Kampus Akademi Perkeretapian Indonesia (API) Madiun. (Twitter)

Solopos.com, MADIUN — Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun, Jawa Timur, menetapkan kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun sebagai lokasi tes seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun, Haris Rahmanudin, mengatakan penetapan kampus API sebagai lokasi tes seleksi CPNS 2019 sesuai dengan hasil rapat persiapan teknis yang digelar oleh pihaknya. Sebelumnya ada dua pilihan lokasi yang akan digunakan, yakni API Madiun dan Politeknik Negeri Madiun.

“API sudah teruji menyelenggarakan metode tes seleksi. Makanya, dipilih API Madiun,” ujar Haris Rahmanudin, Rabu (20/11/2019), seperti dilansir Antara.

Adapun dipilihnya Gedung API sebagai lokasi tes CPNS ditunjang oleh adanya sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang lainnya yang lengkap. API juga berpengalaman menggelar seleksi (masuk) taruna yang melibatkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Haris menginformasikan persiapan pelaksanaan seleksi CPNS 2019 sudah matang, mulai dari pembentukan tim seleksi hingga perangkatnya.

“Komputer juga sudah siap. Ada sekitar 100 unit komputer yang kami persiapkan untuk tes CPNS tersebut,” kata Haris.

Ia memastikan seleksi kompetensi bidang (SKB) dengan computer assisted test (CAT) dilakukan mandiri masing-masing pemerintah daerah (pemda). Ada juga SKB tambahan berupa kemampuan programming. Namun, tes itu khusus untuk jabatan pranata komputer dan pranata teknologi informasi komputer.

“Tahun lalu peralatan berupa jaringan dan komputer disiapkan BKN. Kami hanya menyiapkan tempatnya,” kata Haris.

Pada pelaksanaan CAT CPNS 2018, peserta dari waliayah eks Karesidenan Madiun bergabung di Wisma Haji Kota Madiun. Kebijakan itu merupakan petunjuk pemerintah pusat. Kali ini BKD mengusulkan melakukan tes sendiri sebab berdasarkan tahun lalu jumlah pendaftar di Kota Madiun mencapai ribuan orang.

Pemkot mengalokasikan sekitar Rp700 juta untuk pelaksanaan seluruh tahapan seleksi CPNS 2019. Akan tetapi, bisa saja dana itu membengkak karena seleksi CPNS berlanjut sampai awal tahun depan. Adapun tambahan dana tersebut untuk kegiatan administrasi dan verifikasi.

Sebelumnya, Sekretariat Daerah Kota Madiun menyampaikan Pemkot Madiun membuka 164 lowongan CPNS 2019 sesuai dengan kuota dari pemerintah pusat. Adapun perinciannya 67 lowongan untuk formasi tenaga pendidik, 50 lowongan tenaga kesehatan, dan 47 lowongan tenaga teknis.

Ia meminta para pelamar berhati-hati dan tidak tergiur dengan penawaran khusus CPNS. Apalagi, ada yang mengaku bisa menjamin meloloskan dengan membayar sejumlah uang tertentu. “Tidak akan ada yang bisa bermain. Apalagi, saat ini seluruh prosesnya transparan dan tesnya pun online,” katanya.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten