Para juri Festival Sastra Jawa Tengah menggelar temu teknik di RRI Semarang, Jumat (21/6/2019). (Semarangpos.com-Humas Pemprov Jateng)

Solopos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) untuk kali pertama menggelar Festival Sastra Jawa Tengah bertema Jawa Tengah Rumahku. Ajang yang akan digelar di Auditorium RRI Semarang, Sabtu (22/7/2019) itu pun dibanjiri peserta dari kalangan para sastrawan.

Total ada sekitar 327 peserta yang akan tampil dalam ajang yang akan memperlombakan empat nomor itu. Keempat nomor itu, yakni baca puisi yang akan diikuti 80 peserta, penulisan puisi 110 peserta, penulisan cerpen 10 peserta, dan penulisan lakon 32 peserta.

Khusus untuk baca puisi panitia melakukan penyaringan, dikarenakan membeludaknya jumlah pendaftar. Tercatat ada 139 pendaftar khusus baca puisi hingga hari terakhir pendaftaran pada Sabtu (15/6/2019) lalu.

“Karena terbatasnya waktu lomba yang cuma sehari maka peserta kita batasi 80 orang. Maka kita saring berdasarkan asal daerah untuk memunculkan keterwakilan dari tiap-tiap kabupaten/kota,” ujar Ketua Dewan Juri, Khotibul Umam, di sela temu teknik dan pengundian peserta Festival Sastra Jateng di Auditorium RRI Semarang, Jumat (21/6).

Ratusan peserta ini merata dari seluruh Jateng. Peserta terbanyak dari Kudus 32 orang, disusul Jepara 30 orang, dan Semarang 26 orang.

Umam mengatakan khusus lomba penulisan cerpen, puisi, dan naskah lakon, para peserta mengirimkan berkas pendaftaran dengan batas waktu hingga Sabtu (8/6/2019). Karya-karya itu dinilai oleh para juri yang kompeten, seperti Hanindawan (teaterawan), Bandung Mawardi (essais), dan Triyanto Triwikromo (sastrawan).

Sedangkan lomba baca puisi dilaksanakan pada Sabtu (22/6) di Auditorium RRI, Jalan Ahmad Yani Semarang. Para peserta akan berkompetisi di bawah penilaian tiga dewan juri. Yakni Laura Andri (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Undip), Apito Lahire (teaterawan), dan Sosiawan Leak (teaterawan, penyair).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Jumeri, mengatakan festival sastra merupakan bagian dari pembinaan para peminat sastra muda. Oleh karena itu, ajang itu membatasi usia peserta maksimal 35 tahun.

"Harapannya yang ikut ya yang muda-muda, baik pelajar, penyair muda, dan mahasiswa yang menggeluti dunia sastra, yang jelas akan berkelanjutan," katanya.

Dalam pelaksanaannya, Disdikbud Jateng bekerja sama dengan Anantaka Cultural Trust, sebuah yayasan yang bergerak di bidang seni, budaya, dan pendidikan anak.

Direktur Anantaka Cultural Trust, Anton Sudibyo, mengatakan festival sastra pada titik tertentu adalah sebuah kebutuhan untuk merangsang gairah berkreasi dan membangun atmosfer kesenian yang dinamis. “Ini sebuah awal yang baik, harapannya tentu saja festival ini bisa berkelanjutan dan semakin baik,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten