-Kanak kini tengah menikmati libur sekolah. Apa saja aktivitasnya?

UMKM di Sragen Ini Temukan Teknik Menggoreng yang Hemat Migor 30 Persen

Pelaku UMKM jamur krispi di Sragen berhasil menemukan teknik menggoreng hemat minyak goreng. Teknik ini meraih juara I dalam lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova) 2022 yang digelar Pemkab Sragen.

Update PMK Sukoharjo: 800 Kasus Terjangkit, 1.300 Ternak Sudah Divaksin

Jumlah total jatah vaksin PMK yang diterima Sukoharjo ada 2.100 dosis, dengan prioritas penyuntikan di zona hijau.

Terkuak! Penyebab Air Sungai Berbusa di Karangdowo Klaten

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengecek ke lokasi alur sungai di Dukuh Jetis, Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo yang sempat berbusa, Rabu (29/6/2022) sore.

Berduaan di Kamar Hotel Klaten, Sejoli Remaja Ini Alasan Mampir Mandi

Sebanyak enam pasangan tak resmi terjaring razia tim gabungan, Kamis (30/6/2022). Dari keenam pasangan itu, ada satu pasangan yang masih usia remaja.

Alasan Makam Mbah Lenguk Tak Dipindah Saat Pasar Jamu Nguter Dibangun

Makam Mbah Lenguk ada di ujung lorong Pasar Jamu Nguter Sukoharjo yang terlindungi bangunan mungil mirip rumah lengkap dengan pintu kayu.

Koki Janda Semua, Warung Makan di Sukoharjo Ini Masakannya Suedeep!

Koki di warung makan Rudy 21 di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, semuanya berstatus janda.

Klaten Hari Ini: 30 Juni 2014, Pernah Ditemukan Ayam Terinfeksi Kolera

Delapan tahun lalu, tepatnya 30 Juni 2014, Solopos.com menurunkan berita tentang temuan ayam potong terinfeksi penyakit kolera yang dijual bebas di Pasar Kota Klaten.

Ngangeni Lur! Ini Nama Bus Bumel Trayek Solo-Wonogiri

Bus bumel trayek Solo-Wonogiri pernah berjaya pada era 1980 hingga awal tahun 2000. Namun sekarang, bus bumel berpotensi tergilas roda zaman.

Ironis, Sejumlah SD Inklusi di Karanganyar Tak Punya Guru Inklusi

Sejumlah SD inklusi di Karanganyar tak memiliki guru inklusi. Persoalan ini muncul setelah kewenangan pengelolan SLB ditarik pemerintah provinsi.

Naik Rp200.000/Ekor, Segini Harga Kambing Jelang Iduladha Di Kota Solo

Harga kambing yang dijual sejumlah pedagang di Pasar Hewan Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, naik hingga Rp200.000 per ekor menjelang Iduladha.

Bawang Merah Langka dan Mahal di Boyolali, Kulakan Pun Harus Rebutan

Pedagang mengaku untuk mendapatkan bawang merah juga penuh dengan perjuangan.

Jelang Pemilu 2024, Ormas Karanganyar Diajak Lawan Berita Berita Hoaks

Aparat penegak hukum di Karanganyar meminta organisasi masyarakat atau ormas di Bumi Intapari itu mengambil peran dalam memerangi berita hoaks menjelang Pemilu 2024.

Tersangka Penjebolan Keraton Kartasura Tidak Ditahan, Cuma Wajib Lapor

Tersangka penjebolan benteng bekas Keraton Kartasura siap membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.