Karena Salah Paham, Pelaku Keroyok & Kalungi Celurit Warga Pedan Klaten

Karena salah paham, dua orang pelaku tega melakukan pengeroyokan dan mengalungi leher seorang warga Pedan, Klaten, Jawa Tengah, dengan celurit.

 Polisi menunjukkan barang bukti berupa celurit yang dibawa pelaku penganiayaan di wilayah Kecamatan Pedan saat menggelar pers rilis di Mapolres Klaten, Kamis (12/5/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Polisi menunjukkan barang bukti berupa celurit yang dibawa pelaku penganiayaan di wilayah Kecamatan Pedan saat menggelar pers rilis di Mapolres Klaten, Kamis (12/5/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Dikarenakan salah paham, dua orang melakukan pengeroyokan terhadap seorang warga Desa Bendo, Pedan, Klaten pada Senin (9/5/2022).

Dua orang pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka ini tega melakukan perbuatan keji tersebut karena ada kesalahpahaman antara pelaku dan korban.

PromosiSejarah Kanal Baki dan Dam Bareng Sukoharjo Peninggalan Hindia Belanda

Tersangka mengira korban menantang pelaku sehingga membuat mereka melakukan aksi kekerasan tersebut.

“Pelaku datang ke rumah korban dengan membawa senjata tajam [sajam] jenis celurit yang kemudian dikalungkan ke leher korban. Kemudian korban dipukul menggunakan tangan kosong oleh pelaku,” terang Wakapolres Klaten, Kompol Sumiarta, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Eko Prasetya di Mapolres Klaten, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga:  Lokasi Kecelakaan Maut Sukoharjo Dikenal Area Black Spot, Apa Itu?

Salah satu tersangka pengeroyokan dengan celurit berinisial M terhadap warga Pedan berinisial, merupakan seorang residivis. Dia pernah terjerat perkara pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan.

Eko menjelaskan saat kejadian dua pelaku datang ke rumah korban untuk mengklarifikasi. Saat itu, mereka dalam kondisi di bawah pengaruh miras. Pelaku mendatangi korban dengan membawa satu sajam kemudian melakukan kekerasan. Korban mengalami luka ringan pada bagian leher.

Baca Juga:  Dibuka Lagi, CFD Solo Diperpanjang hingga Depan Balai Kota Solo

“Pelaku berinisial RD memegangi baju korban sambil mengacungkan senjata tajam ke leher. Pelaku M berusaha memukul korban. Saat korban menghindar, lehernya terkena senjata tajam [yang dikalungkan oleh salah satu pelaku]. Korban mengalami luka ringan di leher,” ungkap dia.

RD, mengaku membawa sajam berupa celurit saat mendatangi korban. RD menjelaskan aksi penganiayaan yang dia lakukan bersama seorang temannya terjadi lantaran merasa diancam korban. Dia menjelaskan sebelumnya tak ada permasalahan dengan korban.

Baca Juga:  Tak Boleh di Jalanan, Kereta Kelinci Hanya Beroperasi di Objek Wisata

Atas perbuatannya tersebut, mereka dijerat pasal 170 KUHP atau 351 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan Undang-Undang Darurat RI nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Baca Juga:  Dijuluki Sekolah Artis, Ini Sejarah SMAN 7 Solo

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

+ PLUS Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Berita Terkini

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.

Aksi Gladiator Rampokan Macan, Satu Penyebab Punahnya Harimau Jawa

Aksi pertarungan antara manusia dengan hewan sebagai tontonan publik layaknya gladiator pernah berlangsung di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada abad ke-17 hingga awal abad ke-20, berjuluk Rampokan Macan yang diduga menjadi salah satu penyebab menyusutnya populasi hingga punahnya harimau Jawa.

Pernikahan Adik Jokowi-Ketua MK, Ganjar Dapat Undangan? Ini Kata Rudy

Ketua DPC PDIP Solo, F. X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan pendapat apakah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, akan diundang saat pernikahan adik Presiden Jokowi-Ketua MK pada Kamis (26/5/2022).

Sampah Meluber di Tengah Jalan Usai CFD di Solo, Begini Respons DLH

DLH Kota Solo merespons keberadaan bak sampah plastik yang isinya meluber di tengah Jl. Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah seusai pelaksanaan Solo Car Free Day (CFD) pada Minggu (22/5/2022).

Jukir Ngepruk Tarif Parkir di CFD Solo, Dishub: Tak Boleh Sembarangan

Dishub Kota Solo akan menindak tegas oknum juru parkir nakal yang terindikasi ngepruk tarif mahal di CFD.