Suasana di salah satu showroom batik di Kampung Batik Laweyan, Solo, Jumat (23/6/2017). (Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos)
Solopos.com, SOLO — Memperingati Hari Batik Nasional, Kampung Batik Laweyan Solo menggeber diskon, promo, hingga menggelar acara khusus.  Diskon maupun promo yang ditawarkan bervariasi hingga 20%, sementara untuk acara ada Festival Laweyan 2019. Sebagaimana diketahui, Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Staf Bagian Penjualan Batik Putra Laweyan Solo, Abdullah Azam Fahri, mengatakan salah satu gerai batik milik Gunawan Muhammad Nizar di Laweyan Solo memberikan diskon sebesar 10%-20% selama Oktober 2019. “Setiap momen tertentu kami memang memberikan diskon untuk pembelian batik di outlet. Kali ini untuk menyemarakkan Hari Batik kami diskon 10% untuk setiap pembelian kain dan 20% untuk baju batik,” paparnya, saat ditemui wartawan, Senin (30/9/2019). Azam menambahkan dalam beberapa bulan terakhir memang ada peningkatan penjualan sekitar 20%. Hal ini biasanya terjadi saat akhir pekan dan adanya sejumlah event besar di Kota Solo. Selain itu, pesanan banyak datang dari sekolah dan institusi lain seperti hotel dan travel agent. Menurutnya, belakangan tren batik yang diminati konsumen adalah warna-warna soft. Sedangkan untuk jenisnya sesuai batik andalan Batik Putra Laweyan, yakni batik tulis dan cap. Adapun harganya untuk kain mulai Rp235.000/meter, sementara untuk baju perempuan mulai Rp90.000 dan baju laki-laki mulai Rp150.000. Pemilik Batik Mahkota Laweyan sekaligus Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) Solo, Alpha Febela Priyatmono, mengatakan Laweyan kembali menggelar Festival Laweyan 2019 pada 25 September hingga 2 Oktober 2019. Berbeda dengan tahun lalu yang diramaikan dengan pameran foto, festival tahun ini mengusung tema besar kepedulian terhadap lingkungan. “Batik tak melulu soal tren belanja. Kampoeng Batik Laweyan berpikir jauh ke depan, yakni mencanangkan Laweyan sebagai pilot project kawasan industri bersih,” katanya. Alpha menambahkan sederet acara digelar untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dalam hal ini Laweyan sebagai tempat industri batik dituntut tak hanya sekadar menjual batik, tetapi juga mewujudkan Laweyan Eco Culture Batik. Di sisi lain, pemilik Batik Mahkota Laweyan ini juga mencatatkan peningkatan penjualan batik pada 2019. Selain itu, ia juga memberikan diskon untuk pelanggan atau konsumen. Misalnya, ada diskon sebesar 10% untuk syal batik.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten