Kamera Cabul Merajalela, Warga Seoul Waswas
Seorang inspektur memeriksa toilet umum untuk mencegah kemungkinan adanya kamera pengintai. (24/4/2019). (Allkpop)

Solopos.com, SEOUL - Survei menunjukkan lebih dari dua per tiga warga Seoul khawatir akan direkam secara diam-diam oleh kamera pengintai. Pemerintah Seoul menyatakan mereka akan menindaklanjuti orang yang telah memasang kamera pengintai.

Berdasarkan survei Pemerintah Kota Seoul dan Konselor Namu bulan Mei terhadap 1.500 orang dewasa, 69% mereka merasa tidak aman akibat kamera pengintai yang terpasang di tempat tersembunyi.

Sebagaimana dilansir Allkpop, Rabu (19/6/2019), sebagian besar tempat yang menjadi sasaran kamera pengintai adalah kamar hotel, toilet umum, pemandian umum, juga kolam renang. Bagi perempuan Seoul, mereka lebih gelisah jika dalam toilet umum, sementara pria Seoul lebih gelisah jika mereka berada di penginapan.

Kondisi ini membuat orang Seoul selalu mengecek lubang-lubang yang menjadi sarang kamera pengintai, sedangkan lainnya enggan pergi ke toilet umum.

Penggunaan kamera pengintai di tempat umum telah menjadi masalah besar di Korea. Dikarenakan ukuran kamera pengintai sangatlah kecil, mereka tersembunyi dengan baik di tempat kurang terlihat.

Foto atau video korban yang terekam lewat kamera pengintai biasanya akan disebarluaskan melalui media online maupun offline.

Sayangnya, belum ada tindakan tegas dari pemerintah setempat terkait masalah ini. Hal inilah yang membuat perempuan Seoul mencurahkan amarah dalam aksi protes kepada pemerintah yang dilakukan secara besar-besaran pada 2018.

Pemerintah menyepakati aturan Public Health Control Act yang mengizinkan untuk menggeledah toilet umum di transportasi umum serta tempat-tempat bisnis lainnya tanpa persetujuan pemilik.

Sekitar 110.000 kamar hotel dan motel akan diselidiki selama setengah tahun ini. Jika pemilik dan penjaga bisnis tertangkap memasang kamera, maka pemerintah akan menutup bisnisnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom