KASUS BAMBANG WIDJOJANTO : Praperadilan Dicabut, Pengacara BW: Mungkin Polisi Punya Iktikad Baik

KASUS BAMBANG WIDJOJANTO : Praperadilan Dicabut, Pengacara BW: Mungkin Polisi Punya Iktikad Baik

SOLOPOS.COM - Bambang Widjojanto (Dok)

Kasus Bambang Widjojanto di kepolisian belum berakhir meski BW telah dinyatakan tak bersalah oleh Komisi Pengawas Peradi.

Solopos.com, JAKARTA - Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto (BW) telah resmi mencabut permohonan gugatan praperadilannya pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas penetapan dirinya sebagai tersangka Bareskrim Polri.

Padahal dengan putusan yang telah dikeluarkan Pengawas Perhimpunan Advokasi Indonesia (Peradi) yang menyatakan Bambang tidak bersalah dalam kasus yang menjeratnya, Bambang berada di atas angin dan diprediksi akan memenangkan praperadilan yang telah diajukannya beberapa waktu lalu. (baca: Peradi: BW Tak Langgar Kode Etik Advokat)

Menurut penasihat hukum Bambang, Ainul Yaqin, pihaknya tetap akan mencabut permohonan gugatan praperadilan yang telah diajukannya pada tanggal 7 Mei 2015 lalu itu.

Pihaknya menunggu pihak Bareskrim Polri berbaik hati untuk menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dalam kasus dugaan mengarahkan saksi untuk ?memberi keterangan palsu di sengketa Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK)? yang menjerat Bambang Widjojanto sebagai tersangka.

"Kita memberikan kesempatan kepada polisi, mungkin [polisi] punya iktikad baik setelah adanya putusan Komisi Pengawas Peradi yang menyatakan tidak ada pelanggaran apa yang dilakukan Mas BW [Bambang Widjojanto]," tutur Ainul di Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Selain itu, Ainul menegaskan pihaknya juga akan kembali mengajukan permohonan gugatan praperadilan.

Hal itu dilakukan jika pihak Bareskrim Polri tidak juga memberikan SP3 terhadap Bambang Widjojanto, setelah satu pekan pihak Bambang mencabut permohonan gugatan praperadilannya dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Jika polisi tidak merespons, kemungkinan besar akan didaftarkan lagi praperadilannya," kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.