Kalah dari Barca, Mental Liverpool di Liga Inggris Bisa Terganggu
Ekspresi kapten Liverpool, Jordan Henderson, usai timnya dibekuk Barcelona. (Reuters-Albert Gea)

Solopos.com, BARCELONA — Josep Guardiola mendadak “kembali” ke Camp Nou saat Barcelona menjamu Liverpool dalam semifinal leg I Liga Champions, Kamis (2/5/2019) dini hari WIB. Eks pelatih Barca yang kini menakhodai Manchester City itu tampaknya tak mau melewatkan laga masif ini meski timnya sudah tersingkir dari Liga Champions.

Kehadiran Pep sebagai penonton terbayar lunas karena kedua tim dianggap memeragakan salah satu penampilan terbaiknya musim ini. Guardiola agaknya juga tersenyum lebar melihat Liverpool yang baru saja menelan kekalahan pahit, kekalahan yang mungkin bakal memengaruhi mental James Milner dkk. dalam persaingan merebut trofi Liga Premier Inggris.

Saat ini The Reds masih tertinggal satu poin dari Barca dengan dua laga sisa. Guardiola mungkin berharap pukulan kekalahan dari Barca akan membuat Liverpool kian lesu di kompetisi domestik. Apalagi Liverpool hanya punya waktu dua hari untuk istirahat sebelum melawat ke markas Newcastle United, Minggu (5/5/2019) dini hari WIB, sedangkan City baru akan menjamu Leicester City, Selasa (7/5/2019).

Situasi kian rumit karena Liverpool terancam kehilangan Naby Keita hingga akhir musim setelah cedera saat melawan Barca. Gelandang asal Guinea itu cuma tampil 24 menit lantaran ditekel Ivan Rakitic. Dilansir ESPN, Kamis, Keita mengalami masalah pada pangkal pahanya dan kemungkinan akan absen di sisa pertandingan musim ini.

Hal itu jelas kabar buruk mengingat sang pemain sedang tampil oke sebulan terakhir dengan torehan tiga gol. Eks pemain RB Leipzig itu juga kian nyetel dengan lini tengah Liverpool. Buktinya ketika Keita digantikan Jordan Henderson, Liverpool langsung kebobolan oleh gol Luis Suarez.

Secara khusus, tekanan mental tampaknya bakal mengarah pada Virgil van Dijk. Bek yang baru saja dianugerahi gelar PFA Player of The Year ini dianggap keteteran saat mengawal pergerakan Lionel Messi sehingga membuat timnya kebobolan tiga gol. Dalam suatu momen yang terekam kamera, pemain Belanda ini kedapatan meminta tolong pada rekannya setelah gagal menyetop Messi sendirian. Gol pertama Barca yang dicetak Suarez juga dianggap tak lepas dari kelengahan van Dijk.

Situasi ini seperti mengulangi momen saat van Dijk masih berseragam Celtic, Desember 2013. Ketika itu, bek jangkung ini juga tak mampu membendung agresivitas Barca sehingga Celtic kalah telak 1-6. Meski demikian, van Dijk mengklaim Liverpool harus tetap bangga karena lawan yang mereka hadapi adalah tim terbaik dunia.

Dia menilai semuanya masih bisa terjadi dalam leg II di Anfield. “Kami tidak akan pernah menyerah, kami menunjukkannya hari ini bahwa kami bisa menciptakan peluang bagus melawan Barca,” ujarnya. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom