Kartasura dan Baki Masuk, Ini Zona Merah Covid-19 Sukoharjo
Ilustrasi virus corona (Covid-19). (Freepik.com)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua kecamatan di Sukoharjo yakni Kartasura dan Baki menambah luas zona merah persebaran Covid-19.

Dua kecamatan itu dimasukkan zona merah setelah masing-masing ada dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan demikian, saat ini ada tiga dari total 12 kecamatan di Sukoharjo masuk zona merah.

Selain Kartasura dan Baki, Grogol juga sudah lebih dulu masuk zona merah persebaran pandemi Corona di Sukoharjo.

Update! 2 Lagi PDP Covid-19 Solo Meninggal Dunia, Pasien Positif Masih 4 Orang

Tambahan empat pasien positif corona dari dua kecamatan itu membuat jumlah total pasien terkonfirmasi positif di Sukoharjo melonjak menjadi enam orang hingga Kamis (9/4/2020).

Informasi yang diperoleh Solopos.com dari laman http://corona.sukoharjokab.go.id, dari enam orang yang positif Covid-19 itu, satu orang di antaranya meninggal dunia.

Pasien positif corona yang meninggal itu berasal dari Grogol, yang otomatis membuat wilayah itu masuk zona merah persebaran Covid-19 di Sukoharjo.

Bukan Warga Banyuanyar Solo, 2 Mayat Telanjang di Sajadah dari Tangerang dan Wonogiri

Lima pasien positif Covid-19 lainnya, empat di antaranya baru dipastikan positif pada Kamis, saat ini masih dirawat di rumah sakit rujukan di Solo.

Empat pasien positif terdiri dari dua pasien asal Baki dan dua pasien asal Kartasura.

Physical Distancing

"Ini berdasarkan hasil tes swab sehingga keakuratannya lebih tinggi. Dua pasien positif berasal dari Kartasura dan dua pasien positif lainnya berasal dari Baki," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Gani Suharto, Kamis (9/4/2020).

Dengan adanya masing-masing dua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 ini, Baki dan Kartasura menyusul Grogol masuk zona merah persebaran Covid-19 di Sukoharjo.

Kisah Pilu Pasien Sembuh dari Corona di Sukoharjo: Tak Bisa Pulang ke Kos & Ditolak Warga

Selain pasien positif corona, di Sukoharjo saat ini juga ada 30 pasien dalam pengawasan atau PDP dan 414 orang dalam pemantauan atau ODP.

Gani Suharto meminta warga tak panik dan tetap tenang menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Protokol itu yakni bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

Apabila terpaksa keluar rumah, terapkan protokol physical ditancing atau menjaga jarak. Dengan begitu bisa membantu memutus mata rantai persebaran virus corona.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho