Pekerja merampungkan pembangunan jalan setapak di sisi timur Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, Jumat (17/1/2020). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Candi Sojiwan menjadi salah satu warisan budaya yang berlokasi di Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten. Candi dengan relief tentang fabel itu kerap menjadi jujukan wisatawan setelah mengunjungi Candi Prambanan.

Banyaknya wisatawan yang berdatangan ke Candi Sojiwan ditangkap pemerintah Desa (Pemdes) Kebondalem Kidul. Pemdes mulai mengembangkan kawasan pemberdayaan serta pariwisata di sekitar Candi Sojiwan.

Kepala Desa Kebondalem Kidul, Tri Wahyu Wibowo, mengatakan pengembangan dilakukan di tanah kas desa yang berada di sisi timur dan barat candi.

Di sisi timur Candi Sojiwan, pemdes membangun kios kuliner, wahana permainan anak, hingga wahana budaya. Total luas di sisi timur yang disiapkan untuk pengembangan kawasan pemberdayaan sekitar 7.000 meter persegi.

Proses pembangunan sisi timur sudah dilakukan mulai 2019. Pemdes memastikan pengembangan itu sudah dikonsultasikan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah (Jateng) lantaran kawasan berada di ring satu kawasan cagar budaya.

“Pengembangan kami lakukan melalui APB Desa Perubahan 2019 dan dilanjutkan pada 2020. Total dana yang sudah dialokasikan sekitar Rp600 juta di antaranya untuk membangun jalan setapak serta kios,” kata Wahyu saat ditemui solopos.com di ruang kerjanya, Jumat (17/1/2020).

Di sisi barat Candi Sojiwan, pemdes berencana mengembangkan kawasan wisata. Salah satunya dengan membangun kampung Buddha. Lahan kas desa seluas 3 hektare (ha) disiapkan untuk pengembangan rencana tersebut.

Kampung Buddha menawarkan suasana perkampungan pada masa peradaban Buddha. Kampung itu juga menjadi pusat pendidikan sejarah.

Pemdes sudah memiliki master plan pengembangan kampung Buddha. Butuh dana hingga Rp3 miliar untuk pengembangan itu. Untuk menciptakan suasana kampung benar-benar mendekati suasana perkampungan tempo dulu, pemdes berkonsultasi dengan ahli sejarah.

Polisi Klaten Pantau Keraton Agung Sejagat di Prambanan 24 Jam/Hari

Konsep kampung itu sudah dilirik investor yang ingin bekerja sama mengembangkan kawasan. Hanya saja, pemdes menginginkan agar pengembangan kampung Buddha bisa dikembangkan oleh warga Kebondalem Kidul.

“Akan kami bahas dulu dengan masyarakat untuk pengembangan ini. Apakah nanti bisa dikembangkan dengan investasi dari masyarakat,” kata Wahyu.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten