Kakek Berusia 100 Tahun OTG Covid-19 Asal Sambirejo Sragen Jalani Tes Swab
Ilustrasi uji coba vaksin virus corona. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN – Seorang kakek-kakek berusia 100 tahun asal Sambirejo, Sragen, mengikuti tes swab terkait Covid-19. Dia bersama 10 warga lainnya menjalani uji swab di Rumah Sakit Darurat Technopark Ganesha Sukowati, Sragen, Selasa (2/6/2020).

Kakek-kakek berusia 100 tahun berinisial SW itu merupakan peserta Ijtima Ulama Gowa. Sebelum menjalani uji swab, dia dikarantina di Gedung Sasana Manggala Sukowati, Sragen, bersama lima orang lain.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, ada lima orang yang dikarantina di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS), yakni tiga orang dari klaster Gowa, dan dua dari Klaster Temboro.

Objek Wisata di Tawangmangu Karanganyar Masih Tutup, Banyak Pengunjung Kecele

Tiga orang dari klaster Gowa itu P, 50, asal Gesi; S, 54, asal Sidoharjo; dan SW, 100, asal Sambirejo. Sementara dua orang dari Klaster Temboro itu S, 23, asal Plupuh, dan MI, 22, asal Kedawung. Kelimanya menjalani uji swab bersama lima lainnya pada Selasa siang.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Sri Subekti, saat dihubungi Solopos.com, Selasa, menyampaikan ada 10 orang yang ikut uji swab pada Selasa siang.

Peserta Uji Swab

Mereka adalah lima orang tanpa gelaja (OTG) yang dikarantina di Gedung SMS Sragen, dua orang dari Sragen Kota, dua orang dari Masaran, dan satu orang dari Sambirejo.

2 Pasien Baru Covid-19 Wonogiri: ABK Pelni dan Alumnus Pondok Temboro Magetan

Satu orang dari Sambirejo itu menjalani uji swab karena hasil rapid test massal di Balai Desa Kadipiro, Sambirejo, Sragen, menunjukkan reaktif. Dua orang dari Masaran menjalani tes swab evaluasi karena hasil swab pertama negatif.

Terkait dua orang dari Sragen itu, Subekti mengaku tidak begitu mengetahui riwayat mereka karena informasi yang masuk hanya karena hasil rapid test reaktif.

Cerita Tenaga Medis Puskesmas Kedawung Sragen Diteror: Malam-Malam Ditelepon 10 Kali

Subekti mengatakan lima orang yang dikarantina di Gedung SMS itu ikut swab test evaluasi kedua kecuali satu orang. Dia mengatakan hasil uji swab empat orang pada 27 Mei 2020 lalu sudah negatif tetapi ada satu yang positif.

“Jadi satu orang yang positif itu menjalani swab test evaluasi pertama. Satu orang itu dari klaster Gowa,” ujarnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom