Kampanye Pilkada Solo 2020: Bertemu Driver Ojol, Bajo Janjikan Pangkalan Berfasilitas Wifi Gratis
Cawali-Cawawali Solo dari jalur independen, Bagyo Wahyono dan FX Supardjo berbicara di hadapan puluhan driver ojek online Solo, Minggu (18/10/2020) malam di Balekambang Resto, Solo. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Pasangan cawali-cawawali Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo, menggelar kampanye tatap muka dengan puluhan driver ojek online (ojol), Minggu (18/10/2020) malam.

Dalam acara di Balekambang Resto itu Bagyo meminta para driver ojol mendukung dan memenangkan Bajo pada Pilkada Solo 2020. Bila kelak terpilih sebagai wali kota dan wawali Solo, Bajo akan membuat sejumlah pangkalan ojol.

“Pangkalan-pangkalan akan kami buat, lengkap dengan wifi gratis. Kami akan ajak musyawarah panjenengan semua untuk melahirkan kebijakan-kebijakan lain. Tidak seperti selama ini, kami gandeng semua,” ujarnya.

Dinkes Boyolali Akan Atasi Demam Berdarah Dengan Ternak Nyamuk, Begini Caranya

Dengan musyawarah bersama para pelaku lapangan, menurut Bagyo, kebijakan yang lahir akan lebih tepat sasaran. “Apa saja kesulitannya ayo garap bareng bagaimana baiknya. Yang paling tahu ya pelaku,” katanya dalam kegiatan kampanye Bajo jelas Pilkada Solo itu.

Bagyo menyatakan pangkalan ojol itu nantinya tidak hanya satu per wilayah kecamatan, tapi ada beberapa lokasi. Setiap ojol yang mangkal bisa memanfaatkan jaringan wifi yang terpasang untuk menunggu order.

Kafe Mini

Pada pangkalan-pangkalan tersebut juga akan ada kafe mini yang menyediakan minuman seperti kopi. “Setiap kecamatan akan ada pangkalan, beberapa titik, free wifi. Ada kafe kecil untuk ngopi,” tuturnya.

Bawaslu Sukoharjo Perpanjang Lagi Masa Pendaftaran Pengawas TPS, Masih Kurang Berapa?

Namun untuk minuman dari kafe itu, menurut Bagyo, tidak gratis. Dalam kegiatan kampanye cawali-cawawali independen Solo, Bajo, itu juga sempat mengemuka ihwal potensi gesekan antara ojol dengan ojek pangkalan.

Bagyo menyatakan hal itu harus ada penyelesaian secara kekeluargaan. Harus ada komunikasi yang akrab. “Ajak rembukan bareng. Wong Solo gampang, ngombe bareng, mangan, rampung kok mas. Pakai bahasa rakyat saja lah. Tidak usah bergaya tinggi-tinggi. Yang terpenting jangan sampai malah gontok-gontokan,” urainya.

Sebagai kota budaya, Bagyo menyatakan nilai-nilai luhur hormat menghormati dan toleransi antarwarga harus ada upaya pengembangan. Jangan sampai Solo tumbuh menjadi kota modern yang kehilangan jati diri atau nilai budayanya.

Dosen FH UNS Solo Meninggal Positif Covid-19, Begini Kronologinya Menurut Rektor

Nilai Lebih

“Makanya ayo bareng-bareng, mesti menange. Bantu kami, kawal kami. Terus terang ini berat. Kami selama ini tidak punya duit, tidak punya fasilitas. Punyanya hanya hati, yang sudah jarang orang punya,” ujar cawali Solo pada pasangan calon independen Pilkada Solo, Bajo, pada kegiatan kampanye itu.

Sedangkan Supardjo menekankan pentingnya nilai lebih pada setiap warga Solo, termasuk ojol. Nilai lebih bisa melalui pelatihan-pelatihan oleh Pemkot atau kegiatan-kegiatan mengasah potensi, minat dan bakat.

Dengan memiliki nilai lebih, masyarakat punya peluang untuk mendapat tambahan penghasilan. “Kuncinya memampukan diri. Bisa dengan pelatihan-pelatihan agar punya nilai lebih,” paparnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom