Kadinas Dindagkop UKM Blora Jadi Tersangka Jual Beli Kios Pasar

Selain Kepala Dindagkop UKM, Kejari Blora juga menetapkan dua orang tersangka lainnya dalam kasus dugaan jual beli kios Pasar Induk Cepu.

 Kejari Blora tetapkan tiga tersangka kasus jual beli kios Pasar Induk Cepu, Jumat (30/7/2021). (Detik.com)

SOLOPOS.COM - Kejari Blora tetapkan tiga tersangka kasus jual beli kios Pasar Induk Cepu, Jumat (30/7/2021). (Detik.com)

Solopos.com, BLORA — Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Dindagkop UKM) Blora, Sarmidi ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan jual beli kios Pasar Induk Cepu.

Selain menetapkan Sarmidi sebagai tersangka, Kejari Blora Jawa Tengah juga menetapkan dua orang tersangka lainnya dalam kasus dugaan jual beli kios tersebut.

“Pada Jumat 23 Juli, kami sudah menandatangani penetapan tersangka dugaan kasus jual beli pasar induk Cepu,” kata Kepala Kejari Blora Yohane Avila Agus dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Wes Angel! Warga Positif Berkeliaran, Satu Kampung Tertular Covid-19

Kasi Pidana Khusus Kejari Blora, Adnan Sulistiyono, menambahkan terdapat tiga tersangka dalam kasus ini. Tiga tersangka tersebut berinisial S, W dan MS. Adnan mengatakan Kejari Blora akan memanggil tiga tersangka untuk diperiksa pekan depan.

“Ada tiga tersangka S, W dan MS. Untuk S menjabat sebagai Kepala Dinas Dindakop, W menjabat Kabid Pasar dan MS adalah mantan kepala UPTD II Cepu,” kata Adnan.

Ketiganya, dijerat pasal berlapis diantaranya Pasal 12 huruf e UU No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Pasal 11 UU RI no 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU no 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Pasal 3 UU RI no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU no 20 Tahun 2001 Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP Jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Itu yang bisa kami sampaikan atas pengembangan kasus dugaan tindak pidana korupsi jual beli kios di Pasar Induk Cepu,” terangnya.

Baca juga: ODGJ Ditemukan Meninggal di DAS Bengawan Solo Blora, Awalnya Mandi Lantas Tenggelam

Pungutan Jual Beli Kios Blora

Adnan mengatakan pungutan jual beli kios pasar ini bermula dari rapat yang digelar di Pasar Induk Cepu, Blora. “Rapat di sana disepakati penentuan harga kios atas perintah S sebagai kepala dinas. Dijalankan oleh Kabid dan dikoordinir oleh Kepala UPT Pasar Cepu. Tindakan dugaan korupsi ini dilakukan secara hierarki dari atas ke bawah,” terangnya.

Adnan mengungkap sebenarnya para pedagang Pasar Induk Cepu keberatan atas harga yang telah ditetapkan. Selain itu pungutan tersebut tidak ada dasar hukumnya.

“Setelah uang terkumpul dan dibawa bendahara dan mengalir. Jika itu sifatnya resmi tentu uang itu harus masuk ke kasda [kas daerah],” terangnya.

Baca juga: Parah! Seorang Kakek di Lamongan Nekat Memperkosa Nenek

Diberitakan sebelumnya, Kejari Blora telah menyita uang ratusan juta terkait kasus dugaan jual beli kios ini. Uang tersebut telah disetor ke rekening titipan Kejari Blora.

“Ada uang sebesar Rp865 juta yang kita sita. Penyitaan uang tersebut karena diduga berkaitan dengan kasus pungutan liar. Yaitu pada penempatan kios Pasar Cepu,” ujar Kasi Intel Kejari Blora Muhammad Adung saat dihubungi Detik.com, Rabu (28/4).

Kasus dugaan jual beli kios di Pasar Induk Cepu ini ditangani Kejari Blora sejak Maret 2020 silam. Kasus dugaan pungli jual beli kios ini diduga terjadi pada 2019. Untuk diketahui, diduga besaran uang yang ditarik dari pedagang Pasar Induk Cepu bervariasi. Mulai dari Rp30 juta, Rp60 juta, hingga Rp75 juta.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Misteri Sakoci & Larangan Pejabat Publik Masuk Wilayah Ini

Dayeuhluhur adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah yang kuat dengan mitos pejabat dilarang masuk.

Tanggul Sungai Jebol, Ratusan Rumah di Cilacap Diterjang Banjir Bandang

Ratusan rumah warga di tiga desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng) diterjang banjir bandang akibat curah hujan tinggi yang sebabkan tanggul sungai jebol.

Rawa Pening Dikaitkan dengan Gempa Ambarawa, Cek Faktanya

Gempa yang terjadi di Salatiga, Banyubiru dan Ambarawa pada 23 Oktober 2021 menimbulkan pertanyaan besar yang mengkaitkan bencana tersebut dengan aktivitas vulkanik di Rawa Pening.

Undip Tambah 4 Guru Besar, Siapa Saja?

Universitas Diponegoro atau Undip Semarang menambah daftar guru besar di kala peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Ini Penyebab Gempa Swarm di Ambarawa Semarang Sepekan Terakhir

Rentetan gempa swarm yang terjadi di wilayah Ambarawa, Banyubiru, serta Salatiga selama sepekan belakangan terjadi akibat aktivitas tiga sesar aktif.

Jual Beli Atlet PON, KONI: Asal Jateng Tapi Sumbang Emas ke Papua

KONI Jateng menyayangkan adanya praktik jual beli atlet PON di mana atlet asal Jateng justru menyumbangkan emas untuk kontingen Papua.

Ulang Tahun di Hari Sumpah Pemuda, Ganjar Pranowo Banjir Ucapan Selamat

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, merayakan hari ulang tahun ke-53 bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Jateng Provinsi Paling Informatif Se-Indonesia, Mantap Betul!

Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali meraih predikat provinsi paling informatif se-Indonesia untuk kali keempat.

Seperti Ini Kemeriahan Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Jateng

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kantor Gubernur Jateng dimeriahkan dengan upacara yang diikuti puluhan pemuda pemudi dari berbagai suku di Tanah Air.

Puluhan Takmir di Salatiga Ikuti Workshop Manajemen Pengelolaan Masjid

Workshop Manajemen Pengelolaan Masjid digelar untuk memberikan pengetahuan kepada takmir masjid di Salatiga mengenai upaya mendorong kemakmuran masjid.

Ealah! PPKM Dilonggarkan Ada 200 Kafe di Semarang Melanggar, 2 Disegel

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, menyebut ada 200 tempat hiburan malam atau kafe di wilayahnya yang terindikasi melanggar aturan PPKM.

Ganjar Dapat Paket Berlogo Persis Solo dari Lulusan Inggris, Ini Isinya

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mendapat sebuah paket berlogo Persis Solo dari dua anak muda asal Solo dan Jogja yang baru lulus dari universitas di Inggris.

UMR Jateng 2022 Diusulkan Naik 10% Jadi Rp1,9 Juta

Kaum buruh di Jawa Tengah meminta UMP atau UMR 2022 naik 10% menjadi Rp1,9 juta yang disesuaikan dengan standar kelayakan hidup.

12 Sekolah di Semarang Ini Belum Gelar PTM, Ini Alasannya

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) sudah berlangsung hampir dua bulan.

Sidang Perdana Kasus Nasabah Gugat Bank Mandiri Di PN Kudus

Gugatan nasabah terhadap PT Bank Mandiri Kantor Cabang (Kancab) Kudus terkait dugaan pembobolan rekening mulai digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kudus.