SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta–Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan setuju dengan rencana kenaikan harga elpiji 12 kg yang sebelumnya diusulkan Pertamina ke pemerintah. Namun Kadin memberikan catatan, agar kenaikan dilakukan secara bertahap sehingga tidak membebani masyarakat.

“Ya (setuju), yang penting caranya jangan membebani rakyat. Kalau korporasi menginginkan kenaikan itu wajar,” kata Ketua Umum Kadin MS Hidayat di sela-sela acara Hipmi Expo di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8).

Promosi Jaga Keandalan Transaksi Nasabah, BRI Raih ISO 2230:2019 BCMS

Menurut Hidayat, rencana kenaikan harga elpiji itu tidak terlepas dari besarnya beban Pertamina yang mencapai Rp 6 triliun per tahun, selain itu secara aturan, BUMN tidak boleh melakukan subsidi kecuali berdasarkan keputusan pemerintah.

“Jadi butuh keputusan politik (untuk menaikkan), mungkin kalau naik dilakukan secara bertahap,” serunya.

Ia menyarankan untuk memecahkan masalah ini, pemerintah bisa memberikan subsidi untuk elpiji 12 kg melalui anggaran pemerintah jika tida mau menaikkan harga.

“BUMN itu korporat yang ditugaskan pemerintah untuk mendapatkan profit,” terangnya.

Padahal kenaikan elpiji 12 kg berpotensi menghantam usaha kecil menengah (UKM) selain berdampak pada daya beli masyarakat secara umum.

dtc/fid

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya