Kategori: Jateng

KAMPUS DI SEMARANG : Sego Glewo Jadi Andalan Mahasiswa Usm di Komukino Fest


Solopos.com/Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com

Kampus Universitas Semarang (Usm), mahasiswanya menggelar event Komukino Fest 2017 di kawasan Kota Lama.

Solopos.com, SEMARANG – Belakangan ini banyak sekali makanan luar negeri yang disajikan di Indonesia, tak terkecuali di Kota Semarang. Kondisi itu pun membuat beberapa kuliner asli daerah menjadi terabaikan, salah satunya adalah sego glewo.

Sego glewo atau nasi glewo merupakan kuliner khas Kota Semarang dan sempat populer di era 1930-an. Namun, saat ini jarang sekali penjaja makanan di Kota Semarang yang menjual makanan jenis itu.

Tapi, hal itu tak menyurutkan semangat para mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (Usm) untuk menyajikan makanan khas Semarang itu di ajang Komunikasi dan Inovasi (Komukino) Festival 2017 di kawasan Kota Lama dan Gedung Monodhuis, Minggu (17/12/2017).

Salah satu stan, Kampung Jamu, ditampilkan di ajang Komukino Fest 2017 di kawasan Kota Lama, Semarang, Minggu (17/12/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Tak hanya nasi glewo, kuliner-kuliner lain seperti sego pager dari Purwodadi hingga jadah asal Rembang pun turut disajikan dalam festival yang digelar mahasiswa kampus Usm tersebut.

“Kami memang sengaja menyajikan kuliner-kuliner khas Jateng yang selama ini memang jarang ditampilkan. Tujuan kami tak lain ingin kembali mengangkat budaya Jateng yang selama ini mulai diabaikan oleh generasi milineal,” tutur Ketua Panitia Komukino Fest 2017, Aji Yusup, saat menggelar jumpa pers di Gedung Monodhuis, Kota Lama, Semarang, Minggu siang.

Aji menambahkan tak hanya kuliner, budaya-budaya Jateng juga ditampilkan dalam festival tersebut, seperti batik yang tersaji di stan Kampung Batik, pembuatan jamu tradisional di Kampung Jamu, hingga permainan-permainan tradisional semacam  engklek, enggrang, dan bakiak.

Kadis Kominfo Jateng, Dadang Somantri (kanan), tengah menukarkan uang kartal yang menjadi alat transaksi di Komukino Fest 2017 di Kota Lama, Semarang, Minggu (17/12/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

“Tema Komukino Fest kali ini adalah Jateng Gayeng, makanya kami sajikan kearifan budaya Jateng di event kali ini. Kami ingin tunjukkan bahwa generasi zaman sekarang juga peduli akan budaya lokal,” tutur Aji.

Sayangnya, event yang digelar mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Usm itu hanya berlangsung satu hari. Kendati demikian, event ini cukup unik dan menarik antusiasme.

Hal itu dikarenakan pengunjung yang hadir tak hanya disajikan kuliner-kuliner yang unik. Mereka juga diajak berinteraksi dalam festival itu melalui berbagai permainan, seperti puzzle yang disusun menjadi wajah Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Para pengunjung tengah bermain puzzle di Komukino Fest 2017 di Kota Lama, Semarang, Minggu (17/12/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Pengunjung juga diberikan kesempatan menulis harapannya kepada dua kepala daerah di Jateng itu dalam sebuah kertas kecil. Kertas kecil berisi harapan para pengunjung itu nantinya akan diserahkan kepada Ganjar maupun Hendi.

Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Usm, Fajrianur, menjelaskan Komukino Fest merupakan bentuk implementasi kerja nyata mahasiswa kampus USM dari tiga mata kuliah, yakni Komunikasi Pemasaran, Manajemen Acara, serta Internal dan Eksternal Public Relation.

“Kami berharap event ini bisa rutin digelar setiap tahunnya. Tahun depan harus ada ide-ide segar lagi yang diusung para mahasiswa,” tutur Fajrianur.

Komuniko Fest 2017 diselenggarakan mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Usm di kawasan Kota Lama, Semarang, Minggu (17/12/2017). (JIBI/Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Share
Dipublikasikan oleh
Imam Yuda Saputra