Pesawat Garuda Indonesia dan Citilink di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (18/12/2018)./Antara-Yulius Satria Wijaya

Solopos.com, JAKARTA -- Pascaedaran -tragedi-ethiopian-airlines-indonesia-grounded-sementara-boeing-737-8-max" target="_blank" rel="noopener">temporary grounded untuk pesawat Boeing 737-8 MAX, saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. ditutup pada zona merah pada perdagangan Senin (11/3/2019).

Berdasarkan data dari Bloomberg, saham emiten berkode saham GIAA tersebut turun 3,25% atau 20 poin menuju level Rp595 pada penutupan perdagangan hari ini. Berdasar pengamatan Bisnis/JIBI, saham GIAA pada perdagangan sebelumnya yakni Jumat (8/3/2019) juga harus mendarat pada zona merah, turun 2,38% atau 15 poin menuju level Rp615.

Garuda Indonesia akhirnya melakukan grounded atas satu unit pesawat Boeing 737-8 Max sejak Senin sore sampai pemberitahuan lebih lanjut. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengambil langkah untuk melarang terbang sementara pesawat terbang Boeing 737-8 MAX di Indonesia.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti mengatakan langkah tersebut diambil terkait dengan jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines berjenis Boeing 737-8 MAX. Adapun, kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pesawat yang beroperasi di Indonesia dalam kondisi laik terbang.

Pengawasan terhadap pesawat produk Boeing, yaitu Boeing 737-8 MAX kembali diingatkan seusai musibah kecelakaan yang dialami oleh -tragedi-ethiopian-airlines-lion-air-kandangkan-10-boeing-737-8-max" target="_blank" rel="noopener">Ethiopian Airlines tujuan Nairobi pada Minggu (10/3/2019).

Corporate Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan mengatakan terus berupaya mengedepankan komitmen dan budaya keselamatan dalam seluruh lini operasionalnya. Hal tersebut sejalan dengan value aspek keselamatan sebagai inti operasional perseroan. "Kami akan melakukan grounded terhadap 1 unit pesawat Boeing 737-8 Max hingga pemberitahuan lebih lanjut," kata Ikhsan melalui siaran pers.

Garuda Indonesia melakukan prosedur inspeksi ekstra terhadap satu unit Boeing 737-8 Max yang masih dioperasikan guna menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan. Dia menjelaskan beberapa sistem tersebut antara lain, sistem kecepatan di udara dan altitude, sistem kontrol pesawat, dan sistem manajemen stall.

Saat ini kondisi pesawat yang dioperasikan maskapai pelat merah tersebut dalam hasil baik atau no fault found. Pihaknya juga secara intensif melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) guna melakukan tindakan preventif apabila diperlukan.

Avatar
Editor:
Adib M Asfar

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten