Kain Kasa Tertinggal di Perut Seusai Operasi, Ibu-Ibu Meninggal

Bertu menegaskan tertinggalnya bahan medis berupa kain kasa dalam perut korban seusai operasi cesar saat melahirkan di RSMM Timika bukanlah perbuatan sengaja.

 Ilustrasi dokter. (Freepik.com)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi dokter. (Freepik.com)

Solopos.com, TIMIKA — Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Papua, hingga kini masih menunggu hasil audit investigasi oleh Komite Medik Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika terkait dugaan malpraktik yang dilakukan oleh oknum dokter hingga menyebabkan meninggalnya seorang ibu bernama Agheta A. Pakage.

PromosiHippermoralitas di Balik Penganiaya Lansia Hingga Meninggal di Jakarta

“Sementara ini kami masih menunggu hasil audit investigasi dari Komite Medik RSMM terkait dengan dugaan malpraktek atau kealpaan yang menyebabkan meninggalnya korban saat pelayanan operasi beberapa waktu lalu,” kata Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar seperti dikutip Antara di Timika, Jumat.

Jajaran Sat Reskrim Polres Mimika juga sudah berkoordinasi dengan pihak IDI Cabang Mimika dan POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) sebagai wadah berhimpunnya para dokter-dokter obgin di seluruh Indonesia.

Menurut Bertu, hasil investigasi pihak Komite Medik RSMM akan menjadi rujukan bagi penyidik untuk melakukan gelar perkara kasus kematian korban guna meningkatkan status penyelidikan ke tahap penyidikan hingga penetapan tersangka.

Bertu menegaskan tertinggalnya bahan medis berupa kain kasa dalam perut korban seusai operasi cesar saat melahirkan di RSMM Timika bukanlah perbuatan sengaja untuk menghilangkan nyawa korban.

Baca Juga: Terima 2 Dosis Vaksin Covid-19, Warga Batam Meninggal… 

“Tidak bisa dikategorikan itu perbuatan sengaja untuk menghilangkan nyawa orang lain. Dalam istilah hukum dikenal sebagai kealpaan saat pelaku bersama timnya melakukan tindakan operasi. Jadi, tidak ada niat sedikitpun dari dokter tersebut untuk membunuh pasiennya,” jelas Bertu.

Adapun dokter yang memimpin tim operasi cesar almarhum Agheta A. Pakage pada bulan Agustus lalu kini sudah dinonaktifkan atau diberhentikan oleh pihak RSMM Timika.

Saat melakukan tindakan operasi itu, dokter berinisial G itu dibantu oleh sekitar enam orang perawat.

“Yang bersangkutan sudah dinonaktifkan tapi dia masih dalam pengawasan kepolisian sehingga sewaktu-waktu jika keterangannya dibutuhkan maka kami akan memanggil yang bersangkutan,” jelas Bertu.

Buntut dari kasus kematian Agheta A. Pakage itu pada 28 November 2021 lalu, ratusan warga mendatangi Kantor DPRD Mimika beberapa waktu lalu untuk meminta digelar rapat dengar pendapat dengan pihak terkait pelayanan kesehatan di Mimika.

Massa juga menuntut kepolisian tetap menyelidiki oknum dokter yang melakukan tindakan operasi, meskipun mereka sudah memaafkan perbuatan pelaku tersebut.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Berita Terkini

Pendidikan Sangat Penting untuk Bekal Memasuki Era Metaverse

Metaverse adalah teknologi penyedia peluang-peluang baru sekaligus mengandung ancaman-ancaman baru. Butuh ketangguhan kepribadian memasuki era teknologi ini agar inovatif dan tak diperbudak.

Sejarah Hari Ini: 28 Januari 1871 Pengepungan Paris Berakhir

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah yang patut dikenang terjadi di berbagai penjuru dunia dari tahun ke tahun pada 28 Januari.

Jokowi Dorong G20 dan B20 Aktif di Pemulihan Ekonomi Global

Presiden mengatakan Covid-19 mengajarkan pada semua pihak bahwa pandemi bukan hanya menjadi masalah namun sekaligus menjadi peluang untuk tumbuh lebih baik.

Disebut Tempat Jin Buang Anak, Kalimantan Lebih Kaya dari Jawa

Jin buang anak merujuk kepada istilah untuk menunjukkan suatu daerah yang jauh dari keramaian, sepi, dan terbelakang dari sisi ekonomi.

Salim Said: Jokowi Dikuasai Oligarki, Praktikkan Nepotisme

salah satu bentuk ketidakberdayaan Jokowi menghadapi oligarki adalah diberikannya kekuasaan yang sangat besar kepada Luhut Binsar Panjaitan.

Kian Banyak Kritikan, Ini Curahan Hati Ustaz Yusuf Mansur

Salah satu yang disoroti Yusuf Mansur adalah kian banyaknya akun di media sosial yang mengkritik dirinya.

+ PLUS Data dan Fakta Risiko Bencana Jakarta dan Kaltim

Pulau Jawa memiliki paparan risiko bencana tinggi dibanding pulau lain, namun indeks risiko bencana lebuh tinggi dimiliki Kalimantan Timur dibanding DKI Jakarta.

Jos! Polri Sita Aset BLBI Senilai Rp5,9 Triliun

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, total aset tersebut berupa pengamanan dan penguasaan fisik dari aset yang dimiliki oleh obligor atau debitur dana BLBI.

60 Pegawai Positif Covid-19, Kemensos Lockdown 5 Hari

Kemensos pun memberlakukan pengaturan hari kerja pegawai untuk bekerja di rumah mulai Kamis (27/1/2022) hingga Senin (31/1/2022).

Wow! Logam Lumpur Lapindo Cocok untuk Pesawat Luar Angkasa

Kandungan logam lumpur Lapindo bisa dimanfaatkan untuk pembuatan mobil listrik hingga pesawat luar angkasa.

Sering Dikritik, Yusuf Mansur Doakan Yang Terbaik untuk Edy Mulyadi

Edy Mulyadi adalah salah satu orang mengkritik investasi Yusuf Mansur yang kini digugat sebagian investor.

Kasus Jin Buang Anak, Polisi Hadirkan 8 Saksi Ahli

Kasus jin buang anak yang menjerat wartawan senior sekaligus seorang Youtuber, Edy Mulyadi telah bergulir ke tingkat penyidikan.

Kongkalikong Bupati Kotim dan Dirjen Kemendagri di Korupsi Dana PEN

Dirjen Kemendagri memiliki kewenangan menyusun surat pertimbangan Menteri Dalam Negeri atas permohonan pinjaman dana PEN yang diajukan oleh pemerintah daerah.

Foto Airlangga-Khofifah Beredar, Pengamat: Tes Ombak

Kelompok tertentu ingin mengetes ombak untuk melihat sejauh mana respons publik terkait dengan bakal pasangan calon pada Pilpres 2024.

Ahok Calon Kuat Kepala Otorita Ibu Kota Negara

Ahok menjadi calon kuat yang diusulkan PDIP kepada Presiden Joko Widodo.