Proses pendataan pindah pilih di Ponpes Alfatah Temboro, Kecamatan Karas, Magetan. (Antara-Istimewa)

Solopos.com, MADIUN -- Kantor Imigrasi Kelas II Madiun akan mempermudah pelajar asing yang sedang menimba ilmu di Indonesia. Petugas kantor imigrasi akan jemput bola mengurus perpanjangan visa pelajar asing tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Madiun, Yusup Umardani, mengatakan pelajar asing yang menimba ilmu di wilayah Kantor Imigrasi Madiun tercatat ada lebih dari 1.000 orang.

Pelajar asing itu paling banyak ada di Pondok Pesantren Al Fatah di Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, dan Ponpes Modern Darussalam Gontor Putri di Mantingan, Kabupaten Ngawi.

Dia menuturkan ada sebagian pelajar asing tersebut yang menggunakan visa kunjungan sehingga setiap tahun harus diperpanjang.

Untuk memppanjangan visa itu, para pelajar asing ini harus datang ke kantor imigrasi untuk pengambilan foto dan pengurusan berkas.

Namun, untuk saat ini pelajar asing tersebut tidak perlu repot-repot datang ke kantor imigrasi untuk pengambilan foto diri. Karena petugas akan datang ke pondok pesantren tempat pelajar asing itu untuk dilakukan pengurusan visa.

"Kalau selama ini kan foto di tempat kita. Itu mengganggu santri yang sedang belajat. Untuk itu ke depannya kita akan jemput bola. Jadi santri tidak terganggung jam belajarnya," kata dia, Selasa (9/4/2019).

Umardani menyampaikan belum semua pelajar asing tersebut memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas). Karena masih ada sejumlah pelajar asing yang menggunakan visa kunjungan.

"Ada pelajar asing yang tidak langsung mengurus Kitas. Karena mereka juga ada yang betah dan tidak tinggal di sini," ujar dia.

Koordinator santri asing Pondok Pesantren Al Fatah di Desa Temboro, Taufik, mengatakan jumlah santri asing yang ada di Pondok Temboro saat ini tercatat 954 orang. Santri asing ini paling banyak dari Malaysia dan Thailand.

Dia menyambut baik dengan adanya rencana petugas kantor imigrasi yang akan jemput bola untuk perpanjangan visa bagi santri asing.

Menurutnya, selama ini untuk memperpanjang visa memang santri asing harus datang ke kantor imigrasi. Padahal jarak tempuhnya bisa mencapai satu jam.

"Kalau ada petugas yang datang ke pondok itu akan lebih memudahkan para santri asing," ungkap dia.

Taufik menuturkan pada tahun ajaran 2019 ini akan ada 200 santri asing baru di Pondok Temboro. Mereka mulai datang ke Temboro seusai Ramadan tahun ini. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten