Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Adi Rustanto (berbaju biru) bersama Kepala Seksi Logistik dan Peralatan BPBD Jateng Iwan Budianto (baju batik) seusai melakukan Sosialisasi Kebencanaan di Kabupaten Pekalongan, Jateng. (Antara-Kutnadi)

Solopos.com, PEKALONGAN — Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah Adi Rustanto menyatakan kesiapan menjadi mediator eksplorasi bahan tambang glongan C di Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan. Menurutnya, perlu mediasi antara masyarakat dengan pemilik tambang demi mencegah konflik sosial.

"Kami hanya bisa memediasi pada masyarakat yang secara tegas ingin menghentikan eksplorasi galian C di sini (Pekalongan) dengan pertimbangan menghindari terjadinya konflik sosial," kata anggota DPRD Jawa Tengah itu di Kabupaten Pekalongan, Jateng, Minggu (16/12/2018).

Anggota Komisi E dari Fraksi PDIP ini mengatakan bahwa dirinya mendapat aspirasi dari masyarakat terkait dengan adanya kegiatan galian C yang kini sudah banyak menimbulkan masalah pada mereka. "Oleh karena itu wajar dan harus menangkap ini sebagai sebuah aspirasi. Bukan saya yang mencari melainkan masyarakat yang menyampaikan aspirasi ini (pada saya)," katanya.

Ia mengatakan aspirasi dari masyarakat itu segera disampaikan pada Gubernur Jateng agar dilakukan mediasi apakah kegiatan galian C yang disampaikan mereka perlu ditinjau kembali. "Namun masyarakat, yang jelas menginginkan aktivitas kegiatan galian C dihentikan. Oleh karena itu, jika aspirasi ini sudah disampaikan [kepada gubernur] maka Dinas Sumber Daya Manusia harus melakukan sidak ke lokasi itu," katanya.

Kepala Seksi Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jateng Iwan Budianto mengatakan aktivitas galian C di Kabupaten Pekalongan ini sudah dirasakan dampaknya masyarakat. "Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan sosialisasi tentang kebencanaan yang diselenggarakan Komisi E DPRD Jateng dengan BPBD ini, kami ingin langsung mengetahui masukan atau aspirasi masyarakat terkait galian C yang sudah dirasakan dampaknya mereka," katanya.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan investigasi untuk mendapatkan bukti-bukti yang ada dan selanjutnya akan dilaporkan pada Gubernur Jateng. "Untuk saat ini, kami akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pekalongan mengambil langkah-langkah pencegahan. Ada laporan dari warga bahwa sebuah bukit sudah rawan longsor," katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten