Tutup Iklan

Kantor Pos Purwokerto Tunda Distribusi Tabloid Diskreditkan Prabowo-Sandi

Kantor Pos Purwokerto menunda pendistribusian 39 paket Tabloid Indonesia Barokah ke sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sikap itu diambil setelah kabar beredarnya tabloid yang merugikan pasangan calon tertentu dan menguntungkan pasangan calon lainnya dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 itu diberitakan sebagian media massa.

Kantor Pos Purwokerto Tunda Distribusi Tabloid Diskreditkan Prabowo-Sandi

SOLOPOS.COM - Kepala Kantor Pos Purwokerto Moh. Anis S. (kanan) dan anggota Bawaslu Kabupaten Banyumas Yon Daryono (kiri) menunjukkan paket berisi Tabloid Indonesia Barokah yang ditunda pendistribusiannya oleh Kantor Pos Purwokerto, Kamis (24/1/2019). (Antara-Sumarwoto)

Solopos.com, PURWOKERTO — Kantor Pos Purwokerto menunda pendistribusian 39 paket Tabloid Indonesia Barokah ke sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sikap itu diambil setelah kabar beredarnya tabloid yang merugikan pasangan calon tertentu dan menguntungkan pasangan calon lainnya dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 itu diberitakan sebagian media massa.

“Sampai hari ini [Kamis, 24/1/2019], Tabloid Indonesia Barokah yang tersisa masih 39 eksemplar [paket] yang belum sempat kami distribusikan,” aku Kepala Kantor Pos Purwokerto Moh. Anis S. di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis siang.

Ia mengatakan paket berisi tabloid yang merugikan pasangan calon tertentu dan menguntungkan pasangan calon lainnya dalam Pilpres 2019 itu sebenarnya sudah sampai di Kantor Pos Purwokerto sekitar tiga hingga empat hari lalu. Sebagian paket berisi tabloid itu sudah didistribusikan atau diantar sesuai dengan alamat yang dituju.

Akan tetapi, kata dia, pihaknya tidak mengetahui secara pasti jumlah paket berisi tabloid yang diterima Kantor Pos Purwokerto maupun yang telah diantar karena paket-paket tersebut tidak dibukukan atau tanpa menggunakan resi pengiriman sehingga sulit dideteksi. “Oleh karena menimbulkan polemik di beberapa tempat, maka untuk sementara pengantaran di Purwokerto kami tunda dulu sambil menunggu nanti keputusan dari pejabat yang berwenang,” jelasnya.

Ia mengatakan jika nantinya ada pengiriman paket berisi tabloid itu lagi dan telah ada keputusan dari pejabat yang berwenang, pihaknya akan mengikuti keputusan tersebut. Dalam hal ini, kata dia, pihaknya akan menunggu sampai adanya keputusan dari pejabat berwenang terkait dengan pendistribusian tabloid yang merugikan pasangan calon tertentu dan menguntungkan pasangan calon lainnya dalam Pilpres 2019.

Sementara itu, anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyumas Yon Daryono mengatakan berdasarkan instruksi dari Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, pihaknya melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap peredaran tabloid itu di wilayah Banyumas. “Untuk paket berisi tabloid itu yang sudah dikirimkan di beberapa masjid dan musala serta sudah diterima oleh takmir masjid, bahkan sudah dibuka, apabila akan dititipkan di Bawaslu, Bawaslu dalam konteks ini hanya sebagai tempat penitipan,” kata Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Banyumas itu.

Menurut dia, pihaknya tidak punya hak untuk memaksa dan mengambil barang bukti, apa lagi memaksa Kantor Pos untuk menghentikan pengiriman paket berisi tabloid tersebut. Ia mengatakan pihaknya menunggu instruksi lebih lanjut terkait dengan langkah-langkah yang harus dilakukan Bawaslu kabupaten/kota karena saat sekarang sudah ada gugus tugas di tingkat pusat yang melibatkan Bawaslu, Dewan Pers, dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

“Dari laporan yang kami terima, dari rekan-rekan panwascam dan pengawas desa, tabloid itu di Kabupaten Banyumas ditemukan di Kecamatan Kemranjen, Baturraden, Purwokerto Utara, Purwokerto Timur, Sokaraja, dan Patikraja. Kemudian yang sudah terkirim namun belum sempat dilakukan pengiriman sampai ke tujuan itu di Cilongok dan Ajibarang,” katanya.

Bahkan, kata dia, takmir masjid di Kecamatan Sokaraja yang menerima tabloid itu melaporkan paket yang diterimanya kepada panwascam setempat. Ia mengatakan paket berisi tabloid yang telah dibuka itu selanjutnya dititipkan ke Panwascam Sokaraja dengan alasan khawatir karena merasa tidak pernah memesan tetapi mendapat kiriman.

“Apalagi ada informasi ini [Tabloid Indonesia Barokah] sudah menjadi informasi yang meluas bahwa itu mengandung unsur-unsur konten politik,” katanya.

Berdasarkan pantauan Kantor Berita Antara, pada bagian bawah alamat tujuan paket yang dikirimkan melalui Kantor Pos Jakarta itu tertulis “Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati Bekasi”. Sebagaimana diketahui, tabloid tersebut berisi tulisan yang diduga mendiskreditkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Mantan Bupati Sragen Promosikan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19, Terbukti Ampuh?

Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono, mempromosikan Ivermax 12 atau Ivermectin sebagai obat penyembuh Covid-19. Obat itu diklaim ampuh.

Kasus Kematian Covid Tanpa Komorbid Tinggi

Angka kematian pasien Covid-19 di Klaten masih tinggi. Tak hanya pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta, pasien yang meninggal tanpa komorbid sebesar 35%.

Vaksin Bikin Tubuh Aman dari Covid-19? Cek Faktanya

Vaksin Covid-19 bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi tubuh dari infeksi virus corona.

Dua Juru Parkir Liar di Kota Madiun Diringkus Polisi

Dua juru parkir liar ditangkap Polres Madiun Kota dalam pemberantasan aksi premanisme dan pungli.

Duh! Petani Tembakau di Klaten Terancam Gagal Panen Gara-Gara Cuaca Tak Menentu

Sejumlah petani tembakau di Klaten dilanda kegalauan. Cuaca yang tak menentu mengakibatkan tanaman tembakau tak tumbuh secara optimal.

Isolasi Lokal di Gedawung Baturetno Wonogiri Selesai, Warga Siraman Pakai Air Kendi

Isolasi lokal yang diterapkan di Dusun Gedawung, Desa Saradan, Kecamatan Baturetno, Wonogiri telah selesai, Selasa (22/6/2021).

Lezatnya Suboli Pizza, Pizza Susu Khas Boyolali

Di Boyolali, terdapat kuliner khas yakni pizza susu dan dikenal dengan nama Suboli Pizza. Makanan ini biasanya dijual di Jl Pandan Arang, Boyolali.

Warga Kerja Bakti Bersihkan Makam di Mojo, Kapolresta: Budaya Wong Solo!

Jajaran Polresta Solo, TNI, dan Ormas membersihkan dan memperbaiki makam di TPU Cemoro Kembar, Mojo, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (23/6/2021).

Soal Perizinan Sekolah, Ini Kata Kepsek Bocah Perusak Makam di Mojo Solo

Pihak Kuttab atau lembaga pendidikan dasar tempat 10 anak yang merusak makam di Mojo, Solo, mengatakan sudah mengajukan perizinan sekolah kepada Kemenang.

Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Tugurejo Semarang Akhirnya Dirikan Tenda Darurat

RSUD Tugurejo mulai kehabisan ruang isolasi pasien Covid-19 sejalan membeludaknya pasien. Mereka kini mendirikan tenda darurat untuk menampung pasien.

10 Bocah Merusak Makam di Mojo Solo, Ini Penjelasan Sekolah

Pihak sekolah tempat 10 bocah pelaku perusakan makam di Solo membantah mengajarkan intoleransi.

Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor Imigrasi Madiun Dilockdown

Kantor Imigrasi Madiun ditutup sementara karena seorang pegawainya positif Covid-19. Kantor akan buka kembali pada Senin (28/6/2021).