KANTOR BMI SOLO DIRUSAK : Diawali Sidang Pembunuhan Mahasiswa Unisri, Inilah Kronologi Bentrok Solo
Kondisi Sekretariat BMI pascapenyerangan, Senin (17/11/2014). (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SOLO -- Bentrok antara dua kelompok massa yang berujung perusakan di berbagai tempat di Solo, termasuk Kantor DPP Barisan Muda Indonesia (BMI) di Jl. Popda II, Nusukan, Banjarsari, sejak Senin (17/11/2014) siang hingga Selasa (18/11/2014) dini hari, diduga terkait dengan kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo.

Berikut kronologi kejadian dan beberapa ketegangan yang terjadi di Solo sejak Senin pagi:

- Anggota perguruan silat SH Teratai mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Solo
sejumlah anggota SHT pada hari yang sama memang aktif di Kota Solo untuk menghadiri sidang lanjutan pembunuhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Mereka merupakan SHT se-Soloraya yang dikoordinatori Surtono, anggota Dewan Pertimbangan SHT Sragen.

Kelompok perguruan pencak silat itu ingin mengawal sidang lantaran korban pembunuhan, Danang Rusbianto, 24, merupakan aggota SHT Sragen. Beberapa jam setelah sidang usai, perusakan sekretariat DPP BMI itu terjadi.

- Perusakan Kantor DPP BMI
Gerombolan pemuda yang berjumlah puluhan orang merusak Sekretariat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Muda Indonesia (BMI) di Jl. Popda II, Nusukan, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Senin (17/11/2014) pukul 12.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam aksi anarkistis terhadap organisasi pemuda yang dulu menyandang nama Dewan Muda Complex (DMC) Solo itu. Namun, berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi kejadian, serangan telak tanpa balas itu membuat kaca pintu sekretariat pecah berantakan. Jendela di sisi utara juga mengalami hal serupa. Pagar besi di teras kantor jebol. Pecahan kaca bercampur sejumlah batu dan batu bata berserakan di teras kantor.

- Aksi balasan BMI
Senin (17/11/2014) siang, anggota Barisan Muda Indonesia (BMI) melakukan aksi balas dendam. Serangan ditujukan terhadap orang-orang dengan busana beridentitas perguruan silat. Tindakan itu mereka lakukan karena sejumlah aktivis organisasi itu mengaku menyaksikan orang-orang dengan identitas serupa menyerang kantor itu.

Upaya balas dendam yang dilakukan pemuda-pemuda anggota BMI itu ditujukan ke mobil bak terbuka yang ditumpangi orang-orang berbusana beridentitas perguruan silat. Mereka coba mencegat mobil itu namun dilerai oleh polisi. Anggota BMI menyerang sekelompok anggota Perguruan Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) yang melintas di Jl. Piere Tendean, Nusukan, Solo, dengan menumpang mobil bak terbuka.

Mobil Mitsubishi L300 dengan bak terbuka yang coba diserang anggota BMI itu mengangkut sekitar tiga pemuda yang membawa bendera SHT. Mereka kebetulan lewat di TKP dari selatan ke utara

- Anggota perguruan silat berkumpul di Alun-Alun Selatan Keraton Solo
Senin malam, beredar broadcast melalui Short Message Service (SMS) atau Blackberry Messenger (BBM) yang meminta anggota salah satu perguruan silat berkumpul di Alun-Alun Selatan. Ribuan massa yang menggunakan sepeda motor dengan berboncengan. Di lokasi tersebut, ada mediasi yang dilakukan oleh polisi. Namun mediasi gagal dilakukan dan akhirnya massa tersebut menggeruduk Mabes Polri Solo.

Massa menuntut empat orang rekannya yang ditangkap karena diduga melakukan kerusakan Sekretariat DPP Barisan Muda Indonesia tersebut dilepaskan.

- Massa Berkonvoi, Terjadi Perusakan dan Penganiayaan
Senin malam, massa kemudian berkeliling Solo dan melakukan beberapa pengerusakan dan penganiayaan. Pengerusakan tersebut kebanyakan dilakukan di Banjarsari terutama di rumah terdakwa pembunuhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri).

- Bentrok Kembali Pecah hingga Selasa Dini Hari
Bentrok kembali pecah antara dua kelompok massa pada Senin (17/11/2014) malam. Diduga aksi tersebut sebagai aksi lanjutan dari pengerusakan Sekretariat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Barisan Muda Indonesia di Nusukan, Banjarsari, Senin siang.
Pengerusakan tersebut kebanyakan dilakukan di Banjarsari terutama di rumah terdakwa pembunuhan mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri).

Dari aksi anarkis tersebut, hingga Senin tengah malam, ada enam korba luka, yakni Jueky Andi Saputra, Yakobus Rinto Dardia, Viktor Krasetyo Widi, Yosi Dika Aianda, Alvon dan Rudin. Semua korban luka tersebut mengalami bacok dan dirawat di RS Brayat Minulya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho