Tutup Iklan

Kasus Alkes, Siti Fadilah Supari Kembalikan Gratifikasi Rp1,35 M

 Terdakwa kasus korupsi alkes (mantan Menteri Kesehatan) Siti Fadilah Supari, Rabu (31/5/2017). (JIBI/Antara/Sigid Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Terdakwa kasus korupsi alkes (mantan Menteri Kesehatan) Siti Fadilah Supari, Rabu (31/5/2017). (JIBI/Antara/Sigid Kurniawan)

KPK menyatakan Siti Fadilah Spari telah mengembaliakan sebagian uang gratifikasi yang dituduhkan diterima olehnya.

Solopos.com, JAKARTA — Terdakwa kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) yang juga mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Siti Fadilah Supari telah mengembalikan uang Rp1,35 miliar kepada Komisi Pemberantasan Korupsi/KPK dari total Rp1,9 miliar gratifikasi yang dituduhkan kepadanya.

“Pada Selasa [6/6/2017] Ibu Siti Fadilah telah mengembalikan uang sebesar Rp1,35 miliar ke rekening KPK, sisanya sebesar Rp550 juta menunggu putusan perkara ini,” kata jaksa penuntut umum KPK Ali Fikri di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (7/6/2017) malam.

Untuk diketahui, dalam dakwaan kedua JPU KPK disebutkan Siti Fadilah menerima gratifikasi sebesar Rp1,9 miliar karena telah menyetujui revisi anggaran untuk kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) I serta memperbolehkan PT Graha Ismaya sebagai penyalur pengadaan Alkes I tersebut.

Suap itu berupa Mandiri Traveller Cheque (MTC) sejumlah 20 lembar senilai total Rp500 juta dari Sri Rahayu Wahyuningsih selaku manager Institusi PT Indofarma Tbk dan dari Rustam Syarifudin Pakaya selaku Kepala Pusat Penanggulangan Krisis atau PPK Depkes yang diperoleh dari Dirut PT Graha Ismaya Masrizal sejumlah Rp1,4 miliar juga berupa MTC. Sehingga totalnya adalah Rp1,9 miliar.

Hal itu didukung alat bukti surat berupa putusan Majelis Hakim Tipikor PN Jakarta Pusat No: 42/Pid.B/TPK/2012/PN.Jkt.Pst tanggal 27 Nopember 2012 atas nama Rustam Syarifuddin Pakaya yaitu mantan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis atau PPK Depkes yang telah berkekuatan hukum tetap.

“Terdakwa [Siti Fadilah] mengembalikan karena sesuai dengan perintah putusan hakim dalam perkara Rustam Pakaya,” tambah Ali.

Putusan Rustam menerangkan dalam perkara proyek pengadaan Alkes I PPK Departemen Kesehatan RI TA 2007 Siti Fadilah telah turut menerima MTC senilai Rp1,375 miliar dan berdasarkan putusan nomor 8 huruf a memerintahkan untuk menyita barang bergerak uang dari Siti Fadilah sejumlah Rp1,375 untuk dikembalikan ke kas negara.

“Dalam putusan Rustam tersebut, Rustam terbukti memberikan MTC senilai RP1,375 miliar kepada Siti Fadilah dalam kasus Alkes I dengan sumber MTC berasal dari PT Graha Ismaya,” jelas Ali.

Dalam perkara ini, JPU menuntut Siti 6 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan ditambah kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp1,9 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Tuntutan itu berdasarkan dakwaan pasal 3 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan pasal 11 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Dalam dakwaan pertama Siti Fadilah Supari didakwa merugikan keuangan negara senilai Rp6,1 miliar dalam kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penaggulangan Masalah Kesehatan (PPMK) dengan melakukan penunjukan langsung (PL) kepada PT Indofarma Tbk.

Dalam dakwaan kedua, Siti Fadilah dinilai menerima suap sebesar Rp1,9 miliar karena telah menyetujui revisi anggaran untuk kegiatan pengadaan alat kesehatan (alkes) I serta memperbolehkan PT Graha Ismaya sebagai penyalur pengadaan Alkes I tersebut.

Dalam nota pembelaan (pledoi), Siti Fadilah tidak mengakui perbuatan seperti yang dituduhkan JPU kepadanya.

“Sejak awal pemeriksaan di perkara ini di Bareskrim maupun di KPK sampai persidangan hari ini saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah melakukan sebagaimana tuntutan jaksa penuntut umum,” kata Siti Fadilah.


Berita Terkait

Berita Terkini

Foto-Foto Malam Renungan Hari AIDS Sedunia di Jakarta

Acara yang digelar secara gabungan oleh lembaga dan relawan pendamping orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Ada Makam Pinggir Jalan di Pajang Solo, Empunya Siapa?

Ada makam pinggir jalan di Pajang, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, yang dulu ternyata sumur. Kira-kira siapa yang dikubur di makam tersebut?

Dedy dan Suwardi Jadi Kandidat Kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen

Nama Dedy Endriyatno dan Suwardi mencuat sebagai kandidat kuat Ketua Kwarcab Pramuka Sragen.

Ramah Lingkungan, Semen Gresik Kembali Raih Penghargaan Industri Hijau

PT Semen Gresik (PTSG) kembali meraih Penghargaan Hijau Level 5 (tertinggi) Tahun 2021 dari Kementerian Perindustrian.

8 Rumah Rusak Akibat Bencana Tanah Bergerak di Lebak, Begini Kondisinya

Dua di antaranya rusak berat dan mengakibatkan 11 kepala keluarga mengungsi

Kota Malang Waspadai Dampak Kenaikan Volatile Food Pengaruhi Inflasi

Kota Malang mewaspadai kenaikan harga pada bahan-bahan makanan atau volatile food menjelang akhir tahun karena berpotensi mendongkrak inflasi.

Vaksin AstraZeneca Tidak Diminati Lansia Klaten

Lansia di Klaten lebih suka vaksin Sinovac daripada vaksin AstraZeneca.

Manchester United vs Arsenal: Ujian Berat Tanpa Rangnick

Manchester United bakal melakoni laga berat saat menjamu Arsenal dalam laga lanjutan Liga Premier Inggris, Jumat (3/12/2021) dini hari WIB.

C20 Ingatkan G20 Harus Lekas Mengatasi Kesenjangan Vaksinasi Global

Indonesia akan fokus mengerjakan tiga hal, yaitu penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi menuju energi berkelanjutan.

Round Up: Misteri Lorong Rahasia Bawah Tanah di Laweyan Solo

Pada masa Kerajaan Pajang, lorong bawah tanah di Laweyan, Solo, itu diperkirakan menjadi jalur distribusi candu.

Kapan SNMPTN 2022 Dibuka? Cek Sekarang, Jadwalnya Sudah Keluar Hlo!

Kira-kira kapan sih penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN 2022 dibuka? Ini hlo ada jadwal lengkapnya yang bisa kamu lihat di sini!

Unik, Buah Belimbing Milik Warga Wonogiri Ini Berwarna Merah

Buah belimbing berwarna merah itu dibagikan oleh akun Instagram @tani_ndezo pada Sabtu (27/11/2021).

Solopos Hari Ini: Janji Struktur Upah Ganjar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya menetapkan upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2022 tak jauh dari kenaikan upah minimum provinsi (UMP) yang hanya 0,78%.

Lagi Turun Nih! Cek Harga Emas di Pegadaian Kamis 2 Desember 2021

Harga emas batangan 24 karat yang dijual di Pegadaian pada Kamis (2/12/2021) terpantau turun dari harga kemarin.

Diet dengan Minum Air Putih, Aman Bagi Kesehatan?

Tidak sedikit orang melakukan diet dengan cara minum air putih, namun apakah itu aman bagi kesehatan?