Tutup Iklan
Kondisi Kali Anyar di Jalan Solo-Tawangmangu, Palur, Karanganyar, mengering Selasa (5/11/2019). (Solopos-Candra Mantovani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Musim kemarau menyebabkan beberapa petani yang sawahnya berada di dekat Kali Anyar, Palur, Kecamatan Jaten, Karanganyar, mengalami gagal panen.

Pasalnya, sungai yang digunakan untuk sumber pengairan petani saat ini mengering.

Salah satu petani setempat, Hartati, 70, mengatakan kondisi Kali Anyar yang mengering baru terjadi pada musim kemarau tahun ini. Dia yang mengandalkan air dari sungai untuk pengairan sawah mengaku mengalami kegagalan panen di sebagian lahan.

“Saya merasakan sendiri ini yang paling parah. Separuh lebih sawah saya mengalami gagal panen. Tentu rugi. Sungai yang menjadi sumber pengairan sama sekali tidak ada air. Memang masih bisa mengambil dari sumur dan sumber air lainnya tapi airnya juga tidak banyak,” ucapnya ketika ditemui solopos.com di rumahnya yang berada di dekat lokasi sawah, Selasa (5/11/2019).

Petani lainnya, Supono, 64, mengaku memiliki sumur dalam yang bisa digunakan untuk sumber pengairan sawah. Namun, dia menjelaskan beberapa petani lainnya ada yang mengalami kegagalan panen total akibat mengeringnya Kali Anyar.

“Lahan saya kurang lebih 2.000 meter persegi. Hanya seperempat yang gagal panen. Tapi yang lainnya di dekat sini ada banyak yang mengalami gagal panen. Biasanya yang gagal panen yang saat penanaman Agustus. Tidak bisa dipanen padinya. Semoga saja nanti ada solusi seperti waduk Gajah Mungkur diperdalam jadi tampungan airnya lebih banyak,” beber dia.

Salah satu pedagang di dekat Kali Anyar, Warti, 40, mengatakan baru kali ini dia melihat Kali Anyar mengalami kekeringan hingga tidak ada air sama sekali.

Menurutnya, kondisi tersebut akibat Waduk Gajah Mungkur yang juga mengalami kekeringan.

“Baru kali ini seperti ini [kering]. Biasanya walaupun musim kemarau masih ada airnya. Tapi ini sama sekali tidak ada,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten