KAMPUS DI SEMARANG : Gara-Gara E-Gamelan, Udinus Raih Penghargaan Kemenristekdikti

Kampus di Semarang, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), mendapat penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Solopos.com, SEMARANG — Prestasi membanggakan diraih Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Perguruan tinggi yang berkampus di Jl. Nakula I No. 5-11, Semarang Tengah, Kota Semarang itu baru saja diganjar penghargaan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai perguruan tinggi yang turut berpartisipasi melestarikan warisan budaya melalui karya mahasiswanya berupa elektronik gamelan atau e-Gamelan.

Penghargaan itu diterima Udinus di Auditorium Gedung BPPT II Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, Kamis (22/12/2016). Dilansir dalam siaran pers kampus di Semarang itu kepada Semarangpos.com, Senin (26/12/2016), saat acara penyerahan penghargaan yang diberikan oleh Menristekdikti, M. Nasir tersebut, tim e-Gamelan Udinus sempat memainkan beberapa karya yang merupakan hasil modifikasi suara gamelan, seperti saron, peking, bonang barung, bonang penerus, gong, kenong, demung, dan slenthem.

Wakil Rektor Udinus Bidang Kemahasiswaan, Kusni Ingsih, mengaku merasa gembira dengan apresiasi yang diberikan Kemenristekdikti itu. “Merupakan suatu kebanggaan luar biasa bagi kami sudah diundang hadir disini dan menerima piagam penghargaan ini," ujar Kusni.

Sementara itu, Muhammad Nasir mengatakan sangat senang dengan capaian tim e-Gamelan Udinus. Apa yang dilakukan Udinus melalui e-Gamelan itu dinilai sebagai salah satu wujud para akademisi dalam menjaga kebudayaan Indonesia. "Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya atas penghargaan yang diterima oleh seluruh pihak, e-gamelan adalah salah satu wujud menjaga budaya” ucap Muhammad Nasir di sela-sela penyampaian materinya.

Ia mengharapkan nantinya bukan hanya Udinus yang mengembangkan riset di bidang kesenian, tetapi juga universitas lainnya. E-Gamelan dikembangkan Udinus dengan dana hibah dari Kemenristek Dikti tahun anggaran 2009-2010 . Demi memperoleh hasil terbaik terkait suara gamelan, tim Udinus juga melakukan proses perekaman gamelan pusaka dari keraton Surakarta Hadiningrat dan Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Tujuan kami ingin meningkatkan sikap afektif anak muda sehingga mereka lebih mengenal gamelan. Apalagi, saat ini gamelan cukup sulit ditemui karena harga pembuatannya yang relatif mahal dan tidak semua perguruan tinggi memiliki," jelas Koordinator tim e-Gamelan kampus Udinus di Semarang, Tyas Catur Pramudi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom