Bernard Arnault, CEO LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE, dan Delphine Arnault, Wakil Presiden Eksekutif LV, di Paris, Prancis, 20 Juni 2019. (Reuters)

Solopos.com, JAKARTA - Bernard Jean Étienne Arnault untuk pertama kali menjadi orang terkaya di muka bumi setelah menggeser Bill Gates, berdasarkan Indeks Bloomberg Billionaires.

Seperti dilansir Blooomberg.com, Kamis (18/7/2019), Arnault menggeser Bill Gates yang memiliki kekayaan bersih sekitar US$108 miliar. Sedangkan sang pendiri Microsoft kini memiliki kekayaan US$107 miliar.

Gates tercatat memiliki kekayaan yang beragam, kekayaan bersihnya sendiri berasal dari saham Microsoft kurang dari 12,5 persen.

Arnault adalah miliarder asal Prancis yang merupakan CEO pembuat barang mewah LVMH (LVMHF). Dia berhasil membangun LVMH menjadi pusat kekuatan global barang mewah yang mengendalikan merek-merek seperti Louis Vuitton, Christian Dior, dan Givenchy.

Pendiri Microsoft Bill Gates/Reuters

LVMH juga merupakan rumah dari merek Champagne Dom Pérignon dan pengecer kecantikan Sephora.

Data Forbes menyebut LVMH mencatat rekor penjualan dan laba pada tahun 2018. Sebagian besar pendapatannya karena peningkatan pengeluaran oleh pelanggan dari China.

Berbeda dari Gates, Arnault tidak memiliki latar belakang sebagai pebisnis. Setelah lulus dari Lycée Maxence Van Der Meersch di Roubaix, Arnault diterima di École Polytechnique di Palaiseau dan lulus dengan gelar teknik pada tahun 1971.

 Ayahnya, Jean Leon Arnault, lulusan École Centrale Paris, adalah seorang produsen dan pemilik perusahaan teknik sipil, Ferret-Savinel. Setelah lulus, Arnault bergabung dengan perusahaan ayahnya.

Pada 1976, dia  meyakinkan ayahnya untuk mengubah fokus perusahaan menjadi real estat. Nama perusahaannya pun berubah menjadi Férinel yang mengembangkan spesialisasi dalam akomodasi liburan.

Arnault mengakuisisi Financière Agache, sebuah perusahaan barang mewah. Ia pun mengambil alih perusahaan tekstil yang nyaris bangkrut bernama Boussac Saint-Frères. Itulah awal mula Arnault menguasai Christian Dior milik Boussac. Baru kemudian dia menciptakan grup LVMH, yang dihasilkan dari merger antara dua perusahaan.

Pria kelahiran 5 Maret 1949 ini juga kolektor seni Prancis. Koleksi Arnault termasuk karya Picasso, Yves Klein, Henry Moore, dan Andy Warhol.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten