Kanker Payudara, Jangan Tunggu Stadium 4 Baru Berobat

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SOLO — Hampir 70% kasus pasien kanker  payudara terlambat memeriksakan penyakitnya ke rumah sakit. Mereka datang ke rumah sakit setelah penyakitnya memasuki stadium 3 atau lebih parah sehingga sulit untuk ditangani dan butuh biaya lebih tinggi.

Dokter spesialis bedah onkologi RS Kasih Ibu Solo, dr. Kristanto Yuli Yarsa, mengatakan angka kejadian kanker terus meningkat akibat perubahan pola hidup, banyaknya jenis makanan tak sehat, serta tekanan psikologis yang kian kompleks.

“Dari sampel 400 pasien kanker payudara hasil penelitian di Bali dan Solo, 70 persennya datang memeriksakan diri sudah stadium tiga dan empat. Sedangkan sisanya masih stadium satu dan dua,” ungkap dia saat dijumpai Solopos.com di sela-sela Workshop dan Gathering “Wanita Hebat Zaman Now” yang digelar Lovely Pink Solo (LPS) dalam rangka merayakan ulang tahun kedua komunitas tersebut di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Minggu (29/4/2018).

Dia mengatakan kanker  payudara menduduki peringkat pertama jumlah penderita kanker terbanyak di Indonesia. Padahal penderita bisa mencegah penyebaran kanker di tubuh mereka sepanjang terdeteksi secara dini.

Namun persoalannya selama ini 70% masyarakat terlambat memeriksakan diri ke rumah sakit sehingga sulit ditangani. Karena itulah berbagai elemen masyarakat peduli kanker kini tengah merapatkan barisan dalam upaya pencegahan dan pengendalian kanker.

Salah satunya menggelar kegiatan sharing bersama survivor kanker tersebut. Dia mengatakan penderita kanker harus memiliki semangat tinggi untuk melawan sel-sel kanker di dalam tubuhnya. Dukungan penuh dari keluarga pun sangat diperlukan. Jangan sampai penderita berjuang sendiri melawan penyakitnya.

“Kuncinya adalah semangat dan ikuti pengobatan medis secara tuntas,” katanya.

Dia mengakui banyak penderita kanker  yang terlambat mendapatkan penanganan medis karena mencari alternatif ke sana kemari untuk pengobatan kanker. Kondisi ini justru memperparah penyakit kanker dan sulit untuk ditangani.

Ketua Panitia Theresia Sri Susanti mengatakan perayaan terbentuknya komunitas para penyintas dan pendamping pasien kanker payudara di wilayah Soloraya ini diwujudkan dengan gathering dan talkshow mengenai bahaya penyakit tersebut.

Momentum tersebut dijadikan sebagai langkah untuk memacu semangat para penyintas kanker  payudara untuk sembuh. Caranya dengan mendeteksi seawal mungkin sehingga kesempatan untuk sembuh masih sangat besar.

Acara itu dimulai dengan senam di halaman Balai Kota Solo. Tercatat ada sekitar 200 peserta yang mengikuti acara itu.

.

Berita Terkait

Espos Premium

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Mau Donor Darah Saat Pandemi? Aman Kok!

Sebelum pandemi stok darah yang dimiliki PMI cukup untuk kebutuhan empat hari, pada masa pandemi berkurang menjadi hanya dua hari. Selain khawatir tertular Covid-19, masyarakat pun sulit mengakses fasilitas donor darah akibat pembatasan mobilitas.

Berita Terkini

Operasi Patuh Semeru Digelar di Madiun, Ini Targetnya

Polres Madiun menggelar Operasi Patuh Semeru 2021 selama dua pekan, mulai Senin (20/9/2021) dengan fokus razia protokol kesehatan.

Panas Lur...! BMKG Ingatkan Suhu Udara Jateng Bisa Capai 37 Derajat Celsius sampai Oktober

BMKG Jateng mengingatkan akan adanya peningkatan suhu udara, bahkan bisa mencapai 37 derajat Celcius hingga Oktober mendatang.

Penting Dilakukan, Bagaimana Cara Mendapatkan Mentor Bisnis bagi Pelaku UMKM?

Mempunyai peran yang begitu besar dalam suksesnya usaha, bagaimana sih cara mendapatkan mentor bisnis yang tepat bagi pelaku UMKM?

Penutupan Dam Colo Sukoharjo Mundur 10 Hari, Ini Penyebabnya

Penutupan aliran saluran irigasi Dam Colo, Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mundur 10 hari dari jadwal sebelumnya akan ditutup pada 1 Oktober 2021.

Hiii... Aura Wingit Pembantaian PKI di Cincim Jembatan Bacem Sukoharjo Masih Terasa

Warga sekitar Jembatan Bacem di Sungai Bengawan Solo, Telukan, Sukoharjo, masih merasakan aura wingit dari tragedi pembantaian PKI 1965 lalu.

Alhamdulillah...Tak Ada Lagi PPKM Level 4 di Jawa dan Bali

Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan akan dilakukan uji coba pembukaan mal atau pusat perbelanjaan bagi anak usia di bawah 12 tahun.

Pemkot-Keraton Solo Buka Sentra Vaksinasi Covid-19 Sasar Abdi Dalem, Pelajar, dan Umum

Pemkot bekerja sama dengan Keraton Solo membuka sentra vaksinasi Covid-19 dengan sasaran kalangan abdi dalem, pelajar, dan umum.

Antusias Warga Mengikuti Vaksin Covid-19 di Pagelaran Keraton Solo

Menyediakan 15.000 dosis untuk vaksin dosis pertama

Gibran Dapat Gelar Pangeran dari Keraton Solo

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mendapat gelar Pangeran dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Lansia di Desa Bendo Boyolali Antusias Ikut Vaksinasi

Lansia di Desa Bendo, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, antusias mengikuti vaksinasi yang digelar di desa setempat.

Iuuuhhhh… Air Sungai Bengawan Solo di Sragen Hitam Pekat Seperti Oli, Bau Busuk

Air Sungai Bengawan Solo di Sragen berwarna hitam pekat seperti oli dan berbau busuk akibat tercemar limbah.

Wali Kota Solo Pantau Pelaksanaan Seleksi CASN di Auditorium UNS

UNS Solo menjadi lokasi pelaksanaan tes SKD untuk 8 kabupaten/kota di Jawa Tengah

Sempat Protes Pakan Ternak Mahal, Suroto Terima Bantuan 20 Ton Jagung dari Jokowi

Presiden Jokowi mengirimkan bantuan jagung untuk Suroto, peternak ayam dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang aksinya sempat viral.

Parasnya Bikin Segar, Deretan Penjual Es Cendol Ini Viral

Penjual cendol cantik bukan hanya ada di Indonesia saja, melainkan juga di Vietnam.

Pria Mirip Didi Kempot yang Viral Ternyata Orang Boyolali, Jago Nyanyi Hlo!

Inilah sosok pria yang memiliki paras mirip seniman campursari asal Solo, Didi Kempot. Videonya sempat viral di Instagram beberapa hari lalu.