Tutup Iklan

Kasus Aktif Covid-19 di Boyolali Menurun, Efek Gerakan di Rumah Saja?

Kasus aktif Covid-19 di Boyolali yang terus turun, dimungkinkan salah satunya merupakan dampak dari pelaksanaan Gerakan Boyolali di Rumah Saja.

 Warga bersepeda melintasi jalan utama di kawasan ibu kota Kabupaten Boyolali, Minggu (11/7/2021). Gerakan Minggu di Rumah Saja dan penutupan jalan dalam rangka membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat guna menekan persebaran Covid-19 membuat jalanan lebih sepi.

SOLOPOS.COM - Warga bersepeda melintasi jalan utama di kawasan ibu kota Kabupaten Boyolali, Minggu (11/7/2021). Gerakan Minggu di Rumah Saja dan penutupan jalan dalam rangka membatasi aktivitas dan mobilitas masyarakat guna menekan persebaran Covid-19 membuat jalanan lebih sepi.

Solopos.com, BOYOLALI — Kasus aktif Covid-19 di Boyolali yang terus turun, dimungkinkan salah satunya merupakan dampak dari pelaksanaan Gerakan Boyolali di Rumah Saja. Hingga saat ini pelaksanaan gerakan tersebut terus diperpanjang.

Berdasarkan pengumuman perpanjangan yang terakhir dilakukan, Gerakan Boyolali di Rumah Saja masih akan berlangsung pada 1 Agustus nanti.

Baca Juga: Adu Banteng Truk vs Truk di Madiun, Satu Orang Luka Parah

Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, per 30 Juli 2021, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 ada sebanyak 21.537 kasus. Dari jumlah itu, kasus aktif tercatat ada 1.774 kasus. Sebanyak 18.707 sudah dinyatakan sembuh dan 1.056 kasus meninggal dunia.

Untuk kasus aktif, trennya terus menurun sejak pekan ke-26 tahun ini. Jika pada pekan ke-26 tercatat sebanyak 27%, pada pekan ke-30 ini hanya sekitar 8,5%. Angka kesembuhan di Boyolali juga disebut terus meningkat.

Kondisi penurunan kasus aktif Covid-19 ini disebut salah satunya merupakan dampak dari pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan pelaksanaan Gerakan Boyolali di Rumah Saja. Diketahui sejak 27 Juni lalu Kabupaten Boyolali telah menjalankan Gerakan Boyolali di Rumah Saja setiap hari Minggu.

Pada pelaksanaan gerakan itu, aktivitas masyarakat di luar rumah dibatasi. Salah satu caranya dengan menutup fasilitas-fasilitas umum yang memungkinkan adanya kerumunan warga. Seperti pasar tradisional, tempat wisata, pusat perbelanjaan dan sebagainya. Jalan di pusat kota Boyolali pun disekat untuk membatasi mobilitas masyarakat.

Awalnya gerakan tersebut hanya direncanakan dua kali pelaksanaan. Namun hingga saat ini sudah diperpanjang menjadi enam kali pelaksanaan. Terakhir adalah Minggu (1/8/2021) nanti. Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari Pemkab Boyolali untuk memperpanjang pelaksanaan Gerakan Boyolali di Rumah Saja. Namun hal itu bisa saja dilakukan.

“Kami akan melihat perkembangannya dulu. Itu nanti tentatif saja, apakah perlu diperpanjang atau tidak,” kata Wakil Bupati Boyolali, Wahyu Irawan, Jumat (30/7/3/2021).

Baca Juga: Anda Tak Akan Menemukan Reklame Iklan Rokok di Kota di Jatim Ini

Di sisi lain dia juga mengatakan pelaksanaan Gerakan Boyolali di Rumah Saja memberi dampak positif untuk menekan potensi penularan Covid-19 di Boyolali. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Boyolali yang telah mendukung gerakan tersebut.

“Alhamdulillah kalau dilihat saat ini kasus aktif mengalami penurunan. Angka kesembuhan terus meningkat. Meskipun memang untuk kasus kematian masih tinggi,” kata dia.


Berita Terkait

Espos Premium

Berita Terkini

Mahasiswa UNS Solo Bikin Teh Celup dari Benalu, Kok Bisa?

Mahasiswa UNS Solo membuat penemuan unik yakni teh celup dari benalu yang kemudian diberdayakan di kalangan petani di Kemuning, Karanganyar.

Segera Dibentuk, Perbakin di Tiap Daerah di Soloraya

Sejumlah klub menembak seperti Senopati dan Mega Bintang yang hadir dalam Rakerkot itu mengusulkan perlu segera dibentuk pengurus Perbakin tingkat daerah

Pemkot Solo Belum Punya Regulasi Larangan Jualan Daging Anjing, Tapi...

Pemkot Solo hingga kini belum memiliki aturan yang melarang jual beli daging anjing dan hanya fokus pada upaya mencegah penyakit menularnya.

Libur Akhir Tahun, Pengelola TSTJ Solo Pasrah Ikuti Aturan Pemerintah

Pengelola objek wisata TSTJ Solo sudah bersiap menghadapi berbagai kemungkinan menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

Sragen Waspadai Varian Omicron, Ini Antisipasinya

Sragen masuk wilayah algomerasi Soloraya sehingga semua daerah di Soloraya harus bareng-bareng dalam menentukan status PPKM dan yang menjadi dasar daerah terendah.

Yamaha Gear 125, Si Jago Tanjakan yang Irit BBM

Yamaha Gear 125 menaklukkan tanjakan dan kelokan di Selo, Boyolali, hingga Ketep Pass, Magelang, dalam city tour bersama vlogger, blogger, dan para jurnalis yang digelar Yamaha Putra Utama Motor Boyolali.

Waduh! Banyak Anjing di Soloraya Ditelantarkan dan Dibuang, ke Mana Ya?

Sahabat Anjing Surakarta (SAS) menemukan banyak anjing peliharaan di wilayah Soloraya yang dibuang dan ditelantarkan karena berbagai sebab.

Anak Gugat Ibu di Boyolali, Sertifikat Tanah Sengketa Dipastikan Sah

BPN Boyolali memastikan sertifikat tanah yang menjadi objek sengketa dalam kasus anak menggugat orang ibu kandung di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, sah.

Bangunan Pasar Legi Selesai 100%, Pedagang Siap Boyongan?

Pembangunan Pasar Legi Solo sudah selesai 100%. Bangunan pasar rencananya diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pada akhir November 2021.

Lomba Menembak Internasional Meriahkan HUT ke-76 Brimob di Boyolali

Lomba menembak bertaraf internasional memperingati HUT ke-76 Brimob di Mako Brimob Boyolali di Gunung Kendil, Kecamatan Mojosongo, tak bisa dihadiri atlet luar negeri.

Rendengan, Atraksi Wisata Inisiatif Pokdarwis Pilangsari Sragen

Para pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis Siwur Emas Desa Pilangsari, Gesi, Sragen, membuat event wisata dengan nama Rendengan di hutan jati seluas hampir 1 hektare.

1.200 Santri Ikuti Ujian Munaqosah Wisuda Akbar Klaten Menghafal #5

Ketua Panitia Ujian Munaqosah Klaten Menghafal, Dhohir Subagyo, menjelaskan kegiatan itu dimaksudkan untuk membumikan Al-Qur’an.

Minyak Goreng Curah Disetop pada 2022, Pemkab Sukoharjo Tunggu Regulasi

emerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo sudah mendapatkan informasi penyetopan peredaran minyak goreng curah pada 2022 dari pemerintah pusat.

Wuihhh, Warga Sragen Barter Mobil dengan 1 Pot Monstera Marmorata

Seorang pencinta tanaman hias asal Wonotolo, Gondang, Sragen, Eko Duta Flora, berani melakukan barter mobil Daihatsu Grand Max.

Longsor Landa Sejumlah Lokasi di Karanganyar, Ini Sebaran Titiknya!

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Bumi Intanpari. Kali ini longsor terjadi di beberapa titik di wilayah Kecamatan Karangpandan dan Kecamatan Matesih, Sabtu (27/11/201) malam.

Ahli Waris Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja Bikin Surat Kesepakatan

Pemerintah Desa Demakijo, Karangnongko, Klaten, berinisiatif membuat  dokumen surat kesepakatan bersama (SKB) ahli waris terdampak tol solo-jogja.