Perlintasan kereta api. (Solopos-Dok)

Solopos.com, MADIUN -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan memasang kamera CCTV di seluruh perlintasan sebidang di Indonesia. Pemasangan kamera CCTV sebagai upaya meminimalisasi kecelakaan kereta api di perlintasan sebidang.

Direktur SDM dan Umum PT KAI, R. Ruli Adi, mengatakan pemasangan kamera CCTV di perlintasan sebidang akan direalisasikan pada Juli 2019 nanti. Saat ini, pihaknya baru memesan kamera CCTV khusus tersebut.

Dia menuturkan kamera CCTV akan dipasang di perlintasan-perlintasan legal yang ukurannya besar saja. Pemasangan kamera CCTV untuk mengetahui kondisi perlintasan. Sehingga masinis kereta api bisa mengetahui kondisi perlintasan di jarak 2 km.

"Tahun ini Insya Allah. Semua perlintasan akan dilengkapi CCTV. Kamera CCTV ini untuk mengetahui apa yang ada di perlintasan dari jarak 2 km. Sehingga saat ada truk mogok di perlintasan, masinis sudah mengetahuinya dari jarak 2 km. Masinis bisa melakukan antisipasi pengereman sehingga tidak terjadi kecelakaan," jelas Ruli saat melakukan inspeksi di Stasiun Madiun, Rabu (24/4/2019) sore.

Menurut Ruli, teknologi CCTV ini belum pernah diterapkan di dunia perkeretaapian Indonesia. Pemasangan CCTV ini diharapkan bisa menekan kasus kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api.

Ditegaskan olehnya, perlintasan KA yang akan dipasangi kamera CCTV hanya perlintasan legal. Sedangkan perlintasan ilegal diwajibkan untuk ditutup. Mengenai titik mana yang akan dipasangi CCTV itu, Ruli Adi mengaku belum menetapkan titik-titik mana saja yang akan dipasang. 

Lebih lanjut, ia menuturkan perlintasan sebidang memang selalu menjadi permasalahan yang terus-menerus dievaluasi. Dia menegaskan keberadaan perlintasan sebidang sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

"Perlintasan sebidang itu tanggung jawab Pemda setempat. Kita selalu kordinasi dengan pemda dan KNKT. Bagaimana menyikapi perlintasan sebidang yang legal maupun yang ilegal," terang Ruli.

Masalah yang terus muncul, kata dia, terkait keberadaan perlintasan sebidang ilegal. PT KAI tegas untuk menutup seluruh perlintasan ilegal tersebut.

"Kita tahu saat ini perlintasan ilegal ini tumbuh terus. Di sini ada rel di sini ada perumahan pasti akan muncul perlintasan ilegal. Kalau kami yang ilegal ditutup dan yang legal dijaga," ujarnya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten