Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono (tengah) didampingi kuasa hukumnya Hinca Panjaitan (kiri) memegang tabloid Obor Rakyat seusai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/6). (JIBI/Solopos/Antara/dok)

Kapolri baru belum jelas. Pada saat yang sama, Jenderal Pol. Sutarman yang diberhentikan sebagai Kapolri, menjadi sorotan.

Solopos.com, JAKARTA -- Wakapolri, Komjen Pol. Badrodin Haiti, menyebut mantan Kapolri Jenderal Pol. Sutarman punya berbagai keberhasilan. Salah satu prestasi Sutarman adalah pengamanan Pemilu 2014.

"Pemilu 2014 berjalan aman. Di saat bangsa terbelah menjadi dua, tak hanya politikus tapi para ulama, purnawirawan TNI dan Polri [juga]," kata Badrodin Haiti dalam sambutan ramah tamah pelepasan Kapolri di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Karena itu, menurut Badrodin Haiti, banyak pihak sempat memprediksi Pemilu 2014 bakal diwarnai chaos. Namun dia menilai Kapolri mampu menyelesaikan tugas tersebut. "Itu jadi kenangan yang baik," katanya.

Dia mengatakan keberhasilan tersebut patut diteladani dan dilanjutkan ke depannya. "Tantangan kita masih berat," katanya. "Mudah-mudahan [Jend Pol Sutarman] menjadi petani yang berhasil."

Namun, Polri bukannya tanpa kritik selama putaran kampanye Pilpres 2014. Munculnya Tabloid Obor Rakyat yang melibatkan Setyardi Budiono--yang mengaku sebagai asisten staf khusus presiden saat itu--dan Darmawan Sepriyosa menjadikan Polri sebagai sorotan. Meski berstatus tersangka, keduanya tak ditahan.

Polri terus menjadi sorotan saat seorang pemuda yang berprofesi tukang tusuk sate, Muhammad Arsad (MA) alias Imen, ditangkap Oktober lalu, gara-gara menyebarkan gambar telanjang yang diedit dengan wajah Jokowi saat musim kampanye. Polri pun dinilai tebang pilih.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten