Pelatih MU, Jose Mourinho, bersama para pemainnya setelah timnya kalah. (Reuters-Andrew Boyers)

Solopos.com, MANCHESTER — Manchester United (MU) semakin menunjukkan kemunduran nyata setelah dipermalukan Manchester City dengan skor 1-3 dalam Derby Manchester di Stadion Etihad, Senin (12/11/2018) dini hari WIB. Sebagai tim dengan sejarah panjang, musim ini Setan Merah kepayahan menembus papan atas Liga Inggris menyusul serangkaian hasil buruk.

Alih-alih berada di rel perebutan gelar juara, United tertahan di peringkat kedelapan dengan 20 poin dari 12 pertandingan. Mereka sudah tertinggal 12 angka dari rival sekota, Manchester City, yang kokoh di puncak klasemen.

Musim ini pasukan Jose Mourinho sudah menelan empat kekalahan di kompetisi domestik yakni saat melawan Brighton (2-3), Tottenham Hotspur (0-3), West Ham (1-3) dan terakhir City (1-3). Ini kali pertama United kalah empat kali dari 12 laga awal Liga Premier sejak musim 1990/1991.

Kemunduran Setan Merah juga terlihat dari selisih gol mereka yang justru minus satu (20 memasukkan, 21 kemasukan). Sejak musim 1977/1978, belum pernah MU mencatat selisih gol negatif setelah melalui 12 pertandingan Liga Premier Inggris. Legenda MU yang kini berprofesi sebagai pundit, Gary Neville, menyebut laga melawan City menunjukkan banyaknya kelemahan MU.

Neville menilai Setan Merah sudah terlempar dari perburuan gelar juara menyusul kualitas yang mereka sajikan di laga kemarin. “Masalah terbesarnya adalah bagaimana mereka memangkas jarak dengan tim empat besar. Mereka ada di level berbeda di seluruh sisi lapangan,” ujar Neville seperti dilansir Sky Sports, Senin.

Neville menyebut para penyerang MU tak memiliki presisi seperti yang dimiliki Liverpool atau City. United bahkan dianggap selalu kesulitan mencetak gol lawan kecuali jika mendapatkan set piece. Lini pertahanan juga tak lebih baik.

Sejauh ini David De Gea baru sekali membukukan clean sheet dari 12 pertandingan. “Dalam setiap bagian United tertinggal dari tim lain,” kata Neville.

Jose Mourinho sendiri tak mau bicara soal peluang juara setelah MU ditekuk The Citizens. Di laga tersebut, City berhasil mencetak gol lewat David Silva menit ke-12, Sergio Aguero menit ke-48 dan Ilkay Gundogan menit ke-86. MU hanya mampu membalas lewat tendangan penalti Anthony Martial di menit ke-86. “Kami berada di posisi luar empat besar, bagaimana kami bisa membahas mengenai gelar juara? Untuk membahas itu, Anda harus berada di posisi teratas,” tukas Mourinho.

Pelatih Manchester City, Josep “Pep” Guardiola, menganggap posisi puncak klasemen yang dihuni timnya saat ini tak berarti apa-apa. Ini karena mereka masih ditempel Liverpool dengan selisih dua angka. “Dua poin dari Liverpool, empat poin dari Chelsea tidak berarti apa-apa. Manchester City, Liverpool, Chelsea, Arsenal, Tottenham, mereka semua punya modal untuk jadi juara,” ujar Pep.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten