Kades Sepakat Tolak Pembangunan Pabrik Pencelupan Tekstil di Juwiring Klaten

Kades Sepakat Tolak Pembangunan Pabrik Pencelupan Tekstil di Juwiring Klaten

SOLOPOS.COM - Warga membentangkan spanduk berisi penolakan pembangunan pabrik pencelupan tekstil di Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Senin (26/2/2018). (Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/SOLOPOS)

Kades Bulurejo, Juwiring, Klaten, ikut tolak pabrik pencelupan tekstil.

Solopos.com, KLATEN – Warga Dukuh Satriyan, Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, menggelar aksi menolak rencana pembangunan pabrik tekstil, Senin (26/2/2018). Dari aksi itu, kepala desa sepakat dengan tuntutan warga dari RT 015 hingga RT 019 menolak pembangunan pabrik.

Berjalan kaki dari dukuh, warga membentangkan spanduk bertuliskan penolakan rencana pembangunan pabrik pencelupan tekstil hingga ke kantor desa. Puluhan warga itu lantas menggelar mediasi dengan kepala desa didampingi aparat dari kepolisian dan TNI.

Salah satu warga, Sri Rejeki, menuturkan sudah ada dua pabrik yang berdiri di wilayah Bulurejo. Keberadaan dua pabrik itu dinilai sudah menimbulkan polusi kepada warga.

“Kami hanya diam karena kami dulunya tidak tahu,” kata Rejeki saat menyampaikan keluhan dalam mediasi tersebut.

Agar tak semakin banyak polusi di desa setempat, Rejeki menyatakan menolak keras pembangunan pabrik pencelupan tekstil. Apalagi, pabrik tersebut menghasilkan limbah cair yang dikhawatirkan mencemari sungai dan sumur serta menimbulkan bau. (baca juga: Warga Satriyan Klaten Tolak Pendirian Pabrik Pencelupan Tekstil, Ini Alasannya)

“Walau disosialisasi seperti apa dampaknya ke kami. Contoh saja pabrik di Nguter, Sukoharjo yang sampai saat ini demo pembubaran pabrik belum berakhir. Itu disebabkan karena limbahnya. Saya tahunya desa kami bersih seperti dulu,” kata Rejeki.

Warga lainnya, Saryono, juga menegaskan menolak keras rencana pembangunan pabrik pencelupan tekstil di Desa Bulurejo.

“Yang saya tahu segala macam limbah itu merugikan masyarakat. Saya menolak keras endirian pabrik yang mencemari lingkungan. Selama ini kami masih tolerir pendirian pabrik lainnya karena limbah yang dibuang tidak separah pertekstilan,” paparnya.

Mediasi sempat diwarnai keriuhan warga saat Kepala Desa Bulurejo, Marjono, memberikan penjelasan. Warga menuntut kepala desa setempat sepakat menolak keinginan warga.

Hasilnya, Marjono memenuhi keinginan warga dan sepakat menolak pendirian pabrik pencelupan tekstil. Ia mengatakan rencana pendirian pabrik itu masih proses sosialisasi. Tanah yang bakal dibidik untuk pembangunan pabrik juga belum dibeli.

Rencananya perusahaan tersebut berdiri di lahan seluas 1 hektare (ha). Beberapa waktu lalu, perwakilan warga seperti ketua RT dan RW sudah dikumpulkan guna mendapatkan sosialisasi sekaligus permintaan perizinan pendirian pabrik tersebut.

“Karena tuntutan semacam ini dan warga tidak mengizinkan untuk berdiri pabrik cuci kain, ya kami semuanya maklum. Kami sepakat tidak memberikan satu bentuk izin pendirian. Secara otomatis, tentu nanti kami sampaikan ke perusahaan,” kata Marjono saat ditemui seusai mediasi.

Marjono menuturkan lahan seluas 6,6 ha di Desa Bulurejo masuk dalam zona industri. Dari luasan itu, lahan seluas 3 ha sudah dimanfaatkan untuk mendirikan pabrik. Satu pabrik sudah rampung dan mulai beroperasi. Sementara, pabrik lainnya masih proses pembangunan.

“Itu berbeda jenis kegiatan pabriknya. Yang satu merupakan pabrik hanger,” jelasnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pesan Berantai di WA Soal Ledakan Kasus Covid-19 Klaten, Polisi Tegaskan Itu Hoaks!

Pesan berantai itu menyebutkan kasus Covid-19 di Jateng meledak pekan ini. Kota Klaten menempati peringkat I, yakni mencapai 11.876 orang pasien Covid-19.

Berkerumun dan Tak Bermasker di Umbul Ponggok, Emak-Emak Disambangi Polisi

Sejumlah warga yang berkerumun dan tak bermasker di objek wisata Umbul Ponggok, Klaten, mendapat peringatan dari Kepala Satuan Samapta Bhayangkara (Kasatsabhara) Polres Klaten, AKP Sri Anggono.

Lebaran 2021, Jumlah Kunjungan Wisata ke Tawangmangu Meroket

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar meroket di libur Lebaran 2021 Jumat (14/5/2021).

Lewat Pos Penyekatan Karanganyar, 15 Wisatawan Luar Jateng Diminta Putar Balik

Sebanyak 15 pemudik dari luar Jateng yang melintas di pos penyekatan di Karanganyar diminta putar balik.

Libur Lebaran, Wisata Grojogan Sewu Karanganyar Diserbu Pengunjung

Jumlah kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, termasuk Grojogan Sewu, meroket di momen libur Lebaran, Jumat (14/5/2021).

MotoGP Batalkan Seri Finlandia Gegara Covid-19

FIM, IRTA, dan Dorna Sports membatalkan Grand Prix MotoGP Finlandia tahun ini akibat masih berlangsungnya pandemi Covid-19

Singapura Lockdown, Restoran Hanya Terima Take Away

Pemerintah Singapura mengumumkan lockdown pada pertemuan sosial dan kegiatan publik pada Jumat (14/5/2021).

Pekalongan Diprediksi Tenggelam 15 Tahun Lagi, Ini Sebabnya

Kota Pekalongan di Jawa Tengah diprediksi tenggelam pada 2036 akibat penurunan muka tanah dan naiknya permukaan air laut.

Wisata WGM Wonogiri Tutup, Pengunjung Kecele

Banyak warga yang kecele saat berkunjung ke sejumlah tempat wisata di Wonogiri, termasuk WGM, pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5/2021).

Duh, Pengemis Bawa Kabur Balita Usia 2 Tahun di Sragen

Seorang pengemis perempuan kedapatan membawa kabur seorang balita yang berusia 2 tahun asal Kelurahan Sragen Kulon, Sragen, pada Jumat (14/5/2021). 

Begini Kisah Seleksi Jadi Imam di Uni Emirat Arab

Kemenag melakukan seleksi imam masjid asal Indonesia yang akan diberangkatkan untuk bertugas di wilayah Uni Emirat Arab (UEA).