Kades Sekarsuli Klaten Meninggal, Pemakaman dengan Protokol Covid-19
Pamong desa menyemprot desinfektan di Kantor Desa Sekarsuli, Klaten Utara, Selasa (19/1/2021). (Solopos-Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Kepala Desa atau Kades Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, F.X. Siswanto, meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, Senin (18/1/2021) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, Kades Sekarsuli F.X. Siswanto mengalami sakit jantung. Meski seperti itu, pemakaman jenazah dilakukan dengan protokol Covid-19.

Siswanto yang sudah menjabat kades di periode kali ketiga itu meninggalkan seorang istri, Yustina Sri Sundari dan dua anak, yakni Brigita Diana Sinda Devi dan Giovani Bayu Aji.

Intensifkan Patroli Siber, Kapolresta Solo: Yang Memprovokasi Kami Proses Hukum!

Jenazah Kades Sekarsuli dimakamkan di Makam Sasonomulyo, Jebugan-Sekarsuli, Klaten Utara, Senin malam.

"Rasanya masih tidak percaya. Senin (18/1/2021) pukul 14.00 WIB itu masih ketemu. Lalu Magrib dibawa ke RS. Semasa hidupnya, Pak Lurah itu sangat egaliter. Sekitar 10 hari sebelumnya itu memang sudah terlihat sakit. Malam Sabtu akhir pekan lalu, saya sama Pak Kades masih membahas APBDesa. Meski merasakan sakit, tapi tetap masuk," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara, Suwarno, saat ditemui Solopos.com, di kantor desa setempat, Selasa (19/1/2021).

Penyemprotan Disinfektan

Pascameninggalnya F.X., Siswanto, lanjut Suwarno, kantor desa Sekarsuli ditutup sementara waktu. Selama penutupan dilakukan penyemprotan desinfektan.

"Meskipun meninggalnya Pak Kades bukan karena Covid-19, kami tetap antisipasi atau melakukan pencegahan dengan menyemprot desinfektan. Penutupan kantor desa belum tahu akan dilakukan sampai kapan. Jika ada warga yang mengurusi surat-menyurat, kami layani di rumah," katanya.

Duh, Kapal SAR Berbenturan dengan Kapal Lain di Lokasi Evakuasi Sriwijaya Air

Hal senada dijelaskan Kepala Dusun (Kadus) II Desa Sekarsuli, Legiman. Selain menyemprot desinfektan di kantor desa, penyemprotan juga dilakukan di sekitar kantor desa. Penyemprotan melibatkan pamong desa, warga, dan sukarelawan desa.

"Penyemprotan di RW 003 di RT 001, 002, dan 003. Selain bagian depan rumah warga, penyemprotan dilakukan di fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) di sini. Warga di sini sudah mengetahui semua jika penyebab meninggalnya Pak Kades karena jantung. Jadi bukan Covid-19. Semasa hidupnya, Pak Kades itu orangnya baik. Tidak membeda-bedakan terhadap sesama," katanya.

Wilayah Musuk Boyolali Diselimuti Abu Merapi, Begini Penampakannya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom