Kak Seto Minta Siswa Bunuh Guru Direhabilitasi, Bukan Seperti Kriminal

Kak Seto Minta Siswa Bunuh Guru Direhabilitasi, Bukan Seperti Kriminal

SOLOPOS.COM - Kak Seto (JIBI/Antara/Muhammad Iqbal)

Kak Seto meminta agar siswa yang menganiaya guru hingga tewas dihukum rehabilitasi agar tidak menjadi seperti pelaku kriminal.

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, menyatakan hukuman yang perlu diberikan kepada siswa yang membunuh guru adalah hukuman rehabilitasi.

Pernyataan Kak Seto, panggilan akrab Seto Mulyadi, itu disampaikan ketika dimintakan tanggapannya oleh wartawan soal dugaan kekerasan yang dilakukan seorang murid SMAN 1 Torjun, Sampang, Madura, kepada gurunya, Ahmad Budi Cahyono, yang mengakibatkan tewasnya Ahmad.

Kak Seto mengatakan pelaku kekerasan tersebut harus dihukum. "Tapi hukuman rehabilitasi, hukuman yang mendidik, jangan membuat anak menjadi pelaku kriminal yang lebih dahsyat lagi," katanya ketika ditemui di Istana Presiden, Senin (5/2/2018).

Kak Seto mengatakan hukuman itu perlu menjadikan anak tersebut insyaf dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Di samping itu, Kak Seto mengatakan perlu ada kampanye supaya tidak ada lagi pelanggaran harga diri anak.

Sejauh ini, Kak Seto bersama LPAI telah menggelar seminar dan pelatihan kepada para orangtua dan guru terkait hal tersebut di 40 kabupaten dan kota. Selain itu, Kak Seto mengatakan televisi perlu membuat acara yang berisi panduan mengenai cara orang tua mendidik anak.

Berita Terkait

Berita Terkini

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.

Dishub Semarang Catat 8 Titik Kemacetan Jelang Lebaran

Larangan mudik tak menyebabkan Semarang bebas macet, bahkan Dishub Kota Semarang mendeteksi adanya delapan titik kemacetan di kota ini.