Tutup Iklan
Pengunjung melihat koleksi bunga anggrek di lokasi wisata Kampung Anggrek Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (16/2/2019). (Antara-Asmaul Chusna)

Solopos.com, KEDIRI -- Kampung Anggrek di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, diproyeksikan mampu memproduksi 300.000 tanaman anggrek dewasa selama satu tahun. Harga tanaman yang dikembangkan di kampung anggrek mulai puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah per bunga. 

"Kami saat ini masih konsentrasi di produksi belum penjualan. Untuk penjualan baru kami peroleh akhir 2019 atau awal 2020. Target produksi kami satu tahun setidaknya 300.000 anggrek dewasa," kata Manajer Kmpung Anggrek Kabupaten Kediri Didik Yuri Suherianto di Kediri, Sabtu (16/2/2019).

Didik menjelaskan di kampung anggrek saat ini terdapat 15-20 koleksi. Dari koleksi tersebut, terdapat banyak tanaman turunan hasil budi daya. Beberapa jenis tanaman yang banyak dikembangkan misalnya Dendrobium, Phalaenopsis (anggrek bulan), Cattleya hingga Oncidium. Namun, yang paling banyak diminati jenis Dendrobium dan anggrek bulan.

Lebih lanjut, Didik Yuri Suherianto mengatakan di Kampung Anggrek Kediri diterapkan metode kultur jaringan untuk memproduksi tanaman. Di tempat ini terdapat laboratorim dengan kapasitas hingga 1 juta tanaman per tahun. Saat ini, banyak tanaman praremaja maupun yang sudah dewasa, sehingga tahun depan bisa memenuhi permintaan pembeli.

"Untuk hasil produksi kultur jaringan kami masih tahap pra-remaja. Yang pesan banyak, tapi belum bisa kami layani [seluruhnya]. Kami harus pastikan secara kualitas anggrek yang kami produksi terpenuhi, memenuhi standar baru kami melepas secara grosir," kata dia.

Selain sebagai laboratorium anggrek, dia menerangkan, kampung anggrek tersebut juga menjadi lokasi wisata tersendiri. Di hari aktif, antara Senin hingga Jumat, jumlah pengunjung 200-500 orang setiap harinya, sedangkan saat akhir pekan naik drastis sekitar 1.500 pengunjung.

Di tempat tersebut, pengunjung juga bisa membeli aneka ragam bunga anggrek dengan harga terjangkau. Pengunjung juga bisa membeli berbagai koleksi bunga lainnya yang ada di tempat tersebut. Berbagai oleh-oleh hasil bumi dari perkebunan petani di kaki Gunung Kelud (1.731 mdpl) itu juga banyak dijual di lokasi wisata tersebut.

Lokasi lahan di kampung anggrek yang berada di kaki Gunung Kelud tersebut sekitar 5 hektare. Selain anggrek, juga terdapat aneka bunga lainnya, hingga aneka buah. Di tempat itu juga dilengkapi dengan gerai pedagang, sehingga pengunjung bisa menikmati berbagai aneka makanan.

Silakan http://madiun.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/madiunpos/">LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten