Karena Eks Napi, Calon Kades Singopadu Merasa Dijegal dan Dizalimi

Adanya upaya keberatan dan tidak setuju itu dianggap Sukirdi sebagai upaya penjegalan terhadap pencalonannya dan dua calon lainnya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antarwaktu (PAW).

 Perwakilan warga menunjukkan satu bendel salinan surat keberatan dan tidak setuju yang dilayangkan ke Panitia Pilkades PAW Singopadu, Sidoharjo, Sragen, Senin (20/6/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

SOLOPOS.COM - Perwakilan warga menunjukkan satu bendel salinan surat keberatan dan tidak setuju yang dilayangkan ke Panitia Pilkades PAW Singopadu, Sidoharjo, Sragen, Senin (20/6/2022). (Solopos.com/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN–Salah satu calon kepala desa (kades) yang juga eks narapidana (napi) Sukirdi angkat bicara untuk menanggapi adanya keberatan dari warga terkait dengan statusnya sebagai eks napi.

Adanya upaya keberatan dan tidak setuju itu dianggap Sukirdi sebagai upaya penjegalan terhadap pencalonannya dan dua calon lainnya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antarwaktu (PAW).

PromosiHari Keluarga Nasional: Kudu Tepat, Ortu Jangan Pelit Gadget ke Anak!

“Kalau masyarakat keberatan terhadap saya, ya biar mencari tahu. Semua sudah diatur. Pengadilan Negeri sudah menyerahkan surat bersih diri untuk saya. Dalam mengeluarkan surat itu berdasarkan kajian yang jlimet. Keberatan itu saya kira tidak mulus [murni] dari masyarakat, tetapi ada provokatornya yang ingin menaikkan salah satu calon. Hitung-hitungan perangkingan nilai itu sudah diatur Bupati [dalam Perbup No. 28/2022]. Ada calon yang nilainya nol, masyarakat mendukung situ supaya naik dan menjegal lainnya,” ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (20/6/2022), di Balai Desa Singopadu, Sidoharjo, Sragen.

Dia mengatakan dulu ada yang mendemo dua calon lain dan kemudian dia merasa mendapat giliran dijegal.

Dia meminta Panitia Pilkades PAW harus netral. Sukirdi merasa dizalimi. Dia mengatakan dulu ada satu calon mencoba dijatuhkan lantaran belum lunas pajak. Dia mempertanyakan apa hubungannya kepengurusan pajak dengan Pilkades PAW.

Baca Juga: Warga Kirim Surat Keberatan 3 Calon Kades Pilkades PAW Singopadu

“Pengadilan sudah memberi surat kepada saya. Pengadilan tidak gegabah. Perabot saya lengkap. Saya dengar ada yang datang ke pengadilan, ke kepolisian, dan Bupati. Kami tidak masalah kalau ada warga yang keberatan. Kalau ada yang tidak puas silakan kalau mau melawan. Saya itu menjalani hukuman itu bukan dengan ancaman lima tahun, tetapi empat tahun sesuai dengan Pasal 303 bis KUHP. Kalau seperti ini terus kapan mau mendewasakan masyarakat,” jelasnya.

Calon kades lainnya, Paiman, yang disebut-sebut sebagai anggota Panitia Pilkades PAW Singopadu juga ikut menjelaskan duduk perkaranya.

Paiman saat ditemui wartawan menyampaikan awalnya Singopadu itu ada kekosongan kades kemudian dibentuk panitia Pilkades PAW.

Dalam pembentukan panitia Pilkades PAW itu, Paiman mengaku tidak datang karena memang tidak mau.

“Sekalipun saya belum pernah diajak panitia. Ada undangan saja belum pernah, apalagi di-jawil. Sejak awal saya sudah berniat untuk maju sebagai calon dalam Pilkades PAW ini. Awalnya ada Pak Carik [Sekdes] yang mau nyalon ternyata tidak jadi. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menjadi calon kades,” ujarnya.

Baca Juga: 2 Mantan Napi Daftar Jadi Kontestan Pilkades PAW Singopadu Sragen

Paiman mengaku belum pernah mendapat surat menjadi panitia Pilkades PAW. Dia juga belum pernah tanda tangan rapat panitia. Dia tidak tahu siapa yang mengeluarkan SK itu.

Sementara itu, Ketua Panitia Pilkades PAW Singopadu, Joko Widodo, menyampaikan Pilkades PAW Singopadu sampai pada tahapan penelitian berkas terakhir pada Senin dan akan diumumkan hasil penelitian berkas itu pada Selasa (21/6/2022).

