Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

 Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bersama Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, (mengenakan baju hitam), didampingi Direktur Utama PT Natatex Jaya Garmindo, Nana Ratna, (mengenakan baju kotak-kotak), meninjau proses produksi APD di pabrik itu, Kamis (16/9/2021). (Istimewa/Dokumentasi Dinas Kominfo Karanganyar)

SOLOPOS.COM - Bupati Karanganyar, Juliyatmono, bersama Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, (mengenakan baju hitam), didampingi Direktur Utama PT Natatex Jaya Garmindo, Nana Ratna, (mengenakan baju kotak-kotak), meninjau proses produksi APD di pabrik itu, Kamis (16/9/2021). (Istimewa/Dokumentasi Dinas Kominfo Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR — Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo. Kapasitas produksi APD pabrik itu 200.000 pis per bulan.

Data yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, pabrik terletak di Jalan Raya Solo-Purwodadi, tepatnya Dukuh Ngangruk, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar, Rober Christanto, mengunjungi pabrik pada Kamis (16/9/2021).

Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar didampingi Direktur Utama PT Natatex Jaya Garmindo, Nana Ratna, melihat produksi APD dan produk fashion lain. Nana menjelaskan pabriknya mampu memproduksi 6.000 pis APD per hari. Dalam satu bulan, Nana menyebut mampu memproduksi 200.000 pis APD.

Baca Juga: Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

“Saya menunjukkan kepada Pak Bupati bahwa perusahaan kami ini perusahaan dalam negeri. Kami memberdayakan sumber daya manusia dari Karanganyar supaya tidak ada pengangguran. APD kami kirim ke Kemenkes [Kementerian Kesehatan] dan sejumlah rumah sakit di Indonesia,” kata Nana seperti disampaikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Karanganyar, Kamis.

Nana menyebut sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta, Manado, Makassar, Samarinda, dan lain-lain. Selain APD, perusahaan yang baru berdiri selama tiga tahun di Kabupaten Karanganyar itu juga memproduksi fashion lain. Natatex mampu memproduksi 150.000 pis produk fashion.

“Kalau satu tahun ya bisa 1 juta pis untuk semua produk. Kami punya lima lines atau 200 orang karyawan. Itu untuk operator, jahit, dan lainnya. Kami menggunakan mesin otomatis,” jelas dia.

Nana mengaku merintis usaha fashion itu di Jakarta. Tetapi, dia memutuskan memindahkan pabriknya dari Jakarta ke Kabupaten Karanganyar. Dia mempertimbangkan nilai upah minimum kabupaten (UMK) di Jakarta terus menerus naik.

“Kami pindah ke Karanganyar. Harapan kami, ada bimbingan ketrampilan dan tidak dipersulit untuk pengembangan usaha ke depan. Kami berencana merambah ekspor. Optimistis setelah Covid-19 ini akan naik lagi,” ungkap dia.

Baca Juga: Tak Hanya White Tiger, Monstera Variegata Marble Juga Jadi Primadona, Harganya Rp3 Juta per Daun

Pada kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengapresiasi potensi yang tersimpan di Gondangrejo. Bupati meminta pemilik perusahaan agar bertahap di Kabupaten Karanganyar. Salah satu pertimbangannya berkaitan dengan pemasukan dari sektor pajak.

“Saya minta lokasi perusahaan tidak dipindah dari Karanganyar. Alamat usaha tetap di Karanganyar. Supaya kalau ada pajak bisa lewat Karanganyar. Saya dukung ekspor, supaya berkembang lancar. Jika sudah baik, tentu akan menyerap tenaga kerja yang banyak,” tutur Bupati.


Berita Terkait

Berita Terkini

Terekam Kamera CCTV, 4 Pria Bobol Kotak Infak Masjid di Daleman Klaten

Aksi pembobolan kotak infak tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang di sejumlah lokasi masjid setempat.

