Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto (kiri) mengamati tambak garam di Kecamatan Kaliori, Rembang, Jateng, Senin (16/4/2018). (Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif)

<p><strong>Solopos.com, JAKARTA &mdash;</strong> Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia lantang menyuarakan keluhan para petani garam di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah agar pemerintah memperketat pengawasan terhadap distribusi garam impor. Langkah itu diharapkan mampu melindungi kepentingan petani garam lokal mengingat pada kenyataannya garam impor kini bocor ke pasar garam konsumsi.</p><p>"Pemerintah memang perlu meningkatkan pengawasan agar garam impor tidak sampai mengganggu stabilitas harga garam petani," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto dalam siaran pers yang disebarluaskan Kantor Berita <em>Antara</em> di Jakarta, Rabu (18/4/2018).</p><p>Yugi Prayanto, Senin (16/4/2018), berkunjung langsung di Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jateng untuk berdiskusi dengan petani garam. Atas banyaknya masukan yang diterima dari petani garam, ia mengaku akan mencoba berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan terkait keinginan mereka dalam waktu dekat.</p><p>Menurut Yugi, petani garam lokal tidak terlalu mempermasalahkan kebijakan impor. Meski demikian, pemerintah juga perlu mengawasi agar garam impor tidak sampai merembes ke pasar garam konsumsi, sehingga impor garam sebaiknya dilakukan melalui satu pintu.</p><p>"Jika impor garam dilakukan dengan banyak pihak, ada kecenderungan importir berlomba-lomba menjual garam dengan harga yang murah," ungkapnya.</p><p>Perang harga garam impor dikhawatirkan akan merugikan petani. "Intinya kami pun berharap garam impor memang sebaiknya digunakan untuk kepentingan industri dan tidak dipergunakan untuk garam konsumsi karena merugikan petani lokal," pungkasnya.</p><p>Pada kenyataannya, berdasarkan informasi yang dihimpun Yugi Prayanto, garam impor saat ini telah merembes ke pasar konsumsi sehingga merugikan petani lokal. Atas dasar itu, Kadin hadir ke Rembang demi bisa ikut menyuarakan aspirasi petani garam.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten