Eks Karyawan Paytren Minta Gaji Mereka Dibayar Yusuf Mansur

Salah satu karyawan, Isaf, mengaku ia dan teman-temannya kini sedang bersiap untuk menggugat PT VSI yang dipunyai Yusuf Mansur. 

 Ishaf (kanan) dan beberapa karyawan Paytren lainnya belum mendapat gaji setelah dirumahkan sejak beberapa waktu lalu. (Thayyibah Channel)

SOLOPOS.COM - Ishaf (kanan) dan beberapa karyawan Paytren lainnya belum mendapat gaji setelah dirumahkan sejak beberapa waktu lalu. (Thayyibah Channel)

Solopos.com, JAKARTA — Ustaz Yusuf Mansur menyatakan sedang memproses penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO) tujuh perusahaannya, termasuk PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren).

Ketujuh perusahaannya itu sedang bersiap go public. Namun sejumlah fakta di lapangan justru menunjukkan Paytren sedang ada masalah.

PromosiSupaya Pelajaran Sejarah Menarik, Komikkan Saja!

Sejumlah karyawan di PT Veritra Sentosa Internasional (VSI) menunggu kepastian nasib mereka setelah dirumahkan tanpa mendapatkan gaji. Sebagian mantan karyawan juga belum mendapatkan pesangon meski sudah di-PHK beberapa waktu sebelumnya.

Fakta itu terungkap dalam wawancara wartawan Thayyibah.com, Sudarso Arief Bakuama dengan sejumlah karyawan perusahaan dengan produk Paytren itu.

“Ada banyak teman yang dirumahkan. Bahkan ada grup WA yang membahas itu. Sekarang saya sedang dirumahkan. Saya pasti ikut nuntut, gaji saya belum dibayar,” ujar salah satu karyawan, Ishaf seperti dikutip Solopos.com, Rabu (19/1/2022).

Baca Juga: Kena Sanksi OJK, Yusuf Mansur Ubah Patungan Usaha Jadi Paytren

Ishaf mengaku bekerja di PT VSI sejak 2013 sebelum perusahaan itu menjadi milik Yusuf Mansur setelah disedekahkan sang pemilik, Febrian Agung pada 2015.

Meskipun Yusuf Mansur menyebut Paytren sedang dalam proses IPO, ia mengakui kondisi riilnya keuangan perusahaan memburuk. Menurutnya, saat ini omzet perusahaan berkurang sangat banyak. Pengguna Paytren tidak bertambah karena produk e-money banyak pesaing.

Ishaf mengaku sudah mengajukan pemutusan hukuman kerja (PHK) agar mendapat pesangon namun tidak dikabulkan.

” Saya sebenarnya minta PHK tapi ada statement dari kantor ‘gak ada uang’, karena PHK sebelumnya pun belum dibayar,” katanya.

Baca Juga: Akhirnya, Paytren Yusuf Mansyur Kantongi Izin OJK

Bersama sejumlah karyawan Paytren lainnya, Ishaf menuntut dai kondang itu memenuhi kewajibannya. “Gaji saya belum dibayar. Saya ya pasti nuntut, sudah pengaduan ke Disnaker, sudah bipartit juga. Tapi ya gitu-gitu aja,” tutupnya.

Mantan rekan bisnis Yusuf Mansur, Febrian Agung mendoakan agar dai kondang itu segera keluar dari masalah yang membelitnya. Ia prihatin dengan kondisi di Paytren karena sebagian besar karyawan di Paytren adalah orang yang dulu ia rekrut.

“Semoga Ustaz diberi kemudian untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ini. Semoga diberi jalan keluar terbaik,” katanya kepada wartawan Sudarso.

Sementara itu, Ustaz Yusuf Mansur meminta para karyawan Paytren untuk bersabar. Ucapan itu ia sampaikan di hadapan puluhan leader Paytren yang datang ke Institut Darul Quran, Tangerang sebagaimana dibagikan Rektor Darul Quran Institute, Anwar Sani di akun Instagramnya, @anwarsani_daqu, Minggu (16/1/2022).

“Saya masih bertahan dengan narasi-narasi besar, karena seperti yang saya ajarkan, sekali kita jatuhin omongan, jangan dipatahin. Apapun kejadiannya, seperti apapun peristiwa dan kesulitannya,” ujar Yusuf Mansur seperti dikutip Solopos.com, Selasa (18/1/2022).

Baca Juga: Wow, Pebisnis Ini Sedekah Perusahaan kepada Ustaz Yusuf Mansur

Berbagai ujian yang datang, ujar dia, harus menjadikan setiap orang matang. Yusuf Mansur mengajak seluruh karyawan Paytren untuk bergembira.

“Saya dan kita semua harusnya stabil, karena Allah SWT bilang ‘bergembiralah’, wabasyiris shabirin, kan begitu, ‘udah gembira-gembira aja’. Itu yang membuat saya masih mikirin yang lain,” lanjutnya.

Yusuf Mansur menegaskan berbagai gugatan yang datang kepada dirinya beberapa waktu terakhir tidak membuatnya goyah. Justru semua itu membuatnya semakin bersemangat.

“Ndak ada lho yang berubah dari saya, kecuali berat badan. Ibu Bapak dan saudara-saudara di Paytren, terima kasih banyak sudah ke sini, teman-teman ke sini saja merupakan obat bagi saya,” katanya.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Fajar Kebangkitan Industri Penerbangan Makin Terang

Pemulihan industri penerbangan telah mulai di sejumlah negara. Mudik Lebaran 2022 menjadi laksana fajar merekah pertanda pemulihan industri penerbangan domestik Indonesia.

Sosok Lin Che Wei, Pembongkar Kasus Lippo yang Terjerat Kasus Migor

Analisis Lin Che Wei sempat menuai kontroversial karena membongkar skandal di Bank Lippo pada 2003.

Dea Onlyfans Hamil dan Minta Tak Ditahan, Ini Aturan Hukumnya

Dea OnlyFans meminta polisi tidak menahannya karena dirinya sedang berbadan dua.

Keren! Pemilik Miyago Naknan Dapat Suntikan Dana dari Menteri Investasi

Bukan hanya pemilik Miyago Naknan, terdapat tiga mahasiswa lainnya yang juga memperoleh suntikan dana segar dari Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia.

Pulau Terkecil di Dunia Ternyata di Indonesia, di Sini Lokasinya

PBB mengakui Pulau Simping di Singkawang Kalimantan Barat merupakan pulau terkecil di dunia.

Pentagon Buka Suara Soal UFO, Bukan Fiksi dan Jadi Ancaman Serius

Setelah puluhan tahun Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) bungkam mengenai fenomena UFO (Unidentified Flying Object) atau benda terbang tak dikenal, akhirnya mereka buka suara pada audiensi publik pertama, Selasa (17/5/2022), yang dapat ditarik kesimpulan bahwa fenomena tersebut bukan fiksi dan dianggap sebagai ancaman serius.

Kinerja Kabinet Jokowi Kian Terpuruk karena Menteri Sibuk Kampanye

Ketua Umum Partai Gelora Anis Matta mengatakan manuver politik para menteri Jokowi tidak hanya menimbulkan persoalan moral dan etika, tapi juga kontradiksi kompleksitas sistem presidensial.

Kisah Pilu Medusa, Wanita Cantik Jelita yang Dikutuk Berambut Ular

Dalam mitologi Yunani, Medusa dikenal sebagai sosok wanita cantik jelita yang dikutuk berambut ular namun memiliki kekuatan yang mematikan.

Semangat Merdeka Belajar untuk Pemulihan Pendidikan Asia Pasifik

Sistem pengajaran yang memerdekakan adalah jalan terbaik memulihkan sektor pendidikan di kawasan Asia Pasifik. Semua negara di kawasan ini harus bekerja sama memulihkan sektor pendidikan.

Hadir di UKSW, Menteri KKP Ungkap Strategi Ekonomi Biru dan Riset PT

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono hadir dalam ajang Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Leaders Forum hari ke-2 yang berlangsung di Balairung Universitas.

Mengintip Isi Cawet, Desa Nan Indah di Pemalang

Inilah pemandangan indah di Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

PT BSI (BRIS) Akan Right Issue Kuartal III/2022, Segini Nilainya

Kuartal III/2022, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk. (BRIS) akan melakukan right issue sebagai upaya penambahan modal.

Siapa Wirda Mansur yang Bilang Paytren Baik-Baik Saja?

Di Paytren Wirda Mansur menjabat Direktur Inovasi & Pengembangan.

Ketika Pemain Kendang Mengacau, Humor dan Dagelan ala Srimulat

Film Srimulat: Hil yang Mustahal diawali adegan kelompok lawak Srimulat yang sedang populer terganggu penampilannya karena kemunculan pemain kendang yang lebih lucu bernama Gepeng (Bio One).

Wirda Mansur dan Kuasa Hukum Paytren Beda Suara, Siapa yang Bohong?

Pernyataan Wirda Mansur itu berbeda dengan pengakuan kuasa hukum Paytren yang menjadi wakil dalam perundingan tripartit atas gugatan 14 karyawan di Kantor Disnaker Bandung.

Tripartit Yusuf Mansur Berlanjut 25 Mei, Karyawan Tuntut Gaji Dibayar

PT VSI melalui kuasa hukumnya, Carlos menyatakan perusahaan milik Yusuf Mansur itu tidak punya dana cukup untuk membayar karyawan.