Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Kapolda Jateng Irjen Pol. Condro Kirono memastikan akan ada tindakan tegas bagi penyebar video polisi Solo membantu membagikan sembako kepada warga.

Kapolda memastikan video itu hoaks karena kejadiannya pada Lebaran 2017 saat pembagian zakat dan tidak kaitannya dengan pemilu seperti yang ditudingkan oleh penyebar video tersebut di Instagram.

"Dalam situasi kampanye seperti ini, video-video yang menunjukan video lama di-upload kembali, saya tegaskan itu video hoaks, kejadiannya 2017 saat Lebaran. Polisi mengatur jangan sampai pembagian zakat ada korban sehingga perlu diatur antreannya, pembagiannya, dan sebagainya," jelas Kapolda kepada wartawan di Solo, Rabu (3/4/2019).

Kapolda menegaskan pembagian sembako pada masa kampanye sudah ada aturannya dan itu tidak diperbolehkan. Apabila dilakukan pasti akan disemprit Bawaslu.

Ditanya apakah akan ada tindakan bagi penyebar video itu, Kapolda menjawab sudah pasti ada. "Ada tindakan, pasti ada, itu pelanggaran UU ITE, [sifatnya] memecah belah, memprovokasi. Ada tindakannya, pasti," jelas dia.

Sebagaimana diinformasikan, video sejumlah anggota Polresta Solo membantu membagikan sembako di halaman Pasar Gede Solo beredar dan menjadi viral di Instagram. Salah satu akunnya yang menyebarkannya adalah @sekilasinfo_. Keterangan video itu dibuat seolah-seolah video itu baru disertai pertanyaan soal netralitas Polri dalam Pemilu 2019.

Dalam video itu tampak beberapa polisi membantu membagikan bungkusan berisi sembako dalam plastik warna merah putih. Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, sudah memberikan klarifikasi terkait video yang diambil pada Lebaran 2017 atau 2018 lalu itu.

Kapolresta juga menegaskan akan mengusut kasus ini dan memburu pelaku yang pertama menyebarkan, membuat hoaks, maupun yang ikut menyebarkannya.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten