KAMPUS DI SOLO : UMS Buka Prodi Magister Dikdas dan PPG Bersubsidi

Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos - Solopos.com
Jumat, 20 Oktober 2017 - 02:00 WIB

SOLOPOS.COM - Kampus UMS Pabelan (muhammadiyah.or.id)

UMS buka program studi baru.

Solopos.com, SUKOHARJO — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuka Program Studi (Prodi) Magister (S2) Pendidikan Dasar (Dikdas) serta Program Profesi Guru (PPG) Bersubsidi di Gedung Siti Walidah UMS, Sabtu (14/10/2017).

Peluncuran dua program baru itu dihadiri Ketua Badan Pelaksana Harian UMS, Dahlan Rais, didampingi Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Harun Joko Prayitno, dan Direktur Pascasarjana UMS, Bambang Sumardjoko. Turut hadir dalam peluncuran itu, jajaran pejabat Dinas Pendidikan (Disdik) kota/kabupaten se-Soloraya.

Harun menjelaskan FKIP UMS merupakan salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (LPTK PTM) dari delapan PTM yang ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan PPG Bersubsidi. Prodi itu memberikan tambahan kompetensi bagi calon guru dalam mengajar. Perbedaan PPG di UMS dengan perguruan tinggi lainnya terletak pada perencanaan konsep asrama dan terintegrasi.

“Kami juga akan menerapkan pembelajaran bagi mahasiswa, di antaranya praktik di lapangan dengan persentase yang lebih besar dibandingkan penyampaian teori. Harapannya lulusan yang dihasilkan benar-benar dapat menjadi guru yang menyenangkan bagi siswanya, bisa mengajar dengan suasana yang menyenangkan, serta menggembirakan bagi anak-anak didiknya,” kata Harun, Sabtu.

Sementara itu, Prodi Magister Dikdas UMS diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi utama. Dahlan Rais yang juga Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhmmadiyah dalam kesempatan itu meminta agar kehadiran kedua prodi baru di UMS menjadi harapan utama Muhammadiyah dalam memajukan bangsa. “Ke depan harus terus meningkatkan kualitas dan kerja sama dengan perguruan tinggi Muhammadiyah maupun pihak lain,” ungkap dia.

Dahlan menambahkan Muhammadiyah lahir untuk mencerdaskan bangsa yang dimulai dari jalur pendidikan. Saat itu pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, memadukan pendidikan umum dengan agama.

 

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif