KASUS BANSOS SUMUT : Rio Capella Masih Berharap Jadi Justice Collabolator
Mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella berjalan keluar ruangan saat akan menjalani sidang perdana kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait proses penanganan perkara bantuan daerah di Sumatera Utara di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (9/11/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Rosa Panggabean)

Kasus bansos Sumut menjerat Rio Capella sebagai terdakwa.

Solopos.com, JAKARTA - Mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella masih berharap KPK menjadikannya justice collaborator. Keinginan Patrice Rio itu kian kuat setelah mendengar tuntutan dua tahun penjara yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum.

"JC [justice collaborator] itu kan adalah menyampaikan fakta-fakta yang tidak saya sembunyikan. Itu berarti saya bekerja sama dengan KPK untuk sama-sama melihat kasus ini secara jernih," ujar Patrice seusai sidang, Senin (7/12/2015).

Sampai saat ini, Patrice belum mendapat jawaban resmi dari KPK terkait permohonannya menjadi justice collaborator dalam kasus yang juga menyeret Gubernur nonaktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho menjadi tersangka tersebut.

"Tidak ada upaya saya untuk mengelak atau saya tidak terima. Dari awal kan saya jelaskan saya terima. Tapi saya sudah kembalikan dan saya pikir JC itu jadi salah satu pertimbangan JPU, saya yakin itu, kita lihat saja nanti bagaimana pembelaan kita," tambah Patrice.

Patrice dituntut dua tahun penjara dan denda Rp50 juta lantaran dianggap menerima uang Rp200 juta dari Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti guna mendekatkan dengan Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan kasus korupsi Bansos Sumut.

Atas perbuatannya, Patrice disangkakan pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Pasal 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

SOLOPOS TV



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho