Kakek-Kakek di Boyolali Setubuhi Cucunya Sampai Hamil

YW, 70, warga Jatinom, Klaten, harus berurusan dengan pihak berwajib di Boyolali lantaran menyetubuhi cucunya yang masih remaja hingga hamil.

Kakek-Kakek di Boyolali Setubuhi Cucunya Sampai Hamil

SOLOPOS.COM - ilustrasi pencabulan. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, BOYOLALI — YW, 70, warga Jatinom, Klaten, harus berurusan dengan pihak berwajib di Boyolali setelah menyetubuhi cucunya yang masih remaja hingga hamil.

Sang cucu, Mr, warga Musuk, Boyolali, kini hamil sekitar 10 pekan. Orang tua Mr sudah bercerai dan Mr tinggal di rumah pamannya, SK, 54, di Musuk.

Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wayu Bintoro mengatakan kasus ini terungkap berdasarkan laporan SK bahwa keponakannya yang masih lajang itu hamil diduga akibat perbuatan kakeknya, YW.

Polisi menyelidiki dan akhirnya menangkap YW di rumahnya beberapa waktu lalu. Kapolres mengatakan berdasarkan pemeriksaan, persetubuhan itu setidaknya terjadi dua kali di Boyolali pada sekitar September 2018 dan di Klaten sekitar Maret 2019.

Di Boyolali, saat itu YW bertandang ke rumah SK dan menginap di sana. Sekira pukul 05.00 WIB, YW masuk kamar cucunya, Mr, untuk melampiaskan nafsunya. YW menyekap kedua tangan Mr dan melucuti pakaiannya untuk mempermudah niatnya melampiaskan nafsu.

Mr berusaha berteriak minta tolong, namun YW membekap mulutnya. Bahkan YW juga mengancam akan membunuh Mr jika tidak mau melayani nafsunya kemudian kakek ini menyetubuhi Mr.

Perbuatan YW di Musuk ini diulanginya hingga tiga kali. Sedangkan perbuatan keempat dilakukannya di rumah YW di Jatinom, Klaten. Saat itu Mr yang bekerja di salah satu toko pakaian di Jatinom pulang larut malam.

Karena takut pulang ke Musuk, Mr pulang ke rumah kakeknya itu. Saat itu, Mr yang sedang tidur di ruang tamu kembali disetubuhi oleh YW.

“Setidaknya ada dua tempat kejadian, yaitu di Boyolali [Musuk] dan di Klaten [Jatinom] dan sekarang korban hamil 10 pekan,” ujar Kusumo kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Jumat (21/6/2019).

Didampingi Kasatreskrim Iptu Mulyanto dan Ksubbag Humas AKP Edy Lilah Atas, Kapolres menambahkan YW kini berstatus tersangka dan dijerat Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak dengan ancamam di atas lima tahun penjara.

Sementara itu, YW mengakui telah menyetubuhi cucunya namun hanya dua kali. Selain itu, dia juga mengelak perbuatannya itu disertai ancaman. “Dua kali dan tidak saya ancam. Nyatanya dia [Mr] juga mau kok,” ujar YW yang mengaku memang suka dengan cucunya itu.

Kini YW hanya bisa pasrah sambil menunggu proses hukum yang sedang dijalani.

Berita Terkait

Berita Terkini

Testing dan Tracing Jateng Tak Penuhi Target PPKM

Jumlah testing Covid-19 di Jateng sudah cukup tinggi, 150.000 orang per pekan, namun belum memenuhi target yang ditetapkan Inmendagri.

Geger Foto Wali Kota Tanjungpinang Berdua dengan Cowok di Hotel

Foto Rahma tengah duduk berduaan dengan seorang pria di atas kasus kamar hotel belakangan heboh di jagat media sosial.

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.