Ketua DPW PKB Jateng, Muhammad Yusuf Chudlori. (Twitter-@Pkb_Jateng)

<p><strong>Solopos.com, SOLO&nbsp;</strong>&mdash; Ketua DPW PKB Jawa Tengah (Jateng), Muhammad Yusuf Chudlor, menyinggung kebijakan <em>full day school</em> saat mengampanyekan pasangan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a>-<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> dalam Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng sebagai rangkaian pilkada serentak 2018. Hal itu ia ungkapkan melalui video yang diunggah akun Twitter <em>@Pkb_Blora</em>, Selasa (12/6/2018).</p><p>Pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu menganggap program <em>full day school</em> yang merupakan kebijakan dari menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) itu merupakan program dari Ganjar Pranowo. Ia menilai program tersebut sebagai ancaman bagi madrasah diniyah. "Program <em>full day school</em> yang diterapkan gubernur kemarin itu ancaman bagi madrasah diniyah," ujarnya.</p><p>Sang ketua DPW PKB Jateng itu menganggap program <em>full day school</em> akan membuat anak-anak tak memiliki waktu mengaji. "Ada 13.000 lebih [madrasah diniyah] milik NU. Kalau sekolah itu pulang jam empat, anak-anak sampai rumah jam enam jam lima, <em>kapan sing ngaji kapan sing ning masjid</em> [kapan mengaji dan ke masjid]?" lanjut Yusuf Chudlori.</p><p>Ketua salah satu partai pengusung pasangan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a>-<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> pada pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu menjelaskan para kiai sempat memprotes kebijakan mendikbud terkait <em>full day school</em> di hadapan gubernur dan presiden. Ia juga membeberkan banyak warga NU yang rela berdemo demi menolak kebijakan <em>full day school</em>.</p><p>Menurut Yusuf Chudlori, pasangan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a>-<a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> merupakan calon pemimpin Jateng yang akan mampu mengemablikan sistem enam hari sekolah. "Maka momentum pilgub harus dimanfaatkan. Pilih gubernur yang berkomitmen mengembalikan sekolah enam hari, yakni Pak Sudirman Said dan Ida Fauziyah," pungkasnya pada video yang beredar di tengah masa kampanye pilklad atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten