Tutup Iklan

Kalau Debat Capres Gitu-Gitu Saja, yang Rugi Prabowo

Seperempat total pemilih Indonesia menantikan performa mengejutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam debat Pilpres 2019. Debat masih berpeluang menjadi penggoyah keyakinan mereka sebelum pemungutan suara pada 17 April 2019 mendatang.

Kalau Debat Capres Gitu-Gitu Saja, yang Rugi Prabowo

SOLOPOS.COM - Jokowi dan Prabowo menunjukkan nomor urut dalam pengambilan nomor urut capres-cawapres di Gedung KPU, Jumat (21/9/2018) malam. (Reuters - Darren Whiteside)

Solopos.com, JAKARTA — Seperempat total pemilih Indonesia menantikan performa mengejutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam debat Pilpres 2019. Debat masih berpeluang menjadi penggoyah keyakinan mereka sebelum pemungutan suara pada 17 April 2019 mendatang.

Lembaga survei Charta Politika Indonesia merilis sebanyak 71,4% pemilih telah mantap dengan pilihannya. Mereka telah yakin akan memilih pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, atau tidak mencoblos sama sekali.

Namun, masih terdapat 14,6% pemilih mengambang (swing voter) dan 14,1% pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voter) ketika survei dilakukan Charta pada 22 Desember 2018-2 Januari 2019.

Gabungan 28,7% dari kedua jenis pemilih tersebut lebih tinggi dari selisih elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandiaga sebesar 19,1%. Alhasil, kedua kontestan berkepentingan untuk menggoyahkan keyakinan pemilih mengambang dan belum menentukan pilihan tersebut.

Di kalangan pemilih Jokowi-Ma’ruf, sebanyak 80,9% telah mantap untuk memilih pasangan nomor urut 01 tersebut. Di kalangan pemilih Prabowo-Sandiaga, kemantapan untuk tidak mengubah pilihan terekam sebesar 79,6%.

Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengakui bahwa pemilih mengambang dan belum menentukan pilihan berpotensi dipengaruhi dengan debat. Namun, dia menyangsikan efektivitasnya bila tidak ada perbedaan jomplang antara dua kontestan yang berdebat.

“Kalau penguasaan data dan gaya komunikasi masing-masing kandidat menunjukkan performa tak jauh berbeda dengan lawan, debat tak terlalu berpengaruh,” katanya usai konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Berdasarkan survei Charta, Yunarto mengatakan mayoritas masyarakat dapat mengubah pilihan karena alasan visi, misi, dan program yang ditawarkan kontestan. Mau tidak mau, pasangan nomor urut 01 atau 02 harus bisa memenuhi keinginan masyarakat tersebut dalam debat yang diagendakan berlangsung dalam lima putaran.

Pada debat pertama 17 Januari, Komisi Pemilihan Umum (KPU) memilih tema penegakan hukum, korupsi, hak asasi manusia, dan terorisme. Namun, survei Charta menunjukkan sekitar 60% pemilih lebih menyoroti persoalan ekonomi. Sedangkan isu korupsi, keamanan, dan penegakan hukum hanya diperhatikan 23,5% pemilih.

Menurut Yunarto, pasangan Jokowi-Ma’ruf relatif diuntungkan saat ini dengan kepuasan masyarakat sebesar 65,8% atas pemerintahan periode 2014-2019. Karena itu, Prabowo-Sandiaga dinilai lebih membutuhkan forum debat untuk mengejar elektabilitas lawan.

“Kalau debat tidak mengubah banyak, yang dirugikan adalah penantang yang elektabilitasnya tertinggal,” ucap Yunarto.

Temuan Charta Politika didasarkan hasil wawancara kepada 2.000 responden dari seluruh Indonesia yang dipilih secara acak pada 22 Desember 2018-2 Januari 2019. Marjin kesalahan sebesar +/- 2,19% pada tingkat kepercayaan 95%.

Pada survei tersebut, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sudah tembus 53,2%, unggul dengan selisih 19,1% dari pasangan Prabowo-Sandiaga yang meraup 34,1%. Hanya 12,7% masyarakat yang belum menentukan pilihannya atas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Berita Terkait

Berita Terkini

Malaysia Targetkan Vaksinasi 60% Penduduk

Pemerintah Malaysia menargetkan dapat melakukan vaksinasi terhadap 60% penduduk dengan deadline akhir September 2021.

Panen Hadiah Simpedes BRI Klaten Diundi, Ini Nasabah Yang Beruntung Dapat Honda Mobilio

Bank BRI Cabang Klaten menggelar penarikan undian panen hadiah Simpedes periode II dengan hadiah utama satu unit mobil Honda Mobilio.

Kronologi Munculnya Klaster Takziah Covid-19 di Kabupaten Pasuruan

Satgas Covid-19 Kabupaten Pasuruan menemukan klaster takziah di Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen. Ada 21 orang positif terpapar Covid-19.

Begini Perketatan Aktivitas Masyarakat Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan perketatan aktivitas masyarakat selama masa PPKM Skala Mikro.

Sinyal Ferdinand Sinaga Merapat ke Persis Solo

Seorang sumber Solopos.com menyebut peluang Ferdinand merapat ke Persis mencapai 90%.

3 Zodiak Ini Konon Insan Paling Kreatif

Dalam urusan kreativitas, ada beberapa orang yang bingung dengan idenya, namun ada yang mudah mewujudkan layaknya zodiak insan kreatif.

Persika Karanganyar 0-1 Persis Solo: Assanur Rijal Akhirnya Pecah Telur

Setelah nihil gol di empat laga uji coba awal klub, Rijal Torres akhirnya pecah telur saat Persis beruji coba melawan Persika Karanganyar

Ngeri! Tabrak Pikap Pengendara Motor Tewas Terlindas Tronton

Kecelakaan itu terjadi antara pengendara sepeda motor Honda Vario dengan mobil Grand Max pikap dan truk tronton

Waduh! Stok Oksigen Menipis, RSUD Sragen Ketir-Ketir

RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dibuat ketir-ketir dengan kondisi stok oksigen untuk pasien Covid-19 yang menipis.

8 Vaksin & Obat Covid-19 Ini Paling Laris

Bagi kaum skeptis, datangnya pandemi virus corona berati kesempatan bagi para penyedia obat-obatan dan vaksin pencegah Covid-19.

Target Vaksinasi Covid-19 di Jepang Terlampaui, Ini Kiatnya…

Jepang menuntaskan target vaksinasi Covid-19 melalui kerja keras memenuhi target, yakni mewujudkan sampai satu juta dosis vaksin setiap hari.