Karsa Autentik Bung Hatta untuk Bangsa: Demokrasi dan Intelektualisme

Mohammad Hatta alias Bung Hatta (12 Agustus 1902—14 Maret 1980) adalah politikus autentik. Kini sangat sulit menemukan sosok politikus seautentik Bung Hatta. Tanggal 12 Agustus 2022 tepat 120 tahun Bung Hatta.

 Bung Hatta (upt-perpusbunghatta.perpusnas.go.id)

SOLOPOS.COM - Bung Hatta (upt-perpusbunghatta.perpusnas.go.id)

Solopos.com, SOLO – Mohammad Hatta alias Bung Hatta (12 Agustus 1902—14 Maret 1980) adalah politikus autentik. Kini sangat sulit menemukan sosok politikus seautentik Bung Hatta. Tanggal 12 Agustus 2022 tepat 120 tahun Bung Hatta.

Putri kedua Bung Hatta, Gemala Rabi’ah Hatta, ketika tampil sejenak dalam diskusi daring membahas 120 tahun Bung Hatta yang diselenggarakan perkumpulan Satupena pada Kamis (11/8/2022) malam, mengatakam keluarga Bung Hatta menyelenggarakan acara khusus di Bukittinggi untuk memperingati 120 tahun Bung Hatta.

“Mohon maaf saya tidak bisa berbicara banyak di diskusi ini. Saya sedang dalam perjalanan menuju Bukittingi untuk persiapan perayaan 120 tahun Bung Hatta,” kata Gemala dalam dikusi daring melalui Zoom Cloud Meeting.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Jamu Jampi Usodo, Warisan Nusantara Menyehatkan Dunia

Jamu, dari bahasa Jawa kuno jampi atau usodo sebagai salah satu minuman tradisional Indonesia, telah diajukan ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nusantara yang menyehatkan dunia.

+ PLUS Nazar Raja Medang Lahirkan Akses Penyeberangan Kuno Sungai Bengawan Solo

Bukti adanya akses penyeberangan kuno Sungai Bengawan Solo yang dibangun pada masa Kerajaan Medang atau Mataram Kuno tertuang dalam Prasasti Telang yang ditulis pada 6 Poroterang bulan Posya tahun 825 Saka (11 Januari 903 M).

+ PLUS Srintil Sang Primadona, Mahal dan Satu-Satunya di Dunia

Srintil adalah nama tembakau khas dan satu-satunya di dunia yang berasal dari Temanggung yang harga per kilogramnya hampir setara dengan emas 24 karat.

+ PLUS Lesti Kejora dan Sindrom Tawanan yang Bikin KDRT bak Fenomena Gunung Es

KDRT terjadi dalam lingkup personal yang penuh muatan relasi emosi sehingga penyelesaiannya tidak segampang kasus-kasus kriminal lain. Kasus KDRT sendiri bak fenomena gunung es yang lebih banyak terpendam daripada yang terlihat.

+ PLUS Tragis Nasib Suali, Bupati Boyolali yang Dieksekusi Mati karena PKI

Nasib tragis menimpa Bupati Boyolali periode 1958-1965, Suali Dwijosukanto yang dieksekusi mati pasca-Gerakan 30 September 1965.

+ PLUS Meratus, Kerak Samudera Tertua Indonesia Menuju Geopark Kelas Dunia

Kawasan pegunungan tua di tenggara Pulau Kalimantan serta membelah Provinsi Kalimantan Selatan, Meratus, tengah diajukan dalam deretan taman bumi atau geopark kelas dunia.

+ PLUS Dulu sampai Sekarang, Sekaten Ajang Warga Cari Hiburan

Tradisi Sekaten di Alun-alun Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat merupakan salah satu cara dakwah agama Islam juga sarana hiburan masyarakat dari dulu hingga sekarang.

+ PLUS Bak Film Selamatkan Bumi, Pesawat NASA Tabrak Diri ke Asteroid

Layaknya film Armageddon, pesawat luar angkasa NASA menabrakkan diri ke asteroid raksasa untuk menyelamatkan Bumi.

+ PLUS Malam Mencekam di Bumi Sukowati, Berondongan Tembakan Akhiri Hidup Orang PKI

Di Sragen terdapat beberapa tempat yang dipakai untuk mengeksekusi mati orang-orang yang dicap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan cara diberondong tembakan.

+ PLUS Konversi Plastik Jadi BBM, Wong Sukoharjo Selesaikan 2 Masalah dengan 1 Solusi

Keberhasilan Purwanto, 40, warga Mojolaban, Sukoharjo, dalam mengolah sampah plastik menjadi BBM tak hanya menghadirkan solusi atas masalah pencemaran lingkungan tetapi juga turut meringankan beban masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan bakar ini.

+ PLUS Akhir Petualangan Serigala Berbulu Domba, Ayah Sejuta Anak yang Menjual Anak

Suhendra sempat mendapat julukan sebagai “Ayah Sejuta Anak” karena menampung 55 bayi yang kelahirannya di dunia tidak diinginkan orang tuanya. Namun, ia akhirnya ditangkap polisi karena terlibat kasus penjualan anak.

+ PLUS Dijajah Belanda, Tapi Tak Bisa Berbahasa Belanda

Pendidikan tak merata pada masa penjajahan Belanda membuat tak banyak masyarakat Indonesia yang fasih berbahasa Belanda.

+ PLUS Reog Ponorogo Media Dakwah Islam dari Riyokun, Husnul Khatimah

Reog Ponorogo adalah salah satu media dakwah Islam yang berasal dari kata riyokun yang berarti husnul khatimah.

+ PLUS Anak Muda Percayai Media Sosial untuk Segala

Survei Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut anak muda kini lebih banyak mencari informasi melalui media sosial sebagai sumber dari segala sumber.

+ PLUS Tegang di Selat Taiwan, Kapal Perang Amerika Serikat Mematai China

Sejumlah kapal perang Amerika Serikat tampak muncul di kawasan Pasifik Barat yang diduga menggertak China atas konfliknya dengan Taiwan.

+ PLUS Waspada Child Grooming, Pintu Masuk Predator Seksual Perdayai Korban

Child grooming merupakan modus predator seksual untuk memperdayai targetnya yang masih anak-anak. Child grooming menjadi pintu masuk predator seksual beraksi dengan mengincar anak di bawah umur.

+ PLUS Kabar Tak Sedap Masih Hantui Mi Sedaap di Mancanegara

Kabar tak sedap kembali menghantui Mi Sedaap. Produk Mi Sedaap varian Korean Spicy Chicken ditarik dari peredaran di Hong Kong karena dianggap mengandung etilen oksida, bahan kimia yang biasa dipakai dalam pestisida.

+ PLUS Sagi & Sangkala, Pemain Bola Binaan Hindia Belanda yang Populer Seantero Negeri

Jauh sebelum Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945, negara yang kala itu masih bernama Hindia Belanda pernah memiliki dua pesepak bola hebat bernama Sagi dan Sangkala. Dua pemain ini bahkan cukup disegani tak hanya di tanah air, tetapi juga di luar negeri.

+ PLUS Menyibak Latar Gerakan Kiri di Lumbung Merah Klaten

Pada 1950an hingga 1960an, Klaten dikenal sebagai lumbung merah yang memiliki basis aktivis yang berafiliasi dengan gerakan kiri, sebagai akibat dari persoalan kronis agraria puluhan tahun.

+ PLUS Dua Juta Tahun Lalu, Manusia Pertama Mendiami Pulau Jawa

Data antropologi menyebut bahwa Pulau Jawa telah dihuni oleh manusia selama kurang lebih 2 juta tahun.