Absen Ujian, 4 Pelamar PPPK Nakes Karanganyar Dipastikan Gagal

Empat peserta seleksi PPPK nakes Pemkab Karanganyar tak ikuti ujian tanpa keterangan sehingga dipastikan gugur.

Bruk...Puluhan Pohon di Sukoharjo Tumbang Diterjang Angin Kencang

Saking derasnya, hujan disertai angin kencang mengakibatkan puluhan pohon besar tumbang dan melintang di jalan perdesaan di Sukoharjo.

Resepsi Pernikahan di Solo Sudah Boleh Tampilkan Penyanyi Lur

Acara resepsi tidak boleh digelar di rumah tinggal, pendapa/joglo kelurahan/kecamatan, aula sekolah, gelanggang olahraga dan gedung sejenis lainnya.

Daarul Qur'an Bangun Asrama, Bupati Juliyatmono Letakkan Batu Pertama

Ponpes Daarul Qur'an di Colomadu, Karanganyar, membangun masjid dan asrama santri. Bupati Juliyatmono berjanji akan mendukung Ponpes Daarul Quran

Awas! Ada 11 Lokasi Rawan Lakalantas di Jl. Solo-Jogja Klaten

Kawasan Besole, Kecamatan Ceper, menjadi salah satu lokasi Jalan Solo-Jogja yang rawan kecelakaan lalu lintas.

Karanganyar Hari Ini: 22 Oktober 2011, 46 Imigran Terdampar di Berjo

Sepuluh tahun lalu, tepatnya pada 22 Oktober 2011, sebanyak 46 orang imigran asal Afghanistan dan Iran terdampar di rumah salah seorang warga di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.

Gapoktan Sebut Keterlibatan DPRD dalam Maraknya Penggunaan Sumur Sibel

Sebagian besar pembuatan sumur submersibel di Jaten, Karanganyar, dibiayai APBD melalui aspirasi DPRD Karanganyar.

Ini Jalan Kabupaten Klaten yang akan Membelah Rest Area Tol Solo-Jogja

Keberadaan rest area jalan tol Solo-Jogja di Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten, akan terbelah dengan jalan kabupaten.

Penggunaan Sumur Sibel Tak Terkendali, Dispertan PP: Tak Ada Larangan

Dispertan PP Karanganyar menyebut tidak ada regulasi yang mengatur pengunaan sumur submersibel atau sibel di kalangan petani.

Penggunaan Sumur Sibel oleh Petani Jaten Tak Terkendali, Ini Bahayanya

Jumlah petani di Jaten, Karanganyar, yang menggunakan air sumur submersibel (sibel) dinilai terlalu banyak sehingga mengancam ketersediaan air tanah.

Operasi Pangan Murah dan Gratis Digelar di Masjid Al Falah Sragen

Operasi Pangan Murah dan Gratis ini digelar di Masjid Raya Al Falah Sragen untuk meringankan beban masyarakat setelah dihantam pandemi Covid-19 selama lebih dari satu tahun.

Duh, Masih Ada Ponpes di Sragen yang Emoh Ikut Vaksinasi, Ini Alasannya

Bupati Sragen meminta bantuan Polres dan Kodim untuk melakukan pendekatan kepada ponpes yang emoh ikut vaksinasi.

Angin Kencang yang Rusak 20 Rumah di Sragen, La Nina Sudah Datang?

BKMG mengumumkan ancaman badai La Nina di akhir tahun 2021. Sementara puluhan rumah rusak di Sragen setelah diguyur hujan disertai angin kencang.

Kebangetan, Puluhan Tanaman Hias di Taman Portabel Solo Raib Dicuri

DLH Solo mencatat ada puluhan tanaman hias di taman portabel yang hilang seiring pengadaan fasilitas tersebut pada tahun ini.

Evaluasi PTM, Disdikbud Karanganyar akan Gelar Tes Swab Acak di Sekolah

Meski belum ada penularan Covid-19, Disdikbud Karanganyar akan menggelar tes swab secara acak di sekolah-sekolah.