Pemain sepak takraw Indonesia merayakan kemenangan atas Thailand pada final ASEAN School Games (ASG) XI di Sport Hall Unika Soegijapranata, Kota Semarang, Selasa (23/7/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Penantian tim sepak takraw Indonesia selama 11 tahun pada ajang ASEAN Schools Games (ASG) berakhir sudah. Tim sepak bola rotan Merah Putih akhirnya berhasil meraih emas perdananya di ajang olahraga antarpelajar se-Asia Tenggara itu.

Emas perdana Indonesia pada cabang olahraga (cabor) sepak takraw di ASG diraih pada nomor double event. Indonesia yang diperkuat Jeki Ladada, Diki Apriyadi, dan Anwar Budiyanto meraih juara setelah pada partai final mengalahkan Thailand dengan skor 2-1 di Sport Hall Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (23/7/2019).

Pelatih  Indonesia, Setyo Budi, sangat bangga dengan pencapaian para pemainnya. Selain menjadi emas perdana, kemenangan itu sekaligus revans setelah kalah dari Thailand pada nomor tim, Minggu (21/7/2019).

“Akhirnya kita bisa meraih emas. Selama 11 tahun ASG, baru kali ini bisa mempersembahkan emas bagi Indonesia. Saya berterima kasih kepada para pemain yang tak kenal menyerah," ujar Setyo Budi kepada Semarangpos.com seusai pertandingan.

Pertandingan final antara Indonesia dan Thailand itu berlangsung sengit. Indonesia yang mampu unggul di game pertama dengan skor 21-12, harus merelakan game kedua setelah kalah 12-21.

Pada game ketiga, intensitas permainan begitu tinggi. Kejar mengejar angka terjadi hingga saat-saat menjelang pertandingan.

Kedudukan sama kuat bahkan terjadi di angka 20-20. Pada poin kritis itu, Indonesia menunjukkan kedewasaan dan bermain tenang hingga mengakhir laga dengan skor 24-22.

“Kita berterima kasih juga dengan tim psikologi dari Kemenpora. Berkat dukungan mereka, mental anak-anak jadi lebih siap. Terutama, saat momen kritis,” imbuh Setyo.

Setyo berharap performa pemainnya itu bisa terus ditingkatkan. Apalagi, pada event serupa tahun depan sebagian pemain masih bisa diterjunkan. “Tinggal bagaimana cara kita menambah jam terbang mereka. Perlu memperbanyak kompetisi, baik di dalam maupun di luar negeri,” ujar pelatih PPLP Sepak Takraw Jateng itu.

Kapten Indonesia, Anwar Budiyanto, menilai emas pertama itu menjadi sebuah kebanggan bagi timnya. Apalagi, emas diperoleh dari kemenangan atas Thailand yang selama ini dikenal tangguh dan menjadi juara bertahan.

“Kami terus berusaha untuk tenang, terutama saat ketinggalan. Pelatih minta terus mempertahankan momen di bola-bola naik. Buat kami medali emas ini adalah kebanggaan,” ujar Anwar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten