Kampung Nglurah Tawarkan Tanaman Hias dan Upacara Adat
Aneka tanaman hias di tata di halaman rumah dan lahan di samping rumah warga Kampung Nglurah, Kelurahan/Kecanatan Tawangmangu, Selasa (23/10/2018)./Sri Sumi Handayani

Solopos.com, KARANGANYAR – Tulisan “Sentra Tanaman Hias dan Agrowisata Tanaman Hias Nglurah Tawangmangu” menyambut setiap orang yang masuk perkampungan di atas bukit. Itulah Kampung Nglurah, Kelurahan Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu.

Solopos.com rutin datang ke kampung itu setiap Selasa Kliwon Wuku Dukut untuk menghadiri upacara bersih dusun Dukutan. Begitu masuk perkampungan, Solopos.com disambut indahnya gerombolan tanaman hias. Hampir setiap halaman rumah warga dipenuhi tanaman hias aneka ukuran dan warna. Seperti anggrek, mawar, asoka, pucuk merah, agalonema, palem, dan lain-lain. Pantauan Solopos.com, Kampung Nglurah ramai didatangi orang dari luar Karanganyar.

Mereka berburu tanaman hias langsung dari pembudidaya tanaman hias. Salah satu tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha tanaman hias di Kampung Nglurah, Ismanto Hartono, menuturkan 70% warga kampung berjualan tanaman hias. "Salah satu komoditas di Nglurah adalah tanaman hias. Tiap rumah, tiap halaman itu pasti ada dan menanam tanaman hias," kata Ismanto saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa (23/10/2018).

Ismanto menuturkan mata pencaharian warga Kampung Nglurah adalah berjualan tanaman hias dan bertani. Pembeli tanaman hias dari dalam dan luar Karanganyar. "Dulu sebelum tanaman hias itu warga menanam sayuran dan palawija. Lama kelamaan lahan berkurang padahal warga butuh meningkatkan kesejahteraan. Warga inisiatif memanfaatkan tanah pekarangan. Prinsip sejengkal tanah adalah penghasilan," tutur dia.

Dia mengklaim ada 1.000 jenis tanaman hias di Kampung Nglurah. Dia mengklaim persaingan sehat antarpenjual. Rata-rata penjual tanaman hias di Kampung Nglurah bekerja sama dengan penjual tanaman hias di Malang dan Bandung. "Tanaman hias yang dikembangkan itu tanaman pelindung yang mudah adaptasi. Tidak hanya jemani tapi juga yang lain. Kami bekerja sama dengan Malang dan Bandung. Kalau butuh tanaman hias dari sana dikirim, begitu sebaliknya. Masyarakat di sini juga mengembangkan tanaman hias melalui pembibitan," jelas dia.

Ismanto memaparkan rencana menjadikan Kampung Nglurah sebagai kampung wisata. Satu paket dengan upacara tradisi turun temurun, Dukutan. Pengunjung yang ingin menyaksikan upacara adat kampung bisa berbelanja tanaman hias. "Secara geografis Nglurah dijadikan kampung wisata itu layak," ungkap dia.

Hal senada disampaikan Camat Tawangmangu, Rusdiyanto. Tawangmangu memiliki potensi alam melimpah dan adat turun temurun. Salah satunya di Kampung Nglurah. Rusdiyanto berangan-angan Kampung Nglurah menjadi dewa wisata. Langkah itu membutuhkan kerja sama warga kampung, pemerintah kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.

"Dibikinkan paket wisata, dijual ke pengunjung dari luar Kabupaten Karanganyar. Itu bisa terlaksana kalau ada kerja bareng seluruh pihak. Saya kira potensi alam di sini memikat," ujar dia.

Avatar
Editor:
Riyanta


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom