Tutup Iklan
Ilustrasi petugas mematikan kebakaran hutan di Gunung Merapi, Jateng. (Antara-BPBD Kabupaten Magelang)

Solopos.com, SEMARANG – Kebakaran hutan dan lahan atau yang populer disebut karhutla melanda sebagian wilayah Indonesia pada musim kemarau seperti saat ini. Wilayah yang terkena dampak karhutla itu tak lain adalah Jawa Tengah (Jateng).

Beberapa hutan di Jateng sempat mengalami kebakaran, seperti di lereng Gunung Sumbing, lereng Gunung Merapi, hingga lereng Gunung Slamet.

Kendati demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng mengaku masih mengatasi karhutla tersebut. Mereka bahkan menolak bantuan water bombing yang akan diberikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan alasan masih sanggup mengatasi dengan mengusung kerafiran lokal.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Sudaryanto, mengaku karhutla yang terjadi di sejumlah kabupaten saat ini masih bisa diatasi dengan mengerahkan personel BPBD yang dibantu sukarelawan SAR, serta masyarakat setempat.

“Jadi ketika pekan kemarin Pak Donny Monardo [Kepala BNPB] menawari bantuan berupa water bombing, otomatis kita tolak. Kita masih bisa mengatasi kebakaran lahan yang muncul saat ini. Tim di kabupaten dan kota masih bisa mengatasi dengan cara-cara manual,” ujar Sudaryanto kepada wartawan di Semarang.

Sudaryanto mengaku kebakaran hutan yang terjadi di Jateng sepanjang tahun ini belum begitu besar. Kebakaran lahan itu pun masih bisa diatasi dengan cara-cara manual yang mengusung kearifan lokal.

“Biasanya mereka [tim BPBD dan SAR] bergerak cepat begitu tahu ada kebakaran hutan. Mereka sering gunakan karung goni buat memadamkan api,” imbuhnya.

Sudaryanto mengklaim karhutla di Jateng pada musim kemarau kali ini cenderung tidak parah jika dibandingkan tahun lalu. Kebakaran hanya muncul di beberapa titik dnegan cakupan yang kecil.

Kebakaran hutan tahun ini pun juga terjadi di beberapa lokasi rawan, seperti lereng Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan lahan ilalalng di Blora.

“Kalau dibanding tahun lalu ya kondisi sekarang lebih sedikit. Tahun lalu kebaran yang ebsar terjadi di lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing,” ujar mantan Kepala Bapermadesdukcapil Jateng itu.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten