Karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan Madiun Mengadu THR Cuma Dibayar 60%

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Madiunpos.com, MADIUN — Tunjangan hari raya (THR) puluhan karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, tidak dibayar penuh pada Lebaran 2019. Uang THR mereka hanya dibayar 60% dari total yang harus dibayarkan perusahaan.

Para karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan mengadukan pembayaran THR yang tidak penuh itu kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun, Senin (27/5/2019).

Sejumlah karyawan terlihat mendatangi kantor Disnaker Kabupaten Madiun. Mereka kemudian mengadukan pembayaran THR perusahaan kepada Kepala Disnaker Madiun, Wijanto Djoko Poernomo.

Perwakilan dari karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan, Darsiyanto, mengatakan ada sekitar 60 karyawan yang mengeluhkan uang THR mereka hanya dibayar 60%. Padahal, sesuai aturan ketenagakerjaan uang THR karyawan harus dibayar penuh oleh perusahaan.

Dia menuturkan karyawan yang THR-nya tidak dibayar penuh yaitu di bagian kantor dan security. Sedangkan karyawan yang di bagian produksi perkebunan uang THR dibayar penuh.

“Ini ada karyawan yang menjadi kepala bagian dan security yang THR-nya tidak dibayar penuh oleh perusahaan. Untuk itu kami mengadukan permasalahan ini kepada Disnaker untuk mendapatkan solusi,” kata dia.

Darsi menyampaikan alasan yang diberikan perusahaan terkait pembayaran THR tersebut karena perusahaan telah kehilangan 3,3 ton cengkih kering yang ada di gudang perusahaan itu. Karena kehilangan itu, perusahaan kemudian tidak memberikan THR secara penuh.

Untuk gaji karyawan perusahaan tersebut juga jauh dari UMK Kabupaten Madiun. Dia menyebut security setiap bulan hanya menerima upah Rp950.000 sedangkan karyawan sebagai kepala bagian gajinya Rp1,5 juta/bulan. Padahal UMK Kabupaten Madiun tahun 2019 sebesar Rp1,7 juta/bulan.

“Kami juga berharap pemerintah bisa menindak perusahaan karena gaji karyawan jauh dari UMK,” jelasnya.

Atas aduan itu, Darsi menuntut supaya perusahaan bisa membayar uang THR seluruh karyawan secara penuh. Hal ini karena THR merupakan hak seluruh karyawan yang diatur dalam aturan.

Seorang karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan, Budi Harso, mengatakan dirinya sudah mendapatkan uang THR pada Sabtu (25/5/2019) kemarin, tetapi nilainya hanya 60% dari gaji yang diterimanya. Ia mengaku setiap bulan hanya digaji Rp950.000.

“Saya kemarin sudah menerima uang THR. Tapi nilainya hanya Rp700.000. Uang THR tersebut saya kembalikan lagi ke perusahaan karena nilainya tidak sesuai,” ujar karyawan yang telah bekerja 32 tahun di perusahaan itu.

Dia mengaku baru tahun ini THR karyawan tidak dibayar penuh. Tahun-tahun sebelumnya, THR dibayar penuh. Ia berharap perusahaan bisa membayar THR sesuai aturan. Karena karyawan pun membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

Kepala Disnaker Madiun, Wijanto Djoko Poernomo, telah menerima aduan dari para karyawan PT Perkebunan Kopi Kandangan.

“Saya telah mendengar cerita dari para karyawan terkait permasalahan mereka. Kami akan menindaklanjutinya,” kata dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Berita Terkait

Berita Terkini

Wali Kota Makassar: Nakes Pembuat Surat Vaksinasi Palsu Akan Dipecat

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto memastikan tenaga kesehatan atau nakes pembuat surat vaksinasi Covid-19 palsu bakal dipecat.

Jasa Raharja Kini Terintegrasi ke E-Tilang

Aplikasi JRKu bisa dimanfaatkan oleh Korlantas Polri untuk mengecek data serta masa pajak kendaraan bermotor apakah telah dibayarkan atau belum.

Haedar Nashir: Yang Klaim Lembaga Negara Miliknya Belum Akil Baligh

Haedar mengutip pidato Sukarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI yang menyatakan bahwa pendirian negara Indonesia adalah untuk semua.

Awas! Penyakit Polio Intai Indonesia, Ini Penjelasan Satgas IDAI

Penyakit polio dikatakan Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) masih mengintai Indonesia karena vaksinasi terhenti akibat pandemi.

PDIP Beri Beasiswa Penelitian Perbandingan Era SBY dan Jokowi

Hasto mencontohkan, mengapa dalam era demokrasi dengan kompetisi yang sangat ketat, pada tahun 2009 ada parpol yang mencapai kenaikan perolehan suara 300 persen.

GSST Gunungkidul Diselenggarakan dengan Menerapkan Prokes Ketat

Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan GSST mulai Minggu (24/10/2021) hingga Rabu (3/11/2021) di masa pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Longgarkan Aktivitas Masyarakat, Pemkab Gunungkidul Ingatkan Prokes

Pemkab Gunungkidul menghimbau masyarakat untuk selalu taat protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi karena pemerintah sudah melonggarkan aktivitas.

Sejarah Hari Ini : 26 Oktober 2010, Gunung Merapi Meletus Dahsyat

Letusan dahsyat Gunung Merapi yang menewaskan ratusan orang menjadi salah satu peristiwa bersejarah yang terangkum dalam Sejarah Hari Ini, 26 Oktober.

Kapolres Nunukan Sempat Berencana Mutasi Anak Buah yang Dihajar

Dearystone mengatakan telegram rahasia mutasi tersebut sudah sempat dibuat oleh Kapolres Nunukan namun akhirnya dibatalkan Kapolda Kalimantan Utara.

Ini Daftar Harga STB Bersertifikasi Kominfo, Oktober 2021

Daftar harga lengkap Set Top Box (STB) yang disebut bersertifikasi Kementerian Kominfo.

Pemkab Sukoharjo Bagikan 1.700 Paket Bantuan, Driver Ojol Ikut Kebagian

Pemkab Sukoharjo membagikan bantuan sebanyak 1.700 paket kepada warga yang terdampak Covid-19 termasuk para driver ojek online.

Benarkah Pengangkatan Rahim Pengaruhi Kehidupan Seksual Wanita?

Tak sedikit wanita merasa khawatir operasi pengangkatan rahim seperti dialami artis Melanie Subono bisa pengaruhi kehidupan seksual mereka.

Jokowi Tunjuk Mobil Listrik Ini untuk KTT G20 di Bali

Presiden Jokowi tunjuk mobil VIP untuk KTT G20 di Bali tahun depan.

Film Dokumenter Netflix Ini Kupas Sosok Pembunuh Berantai di Korsel

Serial dokumenter Netflix ini memiliki total tiga episode dari hasil garapan sutradara/produser Amerika Rob Sixsmit.

Bikin Mrinding! Pinjol Ilegal Ancam Kirim Santet Saat Tagih Utang

Pekerja pinjaman online atau pinjol ilegal tak segan mengancam saat menagih hutang, salah satunya mengirim santet ke korban.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal seusai Diklat Menwa, BEM SV: Usut Tuntas!

BEM SV UNS Solo menuntut kampus, kepolisian dan Menwa segera mengusut tuntas kasus mahasiswa bernama Gilang Endi yang meninggal seusai diklat.