Kagama Siap Bantu Peti Mati Untuk RS Rujukan Covid-19 Soloraya

Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau Kagama menyiapkan sekitar 125 peti mati untuk bantuan bagi rumah sakit wilayah Soloraya.

 Ketua Kagama Solo, KGPHA Dipokusumo, menyalurkan bantuan peti mati ke RSUD dr Moewardi, Jebres, Solo, Selasa (3/8/2021). (Istimewa/Kagama Solo)

SOLOPOS.COM - Ketua Kagama Solo, KGPHA Dipokusumo, menyalurkan bantuan peti mati ke RSUD dr Moewardi, Jebres, Solo, Selasa (3/8/2021). (Istimewa/Kagama Solo)

Solopos.com, SOLO — Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada atau Kagama Solo menyalurkan bantuan berupa peti mati ke RSUD dr Moewardi (RSDM) Kota Solo, Selasa (3/8/2021) pagi. Hal itu merepons langkanya peti mati pada masa pandemi saat ini.

Ketua Kagama Solo, KGPHA Dipokusumo, kepada Solopos.com, mengatakan ada beberapa pertimbangan Kagama menyalurkan bantuan peti mati ke RSDM. Menurutnya, ketersediaan peti mati dinilai kurang sementara pasien positif corona yang meninggal cukup banyak.

Baca Juga: Waduh, Sudah 933 Warga Solo Meninggal Positif Corona

“Penyaluran tadi tahap awal ada 10 peti mati. Rencananya 100-an peti kami salurkan tergantung kebutuhan. Tadi Dirut RSDM menyampaikan ada penurunan jumlah pasien [corona],” paparnya.

Menurutnya, selain peti mati, Kagama telah menyalurkan bantuan untuk menunjang protokol kesehatan (prokes) seperti masker dan handsanitizer.

Baca Juga: 4.710 Mobil Diperiksa Saat Penyekatan di Jalur Masuk Solo, 707 Unit Dipaksa Putar Balik

Selain itu Kagama sedang mengkaji bantuan sembako kepada para warga terdampak pandemi. Kajian itu agar bantuan tepat sasaran. “Kami lihat dulu daftarnya setiap kelurahan. Jangan sampai double bantuan, tapi malah ada yang tidak,” imbuhnya.

Penyaluran Tahap II

Sekretaris Kagama Solo, Setyo Prakoso, mengatakan rencana penyaluran peti mati tahap dua akan diserahkan ke seluruh rumah sakit di Soloraya. Bantuan ke RSDM merupakan tahap awal.

Baca Juga: Pemakaman dengan Protokol Covid-19 di Solo Melonjak 4 Kali Lipat, Penggali Kubur Kewalahan

“Kagama Jateng membuat gerakan donasi peti mati dan kami melaksanakan. Kami sudah menyiapkan 125 peti untuk seluruh rumah sakit di Soloraya,” paparnya.

Menurutnya, Kagama sudah bergerak dari Jogja. Kagama memilih memberi bantuan peti mati untuk melengkapi sektor yang jarang tersentuh. Seperti kasus di kota-kota lain, ada puluhan jenazah yang tertunda pemakamannya karena tidak ada peti mati.

Baca Juga: Catat Lur! Jl Slamet Riyadi Solo Ditutup Mulai Pukul 20.30 WIB hingga 05.00 WIB

Setyo menyebut bantuan peti mati itu bukan menunjukkan doa yang buruk namun justru menghormati korban yang sudah meninggal dalam artian merawat. Ia berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pemkot Solo Fasilitasi Pengajuan QR Code PeduliLindungi, Begini Prosedurnya

Pemkot Solo membantu memfasilitasi kalangan pelaku usaha dan kantor instansi yang ingin mendapatkan QR Code PeduliLindungi.

Berbulan-Bulan Tutup, Pengelola Objek Wisata Air Klaten Kewalahan Biayai Perawatan

Pengelola objek wisata air di Kabupaten Klaten khawatir tak lagi bisa menanggung biaya perawatan jika tak segera menerima pengunjung.

Pemkab Sragen Beli Lahan Rp9 Miliar untuk Bangun Kantor, Legislator Soroti Urgensinya

Pemkab Sragen membeli lahan seharga Rp9 miliar untuk membangun gedung perkantoran baru pada 2022 mendatang.

Banyak Pemohon BPUM di Wonogiri yang Tak Lolos, Ternyata Ini Penyebabnya

Banyak pemohon BPUM di Kabupaten Wonogiri yang tak lolos karena adminitrasi yang disetorkan tidak sesuai dengan ketentuan.

RSUD Ngipang Solo Bakal Dibangun 6 Lantai, Apa Saja Fasilitasnya?

Pemkot Solo berencana mengembangkan RSUD Ngipang dengan membangun gedung setinggi enam lantai di lahan belakang rumah sakit.

Pelaku Perusakan SDN di Wonosamodro Boyolali Belum Terungkap, Ini Penjelasan Polisi

Pelaku kasus perusakan bangunan SDN 2 Gunungsari, Wonosamodro, Boyolali, belum terungkap setelah penyelidikan sekitar tiga pekan.

Ngeri! Penambang Pasir Sragen Kerap Temukan Tengkorak Manusia di Bengawan Solo

Sejumlah penambang pasir di Kedungupit, Sragen, kerap menemukan tengkorak manusia saat melakukan aktivitas penambangan.

Waduuuh! Ratusan Pemohon BPUM di Wonogiri Terindikasi Usahanya Abal-Abal

Ratusan pemohon program bantuan untuk pelaku usaha mikro (BPUM) 2021 di Kabupaten Wonogiri terindikasi usahanya abal-abal.

Ketua Tikus Pithi Ingin Rombak Sistem Pendidikan dengan Penjurusan Anak Sejak Dini

Ketua Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, menilai sistem pendidikan nasional perlu dirombak denga mengakomodasi penjurusan sejak dini.

Dahsyatnya Bakso Tumpeng Merapi Glodogan Klaten, Lelehan Sambelnya Meledak di Mulut

Warung di Glodokan, Klaten Selatan, Klaten, menjual bakso unik dengan bentuk seperti tumpeng dan lelehan sambel seperti lava Gunung Merapi.

Cegah Klaster Sekolah di Solo, Pemkot Gelar Swab Acak Saat PTM

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyasar puluhan sekolah yang menggelar pertemuan tatap muka (PTM) terbatas untuk uji swab antigen acak.

Memasuki Musim Hujan, Waspadai Penyakit Ini di Wonogiri

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri mengimbau kepada masyarakat agar mewaspadai beberapa penyakit yang akan muncul.

Derita Penambang Pasir Bengawan Solo Sragen: Sudah Mandi Berkali-Kali, Badan Tetap Bau

Para penambang pasir di Sungai Bengawan Solo wilayah Sragen mengaku sulit menghilangkan bau badan akibat terkena air sungai yang tercemar limbah.

150 Siswa SMKN 2 Solo Tiba-Tiba Dites Swab, Ada Apa?

Sekitar 150 siswa dan para guru SMKN 2 Solo mengikuti tes swab di sekolah mereka, Rabu (22/9/2021).

Berbulan-Bulan Nunggu, Siswa SLB-B YAAT Klaten Senang Bisa Sekolah Tatap Muka

SLB B YAAT Klaten menjadi satu-satunya SLB yang menggelar simulasi PTM mulai Senin (20/9/2021), dari total 14 SLB di Klaten. 

Terus Digenjot, Pemkab Sukoharjo Targetkan Capaian Vaksinasi Sentuh 50% Akhir Bulan Ini

Pemkab Sukoharjo menargetkan program vaksinasi Covid-19 mencapai 50 persen pada akhir September. Kegiatan vaksinasi digenjot di puskesmas dan sejumlah lokasi.