Dia menyampaikan pada tahapan penelitian berkas ini intinya persyaratan terpenuhi.

“Saya sebagai panitia hanya melihat data persyaratan dan sebagainya. Pak Paiman memang masuk daftar panitia Pilkades PAW yang diputuskan BPD [Badan Permusyaratan Desa]. Dalam kegiatan semua kami undang. Pada perbup itu kalau BPD mencalonkan harus mengundurkan diri kalau panitia mencalonkan sepertinya tidak ada aturannya,” ujar dia.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

+ PLUS Teknologi Biogas Untuk Selamatkan Air Terjun Ponogoro dari Kotoran Sapi

Penggunaan teknologi biogas bisa membantu menyelamatkan Objek Wisata Air Terjun Pletuk di Dusun Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, yang sepi pengunjung karena tercemar limbah kotoran sapi.

Berita Terkini

Sang Legenda! Naik Damar Sasongko Solo-Sukoharjo Serasa Bus Perang

Bus perintis Solo-Jatipuro, Damar Sasongko, merupakan sang legenda di Sukoharjo yang memacu adrenalin penumpang karena serasa menumpang bus perang.

60 Mobil Ikuti Bhayangkara Autoshow di Wonogiri, Ini Keseruannya

Polres Wonogiri menggelar Bhayangkara autoshow yang diikuti 60 peserta mobil modifikasi dari sejumlah daerah di Tanah Air

Baru 6 Hari Dimakamkan, Tim Dokter Polda Jateng Autopsi Warga Sragen

Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama melalui Kanit Pidana Umum Polres Sragen Ipda Setya Pramana mengatakan autopsi ini atas permintaan keluarga karena adanya kecurigaan dan kejanggalan saat meninggal dunia.

Desain Bangunan Pasar Jongke Tak Berubah, Kios Akan Tampak dari Luar

Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan Solo, Joko Sartono menjelaskan kios Pasar Kabangan dan Jongke nanti kelihatan dari jalan.

Nostalgia Naik 7 Bus Legend Rute Solo-Sukoharjo, Sensasinya Hmm Mantap

Deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah sampai saat ini masih cukup eksis meskipun jumlah penumpangnya terus menurun.

Gagal Diraih Solo, Ini Potensi 4 Kota Kreatif Unesco di Indonesia

Kota Solo dua kali gagal meraih predikat The Unesco Creative Cities Network (UCCN) atau Kota Kreatif Unesco. Di Indonesia, terdapat empat kota yang sudah dinobatkan sebagai Kota Kreatif Unesco.

Obati Rindu! CFD Klaten di Jl Mayor Kusmanto Diserbu Warga

Penyelenggaraan CFD perdana di Klaten setelah dua tahun tutup akibat pandemi Covid-19 diserbu warga.

Disebut Tak Punya Bumel, Ini Deretan Bus Kota Legend di Sukoharjo

Masih ingat dengan deretan bus perintis yang legend di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah?

Bulan Bakti IIDI, Bagikan 1.000 Telur untuk Anak-Anak di CFD

Sebanyak 1.000 telur dibagikan dalam rangka Bulan Bakti Ikatan Istri Dokter Indonesia, yang mengusung tema dukung program prioritas nasional cegah stunting.

Warga Banjiri CFD Perdana di Jl. Mayor Kusmanto Klaten

Warga membanjiri kawasan jalan Mayor Kusmanto yang digunakan untuk area CFD.

Round Up Masalah PPDB SMA/SMK di Solo: Zonasi - Manipulasi Bikin Pusing

Sederet masalah mewarnai proses PPDB SMA/SMK di Kota Solo pada tahun ini.

Round Up Remaja Wonogiri Hilang - Hamil, Ayah Bayi Masih Misterius

Sosok ayah bayi dalam kandungan remaja Wonogiri yang hilang setahun lalu sampai saat ini belum diketahui dengan pasti.

Murah Banget! Harga Makanan di Warung Pak Solet Makamhaji Mulai Rp8.000

Harga makanan di warung makan Pak Solet, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, murah meriah, mulai Rp8.000 per porsi.

Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini: Bakal Hujan Lama

Prakiraan cuaca di Karanganyar hari ini, Minggu (3/7/2022), hujan akan turun sejak siang hingga malam.

Prakiraan Cuaca Sukoharjo Hari Ini Minggu 3 Juli 2022 Hujan Siang Malam

Inilah prakiraan cuaca untuk kawasan Sukoharjo pada hari Minggu (3/7/2022).